Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
9 Maret 2026
A A
Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet

Ilustrasi - Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rima (30) adalah lulusan Jurusan Manajemen yang memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Islam Riau. Ia tidak bekerja kantoran atau formal seperti sarjana umumnya, tetapi berhasil meraih keuntungan sampai tiga kali lipat dari Upah Minimum Provinsi (UMP) di Riau dengan berjualan ayam penyet. 

Bisa jadi, sebagian orang memandangnya sepele. Namun bagi Rima yang sudah mencicipi pekerjaan formal yang tidak menguntungkan itu, berjualan lebih bisa diandalkan untuk menopang ekonomi keluarganya.

Lika-liku setelah lulus dari Jurusan Manajemen

Berjualan ayam penyet tidak langsung menjadi pekerjaan pertama Rima. Setelah lulus dari Jurusan Manajemen di Universitas Islam Riau pada 2018, perempuan ini sempat mengajar di salah satu sekolah islam di Riau.

“Aku tamat kuliah tuh 2018, setelah tamat kuliah aku ngajar di sekolah MTs (Madrasah Tsanawiyah),” ujarnya saat dihubungi Mojok, Senin (9/3/2026).

Setahun setelahnya, Rima memutuskan untuk menikah dan mulai berkecimpung dalam jual-beli. Kala itu, jualan pertamanya adalah jus buah. Namun, bukan bisnis namanya kalau tidak ada tantangannya. Itulah yang dialami Rima saat salah seorang mantan karyawannya justru membuka usaha yang sama sepertinya.

Akibatnya, usaha Rima terancam gulung tikar. Pelanggannya lebih tertarik untuk membeli jus buah dari mantan karyawan alih-alih dirinya.

Maka saat itu, Rima dan suami yang juga Sarjana Ekonomi, lulusan Jurusan Akuntansi,  memutuskan untuk menyelamatkan diri adalah dengan mengganti ide bisnisnya. “Omzetnya udah kacau kali, makanya aku sama Paksu (Pak Suami) putar otak gimana caranya supaya dapat penghasilan lainnya karena jujur penghasilan jualan jus saat itu benar-benar anjlok cuma cukup untuk makan sehari-hari aja,” katanya.

Saat itulah, muncul ide untuk mencoba berjualan ayam penyet yang sebenarnya sudah pernah dijual di sekitar Rima. Akan tetapi, karena lokasi yang tidak strategis, usaha itu tutup, dan menjadi celah untuknya mereplikasi jualan makanan tersebut.

“Dulu udah pernah dijual cuma karena lokasinya nggak strategis karena kurangnya lahan parkir jadi tutup, eh malah ayam penyet ini kita buka lagi untuk nambah penghasilan,” ujarnya.

Diremehkan karena Sarjana Ekonomi, tapi kerjanya hanya berjualan

Sudah banting tulang sampai pindah haluan dari berjualan minuman ke makanan, Rima masih harus menghadapi ujian lain yang datang dari orang-orang di sekitarnya. Tak lain dan tak bukan adalah dipandang sebelah mata karena hanya berjualan ayam penyet.

Sebagian orang membayangkan, sudah berkuliah selama empat tahun dan berjuang untuk lulus dengan susah, menjadi pedagang saja seperti sia-sia. Sebab, berdagang adalah sesuatu yang bisa dilakukan tanpa harus mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Islam Riau.

“Sarjana kok malah jualan, percuma kuliah kalau gitu,” kata Rima menirukan ejekan yang dilontarkan orang-orang selama ini.

Selentingan itu tidak bisa dipungkiri mengganggu Rima saat sampai ke telinganya. Pasalnya, stigma itu isinya meremehkannya dengan menganggap kalau berjualan bukan pekerjaan yang layak, sebab tidak menguntungkan seperti kerja kantoran. 

Namun pada akhirnya, Rima memilih untuk tidak ambil pusing. “Kalau menurut saya, stigma orang tentang sarjana tidak bekerja, aku nggak terlalu ambil pusing,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, selama dapurnya bisa ngebul melalui jualan ayam penyet, ia tidak acuh ketika orang lain berbicara mengenai dirinya.

“Selagi aku punya penghasilan juga biarin aja orang beropini apa tentang aku,” tambah dia.

Kantongi keuntungan sampai Rp10 juta per bulan

Alasan lainnya Rima tidak lagi memikirkan kata orang-orang tentang dirinya adalah keuntungan yang telah dikantonginya. Baginya, bekerja di dapur tidak masalah selama tetap menghasilkan keuntungan. Itulah yang bisa didapatkannya dari berjualan ayam penyet selepas kuliah.

