Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
17 Maret 2026
A A
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Ilustrasi - Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Program Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Kota Jogja dalam memastikan kemudahan akses pendidikan bagi semua orang, tanpa terkecuali.

***

Adil (bukan nama sebenarnya) masih berusia muda dan seharusnya bisa menikmati kehidupan selayaknya anak SMP. Sayang, kehidupan tidak adil kepada Adil. Ia tinggal di pemukiman kumuh yang terletak di bantaran Kali Code Jogja, menempati rumah sepetak bersama beberapa saudara, dan dihadapkan dengan realitas kedua orang tuanya telah  berpisah (broken home).

Kalau saja tidak ada yang mengulurkan tangan untuk pendidikannya, Adil rasa bersekolah hanya akan menjadi mimpi untuknya.

SMP Taman Dewasa Jetis Jogja, penerima manfaat beasiswa JPD untuk pendidikan
SMP Taman Dewasa Jetis Jogja
(Mojok.co/Shofiatunnisa Azizah)

Diselamatkan dari peliknya kondisi rumah

Berkat bantuan Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, keinginan Adil untuk bersekolah menjadi nyata. Ia bisa memakai seragam SMP dan bergabung bersama teman-teman sebayanya untuk belajar di SMP Taman Dewasa (TD) Jetis.

Setidaknya saat mengenakan seragam sekolah dan berada di ruang kelas, Adil bisa melupakan peliknya kondisi rumahnya. Tidak perlu memikirkan harus berbagi kamar bersama saudara-saudaranya, tidak juga harus mengingat ibu yang menjadi tulang punggung tunggal keluarga setelah perceraian dengan sang ayah.

“Siswa dengan kondisi sulit ini kasihan ketika dilihat langsung, semisal saat survei oleh wali kelas,” kata perwakilan pihak sekolah, Puri, yang menggambarkan kondisi Adil, saat ditemui Mojok, Kamis (12/3/2026).

Perpisahan orang tua, kata Puri, bisa memberi dampak signifikan terhadap siswa. Bahkan tidak lagi mengherankan, orang tua tunggal yang masih memegang hak asuh anak akan meminta nama orang tua lainnya untuk dihapuskan dari data sekolah.

Tidak tanggung-tanggung, ijazah yang untungnya tidak lagi wajib mencantumkan nama ayah. Kalau tidak, sudahlah kehidupan Adil akan semakin runyam.

Ruang kelas SMP TD Jetis (Mojok.co/Shofiatunnisa Azizah)
Ruang kelas SMP TD Jetis
(Mojok.co/Shofiatunnisa Azizah)

Padahal, Adil baru salah satu. Ia salah satu dari siswa yang harus menerima kondisi pahit kehidupan, tidak peduli bahwa mereka masih anak-anak yang ingin bermain dan belajar. Ini juga dibenarkan oleh Puri, bahwa siswa-siswi di SMP TD Jetis rata-rata berlatar belakang sama dengan Adil. Mereka datang dari keluarga yang mengalami kesulitan finansial dan harus berjuang mati-matian  untuk bertahan hidup sehari-hari.

“Sebagian dari keluarga [siswa] tidak mampu dengan pekerjaan tidak tentu, orang tua bercerai, siswa ada yang diasuh oleh kakek, nenek, atau budenya,” terangnya.

Beasiswa yang mengubah kehidupan siswa di Jogja

Menurut Puri, bantuan JPD sangat membantu siswa dan sekolah dalam hal ini. Misal, SMP TD Puri yang menjadi salah satu sekolah dengan siswa penerima manfaat ini merasakan bahwa siswa maupun wali murid tidak perlu risau soal biaya pendidikan bulanan (SPP).

Tampak depan ruang kelas 9 SMP TD Jetis (Mojok.co/Shofiatunnisa Azizah)
Tampak depan ruang kelas 9 SMP TD Jetis (Mojok.co/Shofiatunnisa Azizah)

Kemungkinan menunggak biaya pendidikan sampai membengkak, sebab kelonggaran yang diberikan sekolah swasta, pun dihapuskan. Oleh karena itu, Puri menyebut 10 persen dari jumlah siswa di sekolah, yakni 36 dari 329 siswa, menerima bantuan JPD pada tahun ini. Jumlah ini pun bersifat dinamis sesuai dengan verifikasi data penerima manfaat, berdasarkan pengajuan permohonan ke UPT JPD Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Jogja. 

“Siswa yang terbantu berkat program JPD sejauh ini lumayan banyak karena daftar penerima tahun sebelumnya dan tahun berjalan kadang berbeda, bisa bertambah ataupun berkurang,” kata Puri.

