Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Sosiolog UGM: Isu Perempuan Jangan Hanya Muncul Jelang Pemilu

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Desember 2022
A A
isu perempuan mojok.co

Ilustrasi syrat suara (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sosiolog UGM Deshinta Dwi Asriani mengingatkan pentingnya pembahasan yang serius terkait isu-isu perempuan. Kendati demikian, ia meminta agar isu ini tidak dimunculkan hanya saat menjelang pemilu saja.

“Isu perempuan adalah isu bersama. Jangan sampai hanya digunakan untuk mendulang suara saat Pemilu,” kata Deshinta, Kamis (8/12/2022).

Dalam diskusi bertajuk “Menyuarakan Kepentingan Perempuan di Pemilu 2024”, dosen sosiologi ini menggarisbawahi bahwa partisipasi perempuan ke politik jangan hanya dilihat sebagai angka (praksis), tapi juga keterwakilan (ideologis). Dalam artian, partisipasi ini harus benar-benar menjadi wadah penyaluran aspirasi dan kepentingan perempuan.

Ia menilai, hari ini ada banyak narasi seputar gerakan kesetaraan perempuan yang telah dikomodifikasi untuk kepentingan politik semata. Maka, penting untuk melihat kembali sejauh mana isu perempuan ini dimaknai, dan bukan sekadar dimunculkan untuk kepentingan pragmatis saja.

“Saat menarasikan isu-isu perempuan, kita harus melihat kembali: apakah kita sedang benar-benar merayakan kemenangan perempuan atau sekadar komodifikasi?,” ujarnya, melempar pertanyaan retoris.

“Begitu juga perempuan. Hendaknya, upayanya masuk ke ranah politik juga didasari oleh dorongan yang sifatnya ideologis,” sambungnya.

Menurut Dosen Sosiologi ini, terdapat dua aspek yang dapat digunakan untuk memahami pentingnya perempuan masuk ke dunia politik. Dua aspek ini adalah secara teknis dan kultural.

Secara teknis, karena terdapat representasi perempuan yang tinggi dalam parlemen, proses pengambilan kebijakan dapat lebih adil. Selama ini, proses tersebut dianggap tak adil mengingat suara didominasi oleh laki-laki.

Sementara secara kultural, hadirnya suara perempuan dalam penyusunan kebijakan dapat menelurkan kebijakan yang lebih ramah perempuan. Hal ini mengingat perempuan sendiri yang menyuarakan aspirasi, kepentingan, dan perasaan mereka, bukan pihak laki-laki.

“Karena perempuan punya pengalaman yang berbeda dengan laki-laki, baik itu biologis ataupun budaya. Sehingga, ia perlu dihadirkan dalam ruang-ruang politik untuk menyampaikan kepentingannya sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Dikrektur Eksekutif Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta, Dina Mariana, juga menyoroti pentingnya isu perempuan dimunculkan dalam Pemilu 2024 mendatang.

Menurutnya, dalam setiap lini kehidupan, isu-isu yang dibahas tidak satupun yang tidak timpang gender. Maka, suara perempuan harus dihadirkan untuk mengatasi persoalan ini.

“Berbicara soal kedaulatan pangan, lingkungan, isu politik, sosial dan ekonomi, semuanya timpang gender. Isu-isu ini banyak didominasi oleh suara laki-laki,” ujar Dina.

“Padahal, kalau ditanya soal siapa yang punya peran strategis, jawabannya adalah perempuan,” sambungnya.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pasal Berbahaya dalam RKUHP: Bisa Kriminalisasi Perempuan

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2022 oleh

Tags: isu perempuanpartisipasi perempuansuara politik perempuan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Sebanyak orang bakal calon DPD asal DIY lolos verifikasi dari KPU DIY. Dua di antaranya adalah perempuan. MOJOK.CO
Kotak Suara

Dua Perempuan Masuk Daftar Bakal Calon Anggota DPD DIY

21 April 2023
perempuan muda
Kotak Suara

Alasan Perempuan Muda Jarang Muncul di Ruang Politik

22 Februari 2023
autobiography mojok.co
Podium

Teror Patriarki di Film Autobiography, yang Personal pun Politis

16 Januari 2023
partisipasi politik perempuan indonesia mojok.co
Kotak Suara

Tergolong Rendah, Partisipasi Politik Perempuan Indonesia Peringkat 7 di Asia Tenggara

2 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Wawancara beasiswa LPDP

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.