Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Februari 2026
A A
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011 tak perlu dipertanyakan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah 8 tahun mengendarai Yamaha Mio Sporty keluaran tahun 2011, saya akhirnya merasa muak. Bukan karena gayanya yang tak lagi trendy, melainkan ringkihnya motor kesayangan saya ini meski sudah di-service berkali-kali di berbagai bengkel di Jogja. Sampai akhirnya, saya ingin berpaling hati ke motor Yamaha terbaru.

Yamaha Mio Sporty 2011 mogok tiap minggu

Januari lalu, saya mendapat kesialan bertubi saat cuaca di Jogja sedang tak bersahabat. Hembusan angin terjadi pada Sabtu dini hari (24/1/2026) dan baru mereda pukul 13.00 WIB. Angin kencang yang terjadi kala itu menimbulkan beberapa pohon tumbang dan merusak rumah warga.

Suasana makin mencekam karena sepanjang Jalan Kaliurang terjadi listrik padam dan tak ada sinyal. Sialnya lagi, motor Yamaha Mio 2011 yang saya kendarai justru mogok di tengah jalan padahal saya baru 500 meter keluar kosan.

Ingin rasanya kembali ke kosan, tapi itu artinya saya malah lari dari masalah. Toh, besok saya tetap harus ke bengkel untuk memperbaikinya. Alih-alih menunda, saya akhirnya menuntun motor Yamaha Mio Sporty saya ke bengkel yang berjarak sekitar 500 meter.

Untungnya, bengkel itu sepi pelanggan sehingga motor Yamaha Mio 2011 saya langsung ditangani. Saya bilang ke teknisi kalau motor saya tiba-tiba mati tanpa tahu penyebabnya. Sebab sebetulnya, motor Yamaha Mio 2011 milik saya ini baru saja di-service seminggu yang lalu. 

Saya juga rutin mengecek kondisinya setiap satu kali per bulan ke bengkel. Mulai dari ganti oli, ganti busi, pembersihan fuel pump, mengganti ban dalam, hingga service biasa. Jika ditotal, biayanya habis hampir Rp250 ribu. Maka wajar kalau saya tak punya petunjuk sedikit pun tentang alasan utama Yamaha Mio Sporty itu bisa mati di jalanan Jogja.

Motor tua itu akhirnya tumbang

Setiap membawa motor Yamaha Mio 2011 saya ke bengkel, hati saya terasa miris. Beberapa kali saya harus melihat Yamaha Mio 2011 itu “batuk-batuk” saat dinyalakan, hingga mengeluarkan banyak asap dari knalpotnya. 

Tak lama kemudian, penyakitnya pun kambuh: tiba-tiba mati di tengah jalan. Teknisi yang menanganinya pun harus mengambil tindakan ekstrem. Dia terpaksa melucuti Yamaha Mio 2011 milik saya demi mengetahui penyebab kematiannya. 

Saya hanya bisa pasrah dan rela menunggunya selama satu jam lebih, tapi karena tak tega melihat “operasi bedah” itu saya akhirnya pergi meninggalkan bengkel untuk mencari ATM terdekat. Sekalian nongkrong sejenak di Indomaret atau Alfamart.

Di saat itulah saya kembali sadar, listrik belum menyala dan saya tidak bisa mengambil uang di ATM. Saya pasrah dan memutuskan kembali ke bengkel sembari memikirkan mau bayar jasa bengkel pakai apa, karena uang tunai di dompet saya tinggal Rp100 ribu. 

Tiba di bengkel, saya kembali mengotak-atik gawai yang tak ada sinyal sementara motor saya belum selesai ditangani. Dari sana saya sudah merasa bahwa biayanya akan mahal dibanding uang tunai yang saya bawa.

Karena tak bisa membayar dengan QRIS atau transfer, saya berpikir untuk membeli kartu lain ke konter HP terdekat demi mendapat sinyal. Sebelum saya sempat pergi lagi meninggalkan bengkel, teknisi yang menangani Yamaha Mio 2011 saya akhirnya datang menghampiri.

“Sudah bisa nyala Kak,” kata dia, “tapi potensi mati lagi, karena akinya harus diganti.”

Sudah saya duga, saya memang harus mengeluarkan uang lebih untuk mengobati penyakit kumatnya kali ini. Salah satunya untuk membayar aki seharga Rp110 ribu (belum ditambah dengan jasa service lain). 

