Juru Selamat Walkman di Bantul yang Menolak Mati Musik Analog di Tangan Spotify

Asriadi Cahyadi, pemilik Dcell Jogja Store di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Membidik Cerita: Berawal dari kecintaannya mengoleksi musik analog, seorang pemuda asal Bantul mulai membuka bisnis Dcell Jogja Store di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga dikunjungi orang Belanda.

***

Sepasang kekasih asal Klaten mengunjungi toko musik analog, Dcell Jogja Store milik Asriadi Cahyadi (41) di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu siang (31/1/2026). Keduanya mengaku berangkat sejak pagi dan sudah menyiapkan waktu khusus guna memperbaiki tape recorder mereka yang rusak. 

Memperbaiki tape recorder. MOJOK.CO
Dua orang milenial asal Klaten mendatangi toko musik analog, Dcell Jogja Store di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Setelah mengecek tape Sony keluaran lama tersebut, Asriadi menjelaskan kalau pengerjaannya tak bisa langsung satu hari jadi. Belum lagi kalau harus antre. Untungnya, mereka paham dan tidak memaksa Asriadi buru-buru menyelesaikan.

Sebab, ada saja pelanggan yang bikin Asriadi panik, minta diselesaikan dengan waktu yang mepet. Kalau kerusakannya tidak parah, kata Asriadi, ia tentu bisa menyelesaikannya dengan cepat. Tapi, kini ia sudah tak soal bahkan sengaja “menyulap” tempat kerjanya bergaya vintage agar nyaman dikunjungi.

Toko musik analog, Dcell Jogja Store bergaya vintage. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain jadi pajangan, barang-barang bekas itu memang sengaja ia jual ke pelanggan. Namun, ada pula yang masih ia pertahankan karena saking berharganya barang tersebut. Kadang-kadang, ada barang yang akhirnya ia lepas kalau tawarannya setimpal.

Asriadi Cahyadi menunjukkan koleksinya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Santri lulusan Pandanaran itu mengaku bisnisnya mulai ramai sejak tahun 2021, saat musik analog seperti walkman dan kaset pita dari band-band lawas kembali naik daun dan banyak digandrungi milenial serta Gen Z. Salah satu kaset yang laris waktu itu yakni Oasis, ABBA, hingga The Beatles.

“Vibe-nya itu memang beda ya saat mendengar lewat walkman atau Spotify. Kadang-kadang barang itu juga punya kedekatan emosional,” ujar Asriadi.

Seorang pengunjung melihat koleksi kaset pita. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Belum lama ini, Asriadi bahkan kaget saat toko musik analog, Dcell Jogja Store miliknya kedatangan pelanggan laki-laki dan perempuan dari Belanda. Katanya, mereka sengaja menyempatkan waktu khusus ke sana untuk sekadar memperbaiki walkman–bukan untuk wisata.

“Saking senangnya, mereka sampai posting di Instagram dengan caption begini, ‘kamu menyelamatkan masa kecilku dengan memperbaiki walkman sony pertamaku, aku tidak akan pernah melupakannya. Ini layanan hebat!”

Salah satu koleksi kaset Ebiet G. Ade. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bisa dibilang, toko musik analog, Dcell Jogja Store milik Asriadi Cahyadi berdiri secara kebetulan. Awalnya, ia hanya menuruti hobi yang dulunya tak kesampaian semasa kecil, yakni mengoleksi barang bekas elektronik. Setelah punya tabungan sedikit demi sedikit, Asriadi mulai mengumpulkan koleksinya dengan membangun beberapa jaringan baik di Jogja maupun di luar kota.

Hobi mengotak-atik barang bekas elektronik. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain mengumpulkan barang, Asriadi juga hobi mengotak-atik. Sebagai pengoleksi barang bekas, ia merasa ilmu itu penting dan merupakan keharusan, karena selain mengumpulkan ia juga harus mampu merawatnya. Lebih dari itu, agar ia tak kena tipu.

Terkesima dengan keahlian Asriadi memperbaiki barang bekas serta koleksinya yang “langka”, teman-temannya sering membeli barang antik miliknya hingga menitipkannya untuk diperbaiki. Dari sanalah ide membuka toko musik analog, Dcell Jogja Store miliknya muncul pada tahun 2018.

Asriadi Cahyadi, pemilik Dcell Jogja Store di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Kini, koleksinya mencapai 200 radio dan tape recorder, 1.000 lebih kaset pita dengan berbagai genre dan lintas tahun. Ia juga menyediakan musik analog seperti compact disc, piringan hitam, dan amplifier. Barang langka yang ia miliki antara lain boombox Sanyo Madonna yang punya 4 speaker, Sony walkman WM-DD9 legendaris, Walkman legendaris Sony TPS-L2 generasi pertama, dan Sony Walkman WM-W800 yang unik pada masanya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

LIHAT JUGA: Hari-hari Sepi Para Pemilik Kios Buku Bekas di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan

Exit mobile version