Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Yenny Wahid: Tak Perlu Ada Label Gender pada Kepemimpinan Perempuan 

Kenia Intan oleh Kenia Intan
12 Juli 2023
A A
yenny wahid perempuan mojok.co

Yenny Wahid saat berbicara di Fisipol UGM (ugm.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yenny Wahid, politisi dan aktivis perempuan, mengkritisi penyematan label gender pada kepemimpinan perempuan. Dalam sebuah acara, ia merasa keberatan apabila disebut sebagai women leader alias pemimpin perempuan.

Yenny menjelaskan, di tengah bias gender yang kerap terjadi, ia berharap semua pihak bisa membiasakan agar kesetaraan gender langsung bisa dipraktekkan dalam hidup sehari-hari.

“Jadi, kalau saya disebut women leader agak keberatan. Kalau saya dibilang pemimpin maka cukup disitu saja pemimpin, tidak perlu women leader karena male leader, pemimpin laki-laki tidak pernah ditaruh gender di belakangnya,” ujarnya, mengutip dalam laman resmi ugm.ac.id, Sabtu (8/7/2023).

Ia tidak memungkiri antara pemimpin perempuan dan pemimpin laki-laki memang ada pembedanya. Karakteristik perempuan lebih mengedepankan pembangunan konsensus dan harmoni sehingga ketika menduduki posisi strategis maka seorang perempuan akan berusaha untuk mencari titik temu.

“Selain itu, kepemimpinan perempuan dalam politik merupakan hal yang penting karena hanya perempuan yang mampu dan mau memperjuangkan isu-isu yang penting bagi perempuan itu sendiri,” ucapnya di Fisipol UGM, Jum’at (7/7) saat menjadi pembicara Fisipol Leadership Forum bertajuk Women Political Leadership: To Unite What Male Politicians Have Divided.

Peace Village

Nama Yenny Wahid memang sudah tidak asing di dunia aktivis. Melalui Wahid Foundation, ia menggerakkan program Peace Village. Program tersebut melibatkan warga desa untuk menjadi desa yang menerapkan nilai-nilai perdamaian sekaligus memiliki kemandirian ekonomi.

Gerakan ini mengembangkan program-program memberdayakan para perempuan di desa-desa untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga mereka. Mereka bisa tetap tinggal di rumah dan mengasuh anaknya, sambil membuat usaha kecil untuk membantu pendapatan keluarga.

Selain itu, juga akan dibekali kemampuan dalam menerapkan nilai-nilai perdamaian di lingkungan mereka masing-masing sehingga tidak mudah terprovokasi dalam kasus-kasus intoleransi dan konflik kekerasan. Lebih dari itu mereka justru memiliki kemampuan dalam melakukan deteksi dini terhadap intoleransi dan konflik kekerasan. Di sini, kelompok perempuan menjadi aktor kunci pembangun perdamaian.

Sejak 2013, Wahid Foundation telah bermitra dengan berbagai pihak dan organisasi seperti ICCO, The Body Shop, dan Kedutaan Finlandia untuk mengembangkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian di Indonesia.

Pada 2017, bekerja sama dengan UN Women, sebuah program bertajuk “Partisipasi Perempuan untuk Masyarakat Inklusif” atau disingkat WISE diluncurkan. Program ini menekankan peran perempuan dalam mempromosikan kerekatan dan ketahan sosial untuk memupuk perdamaian di komunitas. WISE mengembangkan konsep “Desa Damai” sebagai pendekatan untuk melibatkan para pemangku kepentingan di desa secara keseluruhan. Desa damai kini sudah mencakup 18 desa di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pameran Seni Kiwari: Refleksi Seniman Perempuan atas Diri dan Lingkungannya

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2023 oleh

Tags: genderPeace Villagepemimpin perempuanperempuanYenny Wahid
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

pekerja hotel, surabaya, jogja.MOJOK.CO
Podium

Larangan Hijab dalam Industri Perhotelan: Antara Hijabophobia atau Upaya Mengatur Tubuh dan Penampilan?

14 Januari 2024
Pesan Anak Perempuan untuk Ayahnya: Perasaanku Hancur, tapi Aku Hebat Sejauh Ini  MOJOK.CO
Kilas

Pesan Anak Perempuan untuk Ayahnya: Perasaanku Hancur, tapi Aku Hebat Sejauh Ini 

31 Desember 2023
Uneg-uneg dari Perempuan Lajang Usia 28 Tahun yang Tinggal di Desa MOJOK.CO
Kilas

Uneg-uneg dari Perempuan Lajang Usia 28 Tahun yang Tinggal di Desa

13 Desember 2023
Hal Paling Menyebalkan Bagi Perempuan: Diragukan Bisa Merantau MOJOK.CO
Kilas

Hal Paling Menyebalkan Bagi Perempuan: Diragukan Bisa Merantau

1 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.