Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
19 Februari 2026
A A
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO

Ilustrasi - PAUD (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bunga nekat kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi mewujudkan mimpi sang ibu. Sayangnya, ketika lulus, mimpi yang sudah dibangun itu harus dikubur. Sebab, masa depan seorang guru PAUD memang benar-benar suram.

***

Sudah setahun ke belakang, Bunga (bukan nama sebenarnya) tidak lagi berurusan dengan kegiatan belajar mengajar atau mendengar tangisan anak-anak di pagi hari. Sekarang, kesehariannya adalah duduk di depan komputer di sebuah kantor startup di daerah Jogja. 

Tidak ada lagi seragam batik guru atau sepatu pantofel. Bunga, kini bekerja sebagai staf administrasi dengan pakaian santai, kasual, di ruangan ber-AC, dan jam kerja yang pasti.

Namun, keputusan Bunga untuk berhenti menjadi guru Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukanlah hal yang mudah. Ada pergolakan batin di baliknya. Masalahnya bukan karena ia tidak suka anak-anak, tapi karena realitas hidup yang harus ia hadapi setelah lulus kuliah.

Kuliah Jurusan PGPAUD demi mimpi sang ibu

Bunga adalah lulusan PGPAUD dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Bagi orang Jogja dan sekitarnya, kuliah di UNY–apalagi di jurusan pendidikan–adalah sebuah kebanggaan. Sebab, UNY dikenal sebagai salah satu kampus pencetak guru terbaik di Indonesia. Dan Bunga, berhasil masuk ke sana melalui jalur yang cukup kompetitif.

Namun, Bunga harus jujur. Ia masuk PGPAUD bukan karena keinginan pribadinya, tetapi demi mewujudkan mimpi Ibunya. 

Ibu Bunga adalah seorang mantan guru TK yang sudah mengabdi selama puluhan tahun. Sang Ibu sangat mencintai pekerjaannya meskipun hingga pensiun ia tidak pernah menjadi PNS.

“Di desa Alhamdulillah nama ibu itu harum banget. Meskipun sampai beliau pensiun nggak pernah diangkat pegawai (PNS),” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Bunga adalah anak terakhir. Kakak pertamanya sudah meninggal dunia karena kecelakaan beberapa tahun lalu, sementara kakak keduanya bekerja sebagai apoteker. Ibunya sangat berharap ada satu anaknya yang meneruskan jejaknya menjadi guru. 

Karena rasa sayang dan baktinya yang besar kepada sang Ibu, Bunga pun mengubur minat pribadinya dan memilih mendaftar ke PGPAUD UNY. Di pikiran Bunga saat itu sederhana: “Yang penting Ibu senang dan bangga punya anak sarjana pendidikan.”

Jurusan kuliah yang sering diabaikan

Selama kuliah, Bunga sebenarnya adalah mahasiswi yang baik. Ia belajar banyak hal, mulai dari cara memahami otak anak, perkembangan fisik, hingga metode bermain sambil belajar. Namun, semakin lama ia kuliah, semakin ia menyadari bahwa dunia yang ia masuki tidak seindah yang dibayangkan.

Berdasarkan data yang sempat ia baca, jurusan pendidikan–terutama PAUD–memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi di kalangan lulusan baru. Pendeknya, masa depan guru, apalagi PGPAUD, memang suram.

Terbaru, analisis dari Bank Federal Reserve New York bahkan menyebutkan angka pengangguran lulusan ini mencapai sekitar 6,6 persen. Di Indonesia sendiri, masalahnya lebih kompleks. Jumlah lulusan PGPAUD setiap tahun mencapai puluhan ribu orang, tapi daya serap sekolah tidak sebanding dengan jumlah lulusan tersebut.

Iklan

Banyak sekolah PAUD atau TK, terutama yang dikelola swasta kecil atau yayasan di desa-desa, tidak mampu menggaji guru sesuai standar sarjana. Mereka seringkali lebih memilih mempekerjakan tenaga yang bukan lulusan sarjana agar bisa dibayar lebih murah. 

Inilah yang membuat persaingan lulusan S1 seperti Bunga menjadi sangat berat. Mereka harus bersaing dengan orang-orang yang mau dibayar rendah, sementara beban kerja guru sarjana sangatlah berat.

Guru PAUD kerja pontang-panting, gaji cuma Rp250 ribu sebulan

Setelah lulus dari UNY dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Bunga sempat mencoba peruntungannya. Ia diterima mengajar di sebuah sekolah PAUD swasta. Di sinilah “mimpi” yang selama ini ia bangun untuk Ibunya mulai berbenturan dengan kenyataan hidup yang pahit.

Setiap hari, Bunga harus berangkat pagi-pagi sekali. Menjadi guru PAUD artinya harus siap mental menghadapi karakter anak yang berbeda-beda. Ia harus sabar saat ada anak yang tantrum, berkelahi, atau belum bisa mandiri di kamar mandi. 

Pekerjaannya bukan cuma mengajar dari jam 8 sampai jam 11 siang. Setelah anak-anak pulang, tugas Bunga justru menumpuk.

“Harus nyusun rencana pembelajaran mingguan, bikin laporan perkembangan anak, sampai menyiapkan alat peraga untuk besok pagi,” jelasnya. “Jadi jangan pikir jadi guru PAUD itu mudah, karena kami itu mengajar sambil momong anak.”

Belum lagi tuntutan dari orang tua murid. Ada orang tua yang sangat menuntut anaknya harus sudah bisa membaca dan menulis dalam waktu singkat, padahal secara perkembangan usia dini, fokus utamanya bukan itu. Bunga seringkali harus membalas pesan WhatsApp dari orang tua murid hingga malam hari.

Puncaknya adalah saat menerima gaji pertama. Sebagai lulusan kampus ternama, banyak orang berekspektasi gajinya akan layak. Namun, kenyataannya gaji Bunga saat itu bahkan bisa dibilang tidak manusiawi: Rp250 ribu sebulan.

Angka tersebut jelas sangat tidak cukup untuk biaya makan, transportasi, apalagi menabung. Bunga merasa sedih sekaligus miris. Ia sudah kuliah empat tahun, belajar teori-teori sulit, tapi bayarannya sangat rendah.

“Aku menjadi saksi, nasib guru yang terlunta-lunta itu bukan omong kosong. Kami sungguh nggak dihargain,” ungkapnya.

Baca halaman selanjutnya…

Jenjang karier tak jelas. Lebih baik berhenti dan “banting stir” kerja di startup.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2026 oleh

Tags: gaji guru paudguru paudjurusan pgpaudpgpaudpgpaud unypilihan redaksiPPPKuny
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co
Sehari-hari

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO
Urban

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO
Aktual

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa-dosa kecil yang kerap dilakukan hingga memicu masalah keuangan: uang atau gaji berapa pun terasa kurang MOJOK.CO

“Dosa Kecil” Pemicu Masalah Keuangan tapi Kerap Dilakukan, Bikin Uang atau Gaji Berapa pun Terasa Kurang

10 Maret 2026
Kupat Keteg: kuliner warisan Sunan Giri jadi medium dakwah di Giri Kedaton, Gresik MOJOK.CO

Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

6 Maret 2026
Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

11 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Perang Iran Israel Bikin Nggak Waras, Masih Hidup Aja Syukur MOJOK.CO

Perang Iran Israel Berpotensi Jadi Krisis Global, Kelas Menengah Ikutin Cara Ini Biar Tetap Waras Selama Bertahan Hidup

5 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.