Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Nyanyian Massa Aksi di Jogja untuk Jokowi dan Kaesang, Lagu Kemuakan dengan Lirik Menghujam

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
27 Agustus 2024
A A
Lagu untuk Jokowi, Kaesang, dan Polisi Berkumandang dalam Demo di Jogja MOJOK.CO

Massa aksi demo di Jogja nyanyikan lagu sindirian untuk Kaesang, Jokowi, dan Polisi. (Aly Reza/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam demo lanjutan “Jogja Memanggil”, massa aksi ramai-ramai menyanyikan lagu untuk menyindir Jokowi, Kaesang, Polisi, dan hal-hal memuakkan dari pemerintahan Republik Indonesia.

Massa aksi demo di Jogja sudah berkumpul di Lapangan Parkir Abu Bakar Ali (ABA) sejak pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (27/8/2024).

Ratusan massa aksi berbaju hitam—dari berbagai lapisan masyarakat—itu lalu melakukan long march melewati Jalan Malioboro dan berhenti di Istana Gedung Agung Yogyakarta. Barisan Polisi sudah berjaga di sana.

Lagu untuk Jokowi, Kaesang, dan Polisi Berkumandang dalam Demo di Jogja MOJOK.CO
Massa aksi demo di Jogja padati area depan Istana Gedung Agung Yogyakarta. (Aly Reza/Mojok.co)

Jeritan orang miskin saat istri Kaesang makan roti Rp400 ribu

Tiba di depan Istana Gedung Agung Yogyakarta sekitar pukul 12.00 WIB, massa demo di Jogja secara bergantian lalu melakukan orasi dari mobil komando. Seruan utama mereka tentu melawan upaya Jokowi membangun dinasti politik.

Tak cuma itu, orator juga menyinggung perihal kekerasan demi kekerasan yang pernah dilakukan oleh Polisi. Hal itu untuk merespons kabar kekerasan oleh Polisi terhadap massa aksi demo di Semarang sehari sebelumnya, Senin (26/8/2024).

Lagu untuk Jokowi, Kaesang, dan Polisi Berkumandang dalam Demo di Jogja MOJOK.CO
Massa aksi nyanyikan lagu sindiran untuk Jokowi, Kaesang, dan Polisi. (Aly Reza/Mojok.co)

Yang cukup mencuri perhatian dalam orasi tersebut adalah sosok ibu-ibu menjelang 40-an tahun. Ia mewakili pekerja rumah tangga berseru parau perihal kesejahteraan mereka dan juga guru honorer di Indonesia.

“Kau pamer makan roti seharga Rp400 ribu. Sementara segitulah bayaran guru honorer dalam sebulan,” teriaknya dengan suara hampir habis. Seruan yang sontak disambut gemuruh massa aksi demo di Jogja siang itu.

Lagu untuk Jokowi, Kaesang, dan Polisi

Pada orasi ke sekian, majulah Neta, mahasiswi aktf dari Universitas Islam Indonesia (UII). Awalnya ia membacakan puisi karya Wiji Thukul berjudul “Sajak Suara”.

“Aku akan tetap memburumu seperti kutukan!” Teriak Neta menutup puisinya. Lagi-lagi, disambut gemuruh massa aksi demo di Jogja.

Neta lalu memandu massa aksi untuk menyanyikan lagu sindiran untuk Jokowi, Kaesang, dan Polisi. Beberapa bagian liriknya juga menyasar hal-hal memuakkan dari para elite negeri ini. Sebuah lagu yang dibawakan dengan nada lagu “Rasa Sayange”. Berikut liriknya:

Main musik pakai gendang
Yang mukul namanya Bambang
Dulu cuman makan rendang
Sekarang kok ngurus tambang

Jenguk temen bawa jeruk
Makan jeruk rasanya sedap
Udah tahu citranya buruk
Malah mau sok-sok’an nyadap

Ke nikahan Mahalini
Mobil parkir di garasi
Potong pajak sana-sini
Yang kaya yang bikin regulasi

Bangun tidur kumur-kumur
Numpang makan dekat sumur
Kalau kerja ada batas umur
Jadi Gubernur bisa diatur

Iklan

Lempar batu sembunyi tangan
Pecah kubu dapat imbalan
Negara banyak settingan
Pilkadanya akal-akalan

Di penjara maling jaket
Digebukin pakai raket
Sahin RUU penting macet
Nggak lupa perampasan aset

Anak kecil mau terasi
Pamer naik jet pribadi
Baru dilantik selebrasi
Ongkang kaki minum Wishky

Udah putus urat malu
Ngajak istrinya bercumbu
Negara ribut nanti dulu
Beli roti 400 ribu

Tabur bunga atas pelanggaran rezim Jokowi

Saya sempat mendekat ke arah Neta sesaat setelah ia turun dari mobil komando. Ia duduk di barisan depan. Karena massa aksi demo di Jogja hendak melangsungkan teatrikal “Memenggal Tirani“, saya tak sempat mengajaknya berbincang lebih jauh.

Neta berbaik hati memberikan teks lirik lagu sindiran untuk Jokowi, Kaesang, Polisi dan hal-hal memuakkan dari para elite negeri ini, seperti terlampir di atas. Lirik lagu tersebut sudah cukup menjelaskan kemuakannya, mewakili rakyat Indonesia yang muak dengan rezim Jokowi.

Lagu untuk Jokowi, Kaesang, dan Polisi Berkumandang dalam Demo di Jogja MOJOK.CO
Tabur bunga foto-foto Jokowi di depan Istana Gedung Agung Yogyakarta. (Aly Reza/Mojok.co)

Sebelum orasi dan teatrikal, poster-poster berisi pelanggaran-pelanggar rezim Jokowi disebar di depan Istana Gedung Agung Yogyakarta, persis di bawah kaki-kaki barisan Polisi yang berjaga. Massa aksi lalu menabur bunga pada poster-poster tersebut. Simbol duka atas porak-porandanya hukum di Indonesia di bawah rezim Jokowi.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Mengadili Jokowi dan Prabowo di Jogja, “Kepala Tirani” Terpenggal hingga Jatuh di Kaki Barisan Polisi

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2024 oleh

Tags: demo di jogjaJogjajokowikaesangkekerasan polisilagu untuk kaesangPolisi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.