Iklan

“Kebanyakan siswa penerima di sekolah kami adalah dari keluarga tidak mampu,” tambahnya menerangkan.

Adapun dana JPD untuk SMP swasta berjumlah Rp2 juta. Penerimaan dana ini dibagi menjadi dua, yaitu biaya satuan pendidikan sebesar Rp1,5 juta dan biaya pribadi Rp500 ribu.

Untuk biaya pribadi disalurkan melalui Kartu Jogja Berprestasi (KJB) masing-masing siswa, sedangkan biaya satuan pendidikan langsung diteruskan kepada pihak sekolah. 

Menjamin terwujudnya cita-cita wajib belajar

Program yang telah dilaksanakan sejak 2017 tersebut berhasil menjangkau setidaknya 10.382 penerima manfaat pada tahun lalu, 2025. Total anggaran untuk realisasi ini mencapai Rp11,8 miliar.

Sosialisasi program JPD Pemkot Jogja (dok. Istimewa)
Sosialisasi program JPD Pemkot Jogja (dok. Istimewa)

Kepala UPT JPD Disdikpora Kota Jogja, Menik Ria Agustiningsih, menyebut penyaluran biaya pada tahun lalu tersebut terbukti sangat membantu bagi siswa yang terkendala biaya. 

“Jumlah penerima JPD tahun 2025 sebanyak 10.382 orang dengan total anggaran Rp11,8 miliar. Penerima JPD merasa terbantu dan teringankan biaya pendidikannya,” kata Menik saat dihubungi Mojok, Sabtu (7/3/2026).

Sementara itu, untuk tahun ini, usulan bantuan JPD Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) tahap I pada 1-15 Februari 2026 telah diterima sebanyak 4.715 pemohon. Permohonan ini diajukan oleh siswa Jogja, mulai dari jenjang TK sampai SMA/SMK negeri dan swasta.

Menik menjelaskan, beberapa program JPD di antaranya KSJPS dengan sasaran siswa aktif, JPD Covid-19 dengan sasaran peserta didik yang orang tua atau wali asuh meninggal karena pandemi, JPD korban kekerasan untuk siswa yang putus sekolah karena kekerasan,  JPD disabilitas, dan JPD perguruan tinggi.

Adapun jumlah JPD KSJPS tahap I tahun 2026 sekitar Rp4,08 miliar akan disalurkan untuk jenjang SD negeri (1.730 siswa)  dengan total nominal Rp692 juta, diikuti SMP negeri (705 siswa) dengan total Rp352,5 juta, TK swasta (551 siswa) dengan total alokasi Rp468,35 juta dan SMP swasta (445 siswa) dengan total nominal Rp890 juta.

Penyaluran biaya bantuan JPD ini, kata Menik, merupakan upaya Pemkot Jogja untuk mewujudkan tercapainya wajib belajar minimal 12 tahun sampai dengan jenjang SMA/SMK/sederajat bagi siswa di Jogja. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menjalankan JPD agar mampu mewujudkan cita-cita bersama pendidikan tersebut, agar tidak ada siswa di Jogja yang terhalang biaya dalam bersekolah.

“Pemkot bercita-cita agar penduduk usia sekolah dapat mengakses pendidikan khususnya bagi mereka yang terkendala biaya. Hal ini diharapkan mampu mencapai target program wajib belajar 12 tahun serta tidak ada anak putus sekolah karena masalah biaya,” tandasnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Bedah Rumah, Harapan Baru Warga Kota Jogja Memiliki Hunian Layak dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2026 oleh

Tags: anak sekolahbantuan jpdbeasiswa sekolahbiaya sekolahfokus sekolahpemkot jogja
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Malioboro, Jogja, aksi demo.MOJOK.CO
Sosial

Pemkot Jogja Luncurkan Program ‘Setu Sinau’ di Malioboro, Wisatawan Kini Bisa Belajar Budaya Sambil Jalan-Jalan

12 Februari 2026
bedah rumah
Ragam

Bedah Rumah, Harapan Baru Warga Kota Jogja Memiliki Hunian Layak

3 November 2025
Ayo Jaga Jogja Katanya, tapi Jaga dari Apa dan Siapa? MOJOK.CO
Ragam

4 Hal yang Bisa Kita Pakai buat Memaknai Ulang “Kesakralan” Kota Jogja

8 Oktober 2025
TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos.MOJOK.CO
Aktual

TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos

5 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

11 Maret 2026
Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.