Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Alasan Warga Jogja Masih Banyak Minum Air dari Sumur yang Tercemar E Coli

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
2 Mei 2023
A A
air sumur mojok.co

Ilustrasi sumur (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak warga Jogja yang masih mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk konsumsi harian. Padahal belum lama ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menyampaikan temuan bahwa hampir semua sumur di wilayahnya tercemar bakteri E coli dan NO3 (nitrat).

Penyebab pencemaran E Coli pada sumur di Jogja salah satunya akibat padatnya permukiman yang membuat jarak antara sumur dengan septic tank terlalu dekat. Selain itu kandungan nitrat juga bisa berasal dari septic tank.

“E coli ini cemaran dari septic tank yang merembes sampai permukaan air sumur, begitu juga nitrat bisa karena septic tank atau sampah,” jelas Kepala UPT Laboraturium Lingkungan DLHM Jogja, Sutomo, Sabtu (29/4) lalu pada media.

UPT Laboraturium Lingkungan DLH Jogja menemukan bahwa warna, rasa, dan bau dari air di Jogja yang merupakan indikator fisika air sumur cukup baik. Namun jika dilakukan pengecekan dengan indikator kimia terdapat kandungan NO3 sedangkan dari indikator mikrobiologi terdapat E Coli yang cukup tinggi.

Sutomo menerangkan, pencemaran itu sudah terjadi hampir di seluruh sumur air di Jogja.  “Hampir semua sumur ada. Ada yang tidak namun jumlahnya sangat sedikit,” papar Sutomo.

Konsumsi air sumur di permukiman padat

Di Jogja, terdapat sejumlah permukiman yang tergolong padat. Salah satunya yakni Kampung Jogoyudan, Gowongan, Jetis. Kampung ini terletak di pinggir Kali Code dan di sisi lainnya berdiri sejumlah hotel.

Ketua RW 9 Kampung Jogoyudan, Suparno, menerangkan terdapat satu sumur menjadi sumber air utama bagi sekitar 30 kepala keluarga di wilayahnya. Termasuk untuk kebutuhan sebuah masjid di kampung tersebut.

“Itu E Coli-nya sebenarnya cukup tinggi. Dulu setiap tiga bulan sekali ada pengecekan tapi akhir-akhir ini jarang,” ujar Suparno pada Selasa (2/5).

Menurutnya, sejak pandemi belum pernah ada lagi pengecekan terkait sumur di wilayah RW 9 tempatnya. Ia berharap ada pengecekan kembali.

Suparno mengaku masih ada sejumlah warga yang memasak air sumur yang untuk kebutuhan minum harian. “Ada yang pakai air mineral galon. Yang memasak air sumur masih sekitar 40 persen,” paparnya.

Menurutnya, faktor ekonomi jadi salah satu alasan mengapa sebagian warga masih memilih merebus air dari sumur ketimbang membeli air mineral galon. Namun, hingga kini Suparno mengaku belum menemukan keluhan warga terkait dampak dari konsumsi air tersebut.

“Sejauh ini juga belum pernah si mas disurvey baik sama pengurus maupun puskesmas terkait dampaknya pada warga,” ujarnya.

Puskesmas Jetis sebagai layanan kesehatan terdekat belum bersedia dimintai keterangan terkait dampak kondisi air sumur terhadap warga. Pihak Puskesmas menyarankan untuk menghubungi pejabat di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Terkait kondisi air Dinas Kesehatan juga menyarankan untuk berkoordinasi dengan DLH.

Dampak E coli dan Nitrat bagi kesehatan

Melansir dari Klikdokter, bakteri E coli dapat menyakibatkan sejumlah penyakit seperti diare. Pada kasus yang parah, bakteri ini dapat mengakibatkan infeksi usus, infeksi saluran kemih, hingga meningitis.

Iklan

Namun gejala akiba E coli dapat berbeda-beda pada setiap orang. Gejala paling banyak yakni diare, perut kram, hingga muntah-muntah.

Sementara itu, kandungan nitrat pada air juga mengakibatkan dampak buruh bagi kesehatan. Melansir jurnal Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, Ahli Hidrogeologis UGM, Dr Heru Hendrayana menerangkan nitrat yang masuk ke tubuh bisa mengakibatkan penyakit baby blue bagi bayi.

“Efek jangka panjang (20-30 tahun) bagi mereka yang sering minum air mengandung nitrat adalah sesak napas,” katanya.

Cara terbaik untuk menghindari nitrat, menurut Heru adalah menjaga sanitasi lingkungan. Penting bagi masyarakat untuk menghindari minum dari air tanah dangkal kurang dari 15 meter dan sumur yang berdekatan dengan septic tank.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kasus Covid-19 di DIY Naik Tajam dan tulisan menarik lainnya di kanal Kilas

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2023 oleh

Tags: airair jogjaair sumursumursumur jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

bakteri e-coli ada di sumur di Jogja
Kilas

Sumur di Jogja Mengandung Bakteri E-Coli, Masyarakat Diimbau Olah Air dengan Benar

16 Agustus 2022
world water forum mojok.co
Kilas

Persiapan Dua Tahun, Indonesia Dipercaya Gelar Forum Air Dunia 

11 Agustus 2022
Hikayat-2019 - Mojok.co
Esai

Air adalah Salah Satu Alasan Islam Ada

2 Juni 2019
Kilas

Klaim Menyesatkan Kangen Water

26 November 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.