Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Politik

Rombongan Warga Jogja Gelar Aksi Prihatin di Makam UGM, Tuding Pratikno Operator Kerusakan Demokrasi

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 Agustus 2024
A A
aksi di makam ugm tuding pratikno rusak demokrasi.MOJOK.CO

Paguyuban Kawruh Budaya Ngayogyakarta saat aksi (Dok. Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Makam Keluarga Besar UGM, sekelompok warga yang menamakan diri Kawruh Budaya Ngayogyakara gelar ritual dan aksi keprihatinan. Mereka menuding Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, sebagai operator kerusakan demokrasi Indonesia.

Anggota Kawruh Budaya Ngayogyakarta menggelar aksi tersebut pada Rabu (28/8/2024). Mereka datang ke Makam UGM yang terletak di Sawitsari, Caturtunggal, Sleman, mengenakan pakaian tradisional, membawa sesaji, dan foto Pratikno yang dipigura.

“Ini menjadi protes keras negeri ini, terutama karena kerusakan demokrasi yang luar biasa. Kami sebagai orang jogja yang berbudaya maka ingin protes dengan cara berbudaya,” ujar Agus Sunandar, Koordinator Paguyuban Kawruh Budaya Ngayogyakarta.

Agus berpendapat, posisi Pratikno sebagai tangan kanan Presiden Jokowi, membuatnya punya andil banyak pada situasi demokrasi Indonesia beberapa waktu belakangan. Situasi yang dianggap mengalami kemerosotan dengan maraknya praktik politik dinasti.

Ritual ini mereka gelar sebagai perwujudan kecintaan kepada NKRI. Seperti kata Desmond Tutu, seorang rohaniawan, kulit hitam, asal Afsel, yg mengatakan, “Jika kita netral dalam situasi ketidakadilan, maka kita telah memilih berada dipihak penindas,” tambah Agus.

Ia melihat orang-orang kritis pun dihadang atas nama undang-undang. Bahkan etika, moral, norma dan budaya demokrasi semakin jauh karena keserakahan diri para elit.

“Karenanya untuk mencegah kerusakan demokrasi yg lebih parah, maka mereka datang ke tempat [pemakaman dosen UGM] ini yang didalamnya bersemayam tokoh-tokoh nasionalis, penjaga demokrasi dan kaum intelektual. Kami mengadu, berkeluh kesah atas kerusakan demokrasi di negeri ini,” tandasnya.

Kronologi aksi di Makam UGM

Rangkaian aksi ritual ini diawali dengan kirab. Ada tiga personel yang membawa uba rampe berisi kembang dan dupa, kemudian diikuti beberapa orang di belakangnya sebagai pengiring.

Rombongan lalu berdoa dan merenung selama kurang lebih 20 menit di makam Prof Koesnadi Hardjasoemantri, yang merupakan mantan Rektor UGM. Selama aksi, salah satu peserta tampak membawa sebuah figura foto bergambar Pratikno.

Pada foto itu terdapat tulisan kalimat “Kembalilah Prof ke Jalan Yang Benar”. Menurut Agus, tulisan itu sebentuk cara untuk mengingatkan tokoh UGM diduga sebagai salah seorang yang memiliki andil besar atas kerusakan demokrasi di Indonesia saat ini.

“Dulu kami memandang Pratikno sebagai tokoh nasionalis yang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi negeri, tapi belakangan muncul dugaan beliau adalah operator kerusakan demokrasi di negeri ini,” pungkas Agus.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Aly Reza

BACA JUGA Mengadili Jokowi dan Prabowo di Jogja, “Kepala Tirani” Terpenggal hingga Jatuh di Kaki Barisan Polisi

Iklan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2024 oleh

Tags: Jogjamakam ugmPratiknorektor ugmUGM
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur.MOJOK.CO
Urban

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)
Sehari-hari

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak Indonesia bicara soal isu perkawinan anak dan kekerasan di forum dunia. MOJOK.CO

Anak-anak Indonesia Muak Dipaksa Kawin tapi Jarang Didengar, Kini Kesal dan Mengadu ke Forum Dunia

8 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia MOJOK.CO

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

7 Mei 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok

6 Mei 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.