Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Panda Cai Tao dan Hu Chun dan Kebangkitan Komunis di Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
2 Oktober 2017
A A
170902 Panda Cai Tao Hu Chun

170902 Panda Cai Tao Hu Chun

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selamat datang di Indonesia, Cai Tao dan Hu Chun!

Siapa mereka? Tenang, mereka bukan anggota baru F4. Dan Cai Tao lebih lebih mirip Arman Dhani daripada Tao Ming Tse. Mereka adalah panda raksasa istimewa dari China.

Saking istimewanya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya sampai unboxing sendiri hadiah, eh, pinjaman dari pemerintah RRC tersebut. Ya ampuuun, Hu Chun chubanget ya Allah …. Dua makhluk endut imut-imut ini merupakan bagian dari diplomasi China dengan Indonesia. Sejak 1950, China memang aktif melakukan Diplomasi Panda, yakni memberi hadiah panda kepada negara-negara yang mereka anggap sebagai cem-ceman.

Setelah Menteri Siti, di Taman Safari Indonesia giliran anak-anak berseragam SD dan Pramuka menyambut Cai Tao dan Hu Chun. Dengan mengenakan topi bergambar panda dan mengibarkan bendera kecil merah putih, mereka berbaris rapi di pinggir jalan pintu masuk Taman Safari.

Seperti biasa, bukan netizen namanya kalau tidak berkomentar. Netizen pun riuh rendah menyambut kedatangan dua makhluk ginuk-ginuk menggemaskan itu. Dan, ya, karena sedang panas-panasnya isu komunis, Cai Tao dan Hu Chun yang tak tahu apa-apa juga kena cap komunis. Berikut rangkuman kami, langsung dari Chengdu, China.

***

Zed Abidien: Dua panda dari China itu bernama Cai Tao dan Hu Chun. Nanti, setelah punya rumah baru di Taman Safari Bogor, nama panda Cai Tao akan diubah menjadi Tao Fik. Konon, pemerintah China mengizinkan panda tersebut diberi nama Indonesia asal namanya mirip dengan nama sebelumnya. Dua panda tersebut dipinjamkan ke pemerintah Indonesia selama sepuluh tahun.

Gusjur Mahesa: China tanggal 28 September bikin gerakan. Sebut saja G 28 S. Yaitu dengan menyusupkan dua panda di Taman Safari Bogor. Kok orang pada diem aje? Ini bahaya. Kuda troya. Dan katanya, sengaja dua panda itu akan diternakkan di sini, dikembangbiakan di negara ini. Ini bahaya. Panda itu bisa menyusup memasukan ajaran komunis pada penghuni Taman Safari lainnya. Awas! Hati-hati! Bahaya komunis akan muncul dari Taman Safari!

Eko Kuntadhi: Rupanya pemerintah ini benar-benar pro-komunis. Bayangkan, di tengah protes yang gencar soal kebangkitan PKI, ada pihak yang mendatangkan dua ekor panda dari RRC ke Indonesia.

Mereka mungkin bisa berdalih, ini cuma panda. Tapi, kita harus berpikir lebih cerdas. Jangan sampai ditipu permainan kotor pemerintah. Mau panda kek, mau bunda kek, kita nggak peduli. Komunis tetap komunis.

RRC itu negara komunis. Ingat kan blok yang dulu ingin dibangun PKI, Jakarta—Moskow—Peking. Di Indonesia sudah ada beruang es asal Rusia, kini didatangkan lagi panda dari China. Nah, jika mereka bertemu komodo, bukankah tandanya blok itu ingin dihidupkan kembali?

Kita selama ini sudah susah payah membangun bangsa yang beragama. Lihat saja, sejak dulu ayam jantan bangun subuh. Buat apa dia bangun pagi-pagi buta kalau nggak sembahyang? Kalau panda-panda yang (pasti!) ateis ini dicampurkan dengan hewan-hewan kita, apa nggak mungkin mereka jadi komunis juga?

Bukan hanya ajaran komunis yang akan dibawa panda-panda itu. Asal kalian tahu, dua panda itu adalah sepasang kekasih, namanya Cai Tao dan Hu Chun. Ini gila. Pemerintah tidak menjelaskan status mereka, apakah sudah resmi menikah atau sekadar “kumpul panda”?

Apa kita mau generasi muda hewan-hewan kita berperilaku mirip panda itu? Hubungan asmara yang tidak diikatkan dalam tali perkawinan yang sah? Ini merusak moral hewan-hewan di Taman Safari kita. Sudah komunis, ateis, seks bebas lagi. Ini jelas jalan untuk menghancurkan moral generasi milenial.

Iklan

Sekarang memang cuma dua ekor panda. Berikutnya akan datang lagi sepuluh juta panda ilegal ke Indonesia. Jelas sekali agenda yang terstruktur dan masif untuk menguasai Indonesia.

Kenapa pemerintah tidak sensitif sedikit? Kalau mau datangkan panda, pilihlah yang asal-usulnya jelas. Bukan dari negara komunis. Kan panda bisa didatangkan dari Arab Saudi atau negara Timur Tengah lainnya. Kenapa harus dari China?

Kemarin survei SMRC menyatakan bahwa lebih dari 85% rakyat Indonesia tidak percaya kebangkitan komunis itu benar ada. Nah, ini lagi, tipu-tipu sok intelek. Survei itu hanya untuk melegitimasi kedatangan panda dari RRC. Kita harus waspada.

Pertanyaan kita, mengapa SMRC tidak menyurvei opini warga Taman Safari yang bakal bertetangga dengan panda-panda itu? Saya yakin, warga di sana percaya dengan kebangkitan komunis.

Kalau mau disurvei, saya yakin mayoritas mereka yang akan jawab komunis sedang bangkit akan jauh lebih tinggi persentasenya dari simpatisan PKS dan Gerindra.

Kalau mau memaksakan panda-panda itu hidup di Taman Safari kita, suruh mereka nonton film G 30 S/PKI. Suruh mereka merasakan penderitaan jenderal yang dibunuh. Suruh mereka menghayati kata-kata, “Darah itu merah, Jenderal!” Mereka pasti akan kaget, ajaran komunis mereka sudah terdeteksi di layar tancap.

Kita ini bangsa beragama. Kita menolak segala sesuatu yang berbau komunis, marxis, leninis, ataupun pandais. Satu-satunya panda yang bisa kita tolerir kehadirannya cuma Po! Panda anak dari bebek pedagang mi!

Sementara panda-panda lain, meskipun cuma hewan, tetap saja komunis. Sama seperti patung Pak Tani. Meski cuma patung, tetap saja dia komunis. Dan komunis harus diberantas!

 

***

Nih, buat bonus. Daripada komunis-komunisan terus …. :'(

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2017 oleh

Tags: Cai TaoChinaDiplomasi PandaHu ChunPandaPanda Raksasa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jawa Tengah dan Fujian China kerja sama untuk penguatan sektor kelautan dan perikanan MOJOK.CO
Kilas

Kerja Sama Jawa Tengah dan Fujian China, Kuatkan Sektor Kelautan dan Perikanan

24 Juni 2025
Video

Siauw Giok Tjhan: Memperjuangkan Tionghoa dan Kebijakan Ekonomi Tanpa Diskriminasi

18 September 2022
Novi Basuki: Putcast Terlama! Membongkar Agenda Tiongkok di Indonesia!
Video

Novi Basuki: Putcast Terlama! Membongkar Agenda Tiongkok di Indonesia!

25 Juli 2022
lockdown china mojok.co
Luar Negeri

Jadi Penyebab Klaster Covid, Sebuah Bar di China Terancam Pidana

16 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.