Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

LSM Perempuan Bisa Berperan Penting Siapkan Kandidat Potensial Pemilu, Bagaimana Caranya?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 Maret 2023
A A
aktivis dari LSM perempuan

Ilustrasi aktivis dari LSM Perempuan (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – LSM Perempuan sejak lama telah menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk belajar berorganisasi. Tak sampai di situ, sebenarnya ia juga dapat menjadi tempat bagi parpol dalam mendapatkan kader perempuan potensial untuk maju ke tahap politik elektoral. Bagaimana caranya?

Sejak lama, LSM Perempuan telah berperan penting dalam mendorong dan mempersiapkan perempuan sebagai sumber daya potensial untuk bersaing dalam Pemilu. Misalnya, di Indonesia ada Koalisi Perempuan Indonesia, Muslimat NU, hingga Aisyiyah yang siap menempa para perempuan dengan pendidikan politik.

Akan tetapi, menurut survei daring bertajuk Masyarakat Sipil Setara Gender (MSSG) yang terbit di Newsletter Gender dan Politik BRIN, sebanyak 57,81 persen LSM perempuan di Indonesia tidak mempersiapkan perempuan yang menjadi pengurus organisasinya untuk ikut menjadi bakal caleg di tingkat kabupaten, kota, provinsi, maupun nasional pada Pemilu 2024.

Selain itu, sebanyak 51,56 persen LSM lainnya juga tidak mempersiapkan perempuan anggota organisasinya untuk ikut menjadi bakal caleg tingkat manapun di kontes politik lima tahunan tersebut.

Bahkan, ketika ditanya apakah LSM perempuan tersebut membuat program khusus bersama mitra (lembaga nonpemerintah ataupun lembaga pemerintah) dan berlokaborasi dengan partai politik untuk menjaring perempuan bakal caleg, mayoritas menjawab “tidak”.

“64,06 persen menjawab ‘tidak’, dan hanya 29,69 persen yang menjawab ‘iya’,” tulis laporan itu, dikutip Kamis (2/3/2023).

Padahal, LSM bisa lahirkan politisi perempuan ideal

Hasil survei tersebut cukup disayangkan. Hal ini mengingat bahwa melalui LSM, sebenarnya politisi atau calon legislatif perempuan yang ideal dapat muncul. Ideal di sini diartikan sebagai politisi yang punya perspektif perempuan dan kesetaraan gender.

Menurut riset Kurniawati H. Dewi berjudul “Indonesian Women and Local Politics: Islam, Gender and Networks in Post-Suharto Indonesia” (2015), tiga perempuan kepala daerah yang memenangkan pilkada langsung pertama pada 2005, menunjukkan bahwa politikus perempuan yang lahir dari organisasi perempuan, cenderung lebih memiliki perspektif perempuan dan kesetaraan gender dalam kerja-kerja kepemimpinannya.

Selain itu, perempuan dari jejaring LSM juga memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan pemilu karena mereka dekat dengan akar rumput, seperti kelompok perempuan buruh, perempuan nelayan, perempuan petani, perempuan adat, dan sebagainya.

“Dengan demikian, itu menjadi modal kuat yang biasanya tidak dimiliki oleh caleg yang mengandalkan politik uang maupun yang berasal dari dinasti politik,” sebut Kurniawati.

Meski demikian, berkaca dari Pemilu 2019, menurut Kurniawati justru terjadi perpecahan di kalangan aktivis LSM perempuan di Indonesia. Perpecahan ini terjadi karena para aktivis perempuan jsutru secara terbuka menjadi bagian tim pemenangan kedua calon presiden kala itu, dan pada akhirnya menimbulkan polarisasi politik.

“Ditambah dengan tidak adanya figur yang mampu menyatukan kedua kubu,” tegas peneliti senior BRIN ini.

Apa yang perlu dilakukan?

Supaya perpecahan pada 2019 tidak terjadi lagi, menurut Kurniawati ada tiga hal yang harus dilakukan untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Dalam paparannya di The Conversation, upaya pertama adalah konsolidasi nasional LSM perempuan.

LSM perempuan, kata Kurniawati, perlu melakukan sinergi dan konsolidasi nasional guna memperkuat soliditas antarjaringan. Upaya ini, sebaiknya juga difasilitasi oleh lembaga yang netral dan tidak memiliki kepentingan.

Iklan

Kedua, lanjutnya, LSM perempuan perlu memperkuat kolaborasi dengan partai politik (parpol). Kurniawati menyadari, bahwa memang ada dua jenis keyakinan yang dipegang oleh LSM perempuan terkait interaksi dengan parpol.

Di satu sisi, ada LSM perempuan yang meyakini bahwa bersinergi dengan parpol adalah cara paling efektif untuk mempromosikan kepentingan perempuan, karena perubahan harus dilakukan dari dalam sistem.

Namun, di sisi lain, ada juga LSM yang percaya bahwa perubahan yang sesungguhnya hanya dapat dilakukan dari luar sistem parpol, karena keterlibatan di dalamnya hanya akan melegitimasi dan memperkuat relasi kuasa patriarki.

“Namun demikian, bagaimanapun juga partai politik tetap menjadi pintu masuk utama dalam proses pencalonan kandidat legislatif,” jelas Kurniawati.

Sementara yang ketiga, LSM perempuan bersama dengan parpol perlu menyiapkan dukungan guna membantu kaderisasi perempuan yang memiliki potensi untuk maju ke ranah politik.

“Misalnya, dengan memanfaatkan dana bantuan keuangan partai politik (banpol) untuk program pengembangan potensi perempuan di LSM,” jelasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Jangan Terlewat, Hibah Pundi Perempuan Masih Dibuka hingga 8 Maret 2023

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2023 oleh

Tags: aktivis perempuancaleg perempuanLSMLSM perempuanPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 tips bagi yang pertama kali mudik naik pesawat dan cara dapat promo tiket murah MOJOK.CO

Tips 5 Persiapan bagi Orang yang Pertama Kali Mudik Naik Pesawat dan Dapat Promo Tiket Murah

18 Februari 2026
Anak yang dicap gagal penuhi standar sukses justru paling tulus merawat orang tua. Anak yang sok sibuk dan dibilang sukses malah jadi yang paling berisik soal warisan MOJOK.CO

Anak yang Dicap Gagal Justru Paling Tulus dan Telaten Rawat Ortu, Anak yang Katanya Sukses cuma Berisik Rebutan Warisan

13 Februari 2026
Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026
Seni Merasa Bodoh sebagai WNI: Saat Coretax Gagal Mengenali Anak Istri Saya, Negara Malah Menyuruh Clear Cache MOJOK.CO

Seni Merasa Pintar sebagai WNI: Menaklukkan Coretax Cukup dengan Clear Cache dan Incognito Window

13 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.