“Walaupun kerjanya di dapur, alhamdulillah tetap cuan,” kata Rima.

Meskipun, untuk mendapatkan cuan, Rima harus mengesampingkan gengsinya untuk turun langsung ke dapur, bahkan tidak jarang menjadi kurir yang mengantarkan pesanan. Namun setidaknya, Rima memahami kalau untuk kebutuhan ekonomi, dirinya tidak akan bisa makan kalau mempertahankan gengsi semacam itu.

Selain itu juga, didampingi suami yang mengelola usaha ini bersamanya, Rima punya perbandingan bahwa gaji pekerja kantoran yang dianggap lebih mentereng oleh kebanyakan orang justru jauh dari keuntungan yang bisa didapatkannya dalam sebulan.

“Padahal ya, Paksu aku tuh dulunya sempat kerja kantor, tapi gajinya jauh lebih kecil ketimbang pas jualan, mana pusingnya luar biasa,” katanya.

Dibandingkan pekerja kantoran dalam jabatan staf yang gajinya tidak jauh dari UMP Riau sekitar Rp3,7, Rima bisa mengantongi keuntungan sedikitnya tiga kali lipat dari nominal tersebut.

“Kalau profit bisa 10 juta per bulan,” katanya.

Padahal, keuntungan tersebut didapatkan dari penjualan di lingkungan yang tidak besar di wilayah kampungnya. Dengan konsumen yang sedikit, Rima sudah bisa mengelolanya sampai mendapatkan tiga kali lipat dari gaji rata-rata pegawai di perkotaan.

Kepandaian Rima dalam mengelola bisnisnya ini tidak datang secara cuma-cuma. Ia justru menyebut, pelajaran terbesarnya diperoleh dari bangku perkuliahan. Oleh karena itu, lulus sebagai Sarjana Ekonomi, kemudian berjualan ayam penyet, tidak pernah menjadi perjalanan yang sia-sia bagi Rima.

“Kalau ilmu kuliah bisa diterapin atau nggak, ya bisa banget. Aku kan kuliah Jurusan Manajemen ya, Paksu aku Jurusan Akuntansi, benar-benar teraplikasikan,” ujarnya.

“Dari kita hitung HPP (harga pokok penjualan), kelola cash flow, manage karyawan, komunikasi ke customer juga ada ilmunya,” ujar dia menambahkan.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: jurusan manajemenmodal usahaprospek kerja Manajemenprospek kerja sarjana ekonomiSarjana Ekonomiusaha modal nol
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
Anak penjual soto bisa kuliah gratis di UGM. MOJOK.CO
Ragam

Kisah Anak Penjual Soto yang Bisa Kuliah Gratis di UGM, Modal Berbakti pada Orang Tua dan Punya Segudang Prestasi

15 Juli 2025
Universitas Negeri Surabaya (Unesa): Kampus Pilihan bagi Mahasiswa Jurusan Manajemen yang Tertolak Universitas Airlangga (Unair). MOJOK.CO
Kampus

Universitas Negeri Surabaya (Unesa): Kampus Pilihan bagi Mahasiswa yang Tertolak Universitas Airlangga (Unair)

27 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menulis tulisan opini bisa mengasah kemampuan berpikir kritis MOJOK.CO

Bagaimana Tulisan Berbasis Opini Membentuk Diskusi Publik

5 Maret 2026
Nelangsa pemuda desa saat teman sepantaran yang kerja di perantauan mudik ke desa (pulang kampung): tertekan dan tersisihkan MOJOK.CO

Nelangsa Pemuda Desa saat Teman Pulang dari Perantauan, Tertekan dan Tersisihkan karena Kesan Tertinggal tapi Tak Punya Banyak Pilihan

9 Maret 2026
Będą gaya mahasiswa yang kuliah di PTN Universitas Islam Negeri (UIN) dulu dan sekarang MOJOK.CO

Untung Kuliah di UIN Era Dulu meski Ala Kadarnya, Beda Gaya dengan Mahasiswa Sekarang yang Bikin Terintimidasi

5 Maret 2026
Kupat Keteg: kuliner warisan Sunan Giri jadi medium dakwah di Giri Kedaton, Gresik MOJOK.CO

Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

6 Maret 2026
Pantai Drini, Gunungkidul kehilangan keasrian dan identitas. Korban wisata Jogja yang dimirip-miripkan dengan Bali MOJOK.CO

Pantai Drini Gunungkidul Kehilangan Identitas dan Keasrian Alami, Korban Wisata Jogja yang Dimirip-miripkan Bali

5 Maret 2026
SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026

Video Terbaru

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.