Iklan

Saya iyakan saja tawaran aki tadi, karena saya sudah lelah kalau Yamaha Mio 2011 itu mati lagi. Kejadian mati berulang ini pernah saya tulis di artikel yang berbeda, mulai dari mati saat hendak ke Deles Indah, Klaten sampai mati dalam perjalanan menuju pantai.

Ketahanan Yamaha Mio 2011 tak perlu dipertanyakan

15 menit kemudian, aki Yamaha Mio 2011 saya sudah diganti, sebelum saya sempat menyelesaikan masalah keuangan yang terjadi karena cuaca yang tak mendukung. Dengan wajah memelas, saya akhirnya berhutang di bengkel sampai muncul sinyal, sehingga saya bisa melakukan transfer.

Untungnya, pihak bengkel bersedia. Setelah listrik menyala dan ada sinyal, tanpa ba-bi-bu lagi saya mengirim uang sejumlah Rp230 ribu untuk membayar jasa bengkel. Kejadian ini membuat saya berpikir untuk merelakan Yamaha Mio 2011 saya ke motor terbaru (masih) versi Yamaha.

Mengapa tetap Yamaha? Karena patut diakui, Yamaha Mio 2011 milik saya itu sebenarnya sudah lama bertahan. Usianya aus, dari tahun 2011. Hingga tahun 2026 ini, dia masih setia dan berjuang untuk menemani perjalanan saya. 

Oleh karena itu, jika ada keinginan ganti motor sepertinya saya tetap pilih Yamaha. Apalagi, belum lama ini saya melihat motor baru milik teman saya, Rochima yang tampil necis dengan motor pink soft-nya. Motor skutik classy bergaya retro-Eropa dari Yamaha Grand Filano itu kian menarik perhatian saya.

“Sejak ganti motor ini, aku senang banget! Sebagai pekerja yang harus PP dari Sidoarjo-Surabaya, Yamaha Grand Filano ini bikin aku anti ribet.” Ujarnya tanpa bermaksud membandingkan motornya dengan Yamaha Mio 2011 milik saya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Menantang Diri dari Jogja ke Klaten Memakai Yamaha Mio Butut Berusia 14 Tahun, Penuh Rintangan tapi Tetap Jadi Motor Kesayangan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2026 oleh

Tags: motor yamaha miorekomendasi motoryamahayamaha mio 2011yamaha mio sportyyamaha mogok
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Vixion R, Motor Terbaik Yamaha yang Mati karena Zaman MOJOK.CO
Otomojok

Vixion R, Tamat Riwayatmu Kini: Ketika Motor Terbaik Yamaha Mati karena Perubahan Zaman

6 Januari 2026
Teknisi dealer Yamaha asal Sumatera Utara, Robet B Simanullang ukir prestasi di ajang dunia WTGP 2025 MOJOK.CO
Ragam

Cerita Robet: Teknisi Yamaha Indonesia Ukir Prestasi di Ajang Dunia usai Adu Skill vs Teknisi Berbagai Negara

16 Desember 2025
Yamaha Mio 2011 bisa dipakai perjalanan dari Jogja-Klaten. MOJOK.CO
Catatan

Menantang Diri dari Jogja ke Klaten Memakai Yamaha Mio Butut Berusia 14 Tahun, Penuh Rintangan tapi Tetap Jadi Motor Kesayangan

24 Oktober 2025
Disuruh kuliah PTN sama ortu: mau dengan syarat dibelikan motor Yamaha Aerox. Kini berujung menyesal MOJOK.CO
Ragam

Tak Mau Kuliah kalau Tak Dibelikan Motor Yamaha Aerox demi Gaya, Kini Hidup dalam Sesal dan Kekecewaan

20 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026
OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
Barongsai di bandara saat imlek. MOJOK.CO

Semangat Tahun Kuda Api bikin Trafik Penumpang Milik InJourney Melambung 10 Persen Saat Imlek 2026

19 Februari 2026
Salat tarawih 8 rakaat di masjid 23 rakaat. Siasat mengejar sunnah di tengah lelah MOJOK.CO

Tarawih 8 Rakaat di Masjid yang Jemaahnya 23 Rakaat, Ganggu karena Pulang Dulu tapi Jadi Siasat Mengejar Sunnah di Tengah Lelah

19 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.