Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Eva Kusuma Sundari Ungkap Alasan di Balik Tumpulnya Kebijakan Pro Perempuan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
30 Januari 2023
A A
eva sundari parpol

Ilustrasi politisi perempuan Eva K Sundari (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – Politisi perempuan Eva Kusuma Sundari menyebut, bahwa parpol memegang peran krusial dalam menentukan arah kebijakan politik di Indonesia. Bahkan, alasan mengapa masih minim kebijakan yang pro perempuan, juga disebabkan oleh partai politik itu sendiri.

Pernyataan itu ia sampaikan di podcast Nagara Institute yang tayang di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored. Dalam perbincangan tersebut, eks anggota DPR ini mengatakan bahwa kebijakan partai politik adalah faktor utama dalam politik elektoral.

Misalnya, kata Eva, dari yang paling sederhana saja, yakni penentuan siapa caleg yang bakal melenggang ke parlemen. Menurutnya, dalam hal ini nama-nama tersebut sejatinya sudah ditentukan oleh internal parpol.

Dengan demikian, politik kepentingan akan sangat berpengaruh dalam partai. Bahkan, bisa jadi nama-nama yang kompeten akhirnya gagal menjadi anggota legislatif karena “tidak diinginkan parpolnya”.

“Simple-nya, jika menghendaki caleg buat terpilih, partai politik akan memberi nomor urut yang bagus. Sebaliknya, jika tidak menghendaki [untuk menang] maka akan diberi nomor jelek,” ungkap Eva Kusuma Sundari, dikutip Senin (30/1/2023).

Sebagai informasi, berdasakan riset Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), 68 persen anggota DPR terpilih dari nomor urut 1 sampai 3. Penelitian itu sekaligus menegaskan bahwa nomor urut masih jadi faktor kunci kemenangan anggota dewan.

“Kamu mau kerja sampai kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki, enggak bakal berpengaruh kalau partai tidak berkehendak. Karena partai main player di setiap perhelatan pemilu. Presiden saja ditentukan oleh partai, apalagi caleg,” ungkapnya.

Kondisi tersebut pun cukup ia sayangkan, karena memungkinkan beberapa politisi nirkompeten untuk melenggang ke parlemen. Akibatnya, jika merujuk ke kebijakan yang menyorot ke isu-isu perempuan, ini menjadikannya semakin sulit terealisasi.

Salah satunya, sebagaimana ia contohkan, adalah menyoal UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) yang selama ini masih mandeg. Eva punya alasan mengapa aturan yang selama ini ia perjuangkan itu masih saja mandeg, sementara di sisi lain UU Cipta Kerja malah dikebut.

Baginya, ini adalah akibat dari kebijakan partai yang justru menempatkan nama-nama pengusaha dalam jajaran orang yang terpilih di parlemen. Berdasarkan data yang ia himpun, 48 persen anggota DPR adalah pengusaha.

Alhasil, “alam bawah sadar” para anggota dewan pun bakal lebih memprioritaskan regulasi yang pro pengusaha ketimbang aturan pro perempuan. Sebagai gambaran, kata Eva, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) butuh delapan tahun untuk disahkan, UU PPRT mandeg hampir dua dekade; tapi UU Cipta Kerja yang tebalnya 1.000 halaman disahkan “dalam semalam”.

Selain itu, karena parpol cenderung menempatkan laki-laki sebagai anggota legislatif pilihan mereka, bikin kesetaraan juga sulit terwujud. Hasilnya, terlihat dari indeks ketimpangan gender di Indonesia, yang makin hari makin terpuruk dan makin menyisihkan perempuan dari arena politik.

“Pemegang otoritas itu partai. Jadi kalau partai itu reformis, progresif, demokrasi akan lebih baik. Tapi jika tidak, oligarki yang bakal dihasilkan,” sebutnya.

“Masyarakat bisa memilih. Tapi yang menentukan siapa yang masuk DPR itu partai,” tegas Eva.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Jokowi Desak RUU PPRT Disahkan, Mandek 19 Tahun Lamanya

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: eva k sundarieva sundariparpolPartai PolitikPemilu 2024politisi perempuanRUU PPRT
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Feri Amsari: Partai Politik Adalah Masalah Terbesar Bagi Demokrasi Kita
Video

Feri Amsari: Partai Politik Adalah Masalah Terbesar Bagi Demokrasi Kita

1 Juni 2025
Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP
Video

Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP

20 Mei 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.