Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Nelangsa Dosen Non PNS Digaji Rendah meski Beban Kerja Tetap Sama, Terpaksa Mengajar Sambil Kerja Sambilan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Agustus 2025
A A
dosen non pns bergaji rendah. MOJOK.CO

ilustrasi - nasib dosen non pns, digaji nggak layak tapi beban kerja sama dengan pns. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa waktu lalu, tagar #JanganJadiDosen muncul di media sosial. Tagar ini bahkan mengungkap keresahan para dosen baik PNS dan non PNS di Indonesia, soal gaji mereka yang tidak sesuai dengan beban kerja. Terlebih, beberapa dosen juga “terpaksa” melakukan pekerjaan di luar dari mengajar, guna memenuhi kebutuhan hidup.

Nasib dosen non PNS bergaji rendah

Husnan (27), dosen di salah satu kampus Surabaya mengaku punya banyak pekerjaan yang harus ia sambi selain mengajar. Mulai dari menjadi pembicara di instansi lain, menjadi trainer public speaking, hingga pembicara parenting di sebuah komunitas.

Selain mengambil banyak pekerjaan di bidang public speaking, ia membantu packaging jualan online milik kakaknya agar dapat tambahan penghasilan. Di sela-sela waktunya bekerja ia juga menyempatkan waktunya untuk berkhotbah dan ceramah. 

Belum lagi tugas utamanya menjadi “dosen luar biasa (DLB)” alias dosen non PNS. Istilah ini terkenal di kalangan dosen karena sebetulnya secara tugas dan proses kerja yang mereka lakukan sama, baik dosen PNS dan non PNS.

“Sebagai dosen kami bertugas menyusun silabus, bantu akreditasi, penelitian, mengajar di kelas hingga evaluasi dosen. Proses kerjanya sebetulnya sama antara dosen PNS dan tidak cuman ya perbedaannya di angka gaji itu,” kata Husnan kepada Mojok, Senin (28/7/2025).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perubahan Kesembilan Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, nominal gaji pokok yang diterima dosen PNS memang beragam, tergantung pada golongan serta jabatan fungsional mereka.

Dosen pemula yang berstatus asisten ahli atau setara golongan IIIb mendapat gaji pokok bervariasi dari Rp 2,9 juta sampai Rp 4,77 juta. Dosen yang berstatus calon pegawai negeri hanya menerima sekitar 80 persen dari gaji pokok. Bagi dosen non PNS, bisa kurang dari itu.

Riset dari Tempo mengungkap, jika menggunakan median atau nilai tengah sebagai acuan, rata-rata gaji pokok dosen di Indonesia sebesar Rp4,23 juta. Masih kalah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

APBN untuk apa?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui masih banyak dosen dan guru yang bergaji rendah di Indonesia. Demo dari para dosen yang menuntut pembayaran tukin, serta perdebatan di media sosial soal profesi guru yang tak terjamin kesejahteraannya sudah sering ia dengar. Tak pelak, masalah itu juga menjadi tantangan besar bagi kementeriannya.

“Banyak di media sosial, saya selalu mengatakan ‘oh menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar’. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara,” ujar Sri Mulyani dalam acara Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia dikutip dari Youtube Institut Teknologi Bandung pada Jumat (8/8/2025). 

Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan sulit dalam dirinya, apakah kesejahteraan guru dan dosen harus dibebankan seluruhnya lewat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau perlu melibatkan partisipasi dari masyarakat.

“Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat?” ucap Sri memantik pernyataan dalam forum yang dihadiri oleh para akamedisi.

Lewat paparan yang ia sampaikan, Sri hanya menjelaskan soal perkembangan APBN sebesar 20 persen yang dialokasikan untuk pendidikan, tergolong meningkat tiap tahun. Sebagian besar untuk murid hingga mahasiswa. Selanjutnya untuk kesejahteraan guru dan dosen. 

Sisanya dianggarkan untuk program baru di era pemerintahan Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis, sekolah unggulan, dan sekolah rakyat. 

Iklan

Baca Halaman Selanjutnya

Masyarakat sudah berpartisipasi lewat pajak

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2025 oleh

Tags: #janganjadidosendosen Indonesiakesejahteraan dosennon pnspublikasi jurnal
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sisi Gelap PTN yang Bikin Dosen Menderita. MOJOK.CO
Mendalam

Sisi Gelap PTN yang Bikin Dosen Menderita, Sibuk Mengejar Akreditasi tapi Kesejahteraan Dosen Jauh Panggang dari Api

21 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tunadaksa lulusan S1 universitas terbuka (UT). MOJOK.CO

Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT

10 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Terbaik Toyota dan Zenix Tetap Menyedihkan MOJOK.CO

Innova Reborn Mobil Terbaik Sepanjang Masa, Toyota Saja Tidak Rela Menyuntik Mati dan Zenix Tetap Saja Menyedihkan

10 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.