Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Cerita Lulusan Agribisnis: Jurusan ‘Nanggung’ yang Bikin Dilema

Kenia Intan oleh Kenia Intan
10 Maret 2023
A A
jurusan agribisnis mojok.co

Ilustrasi petani (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jurusan agribisnis disebut-sebut sebagai jurusan yang nanggung. Jurusan yang mempelajari pertanian dan bisnisnya ini katanya kurang mendalam. Benarkah demikian?

Seseorang yang karirnya tak linear dengan jurusan yang ia ambil saat kuliah bukan hal baru. Tapi selalu menarik untuk kita simak ceritanya. Mojok ngobrol dengan dua lulusan agribisnis yang saat ini bekerja jauh dari dunia pertanian. Ada Kinda (25) seorang copywriter dan Iradat (28) seorang admin media sosial.

Terjun ke dunia copywriting setelah lulus kuliah bukanlah rencana awal Kinda. Sesungguhnya ia ingin melanjutkan sekolah ke program pascasarjana. Namun karena satu dan lain hal, Kinda harus bekerja terlebih dahulu.

Sayangnya, jurusan agribisnis yang serba “nanggung” membuatnya tertolak dari pekerjaan-pekerjaan yang linear dengan jurusannya. Hingga akhirnya ia banting stir berkarir sebagai copywriter yang notabene jauh dari ilmu pertanian. Walau jauh dari bidang pertanian, Kinda merasa masih ada ilmu-ilmu di bangku kuliah yang masih bisa ia manfaatkan seperti ilmu manajemen, pemasaran, dan komunikasi.

“Di agribisnis itu serba nanggung, ilmu yang dipelajari bermacam-macam tapi dikit-dikit (tidak mendalam-red),” cerita Kinda kepada Mojok. Ia membandingkan dengan jurusan lain di Fakultas Pertanian seperti agronomi dan ilmu tanah yang lebih spesifik ilmunya.

Jurusan agribisnis yang ‘nanggung’

Menurut Kinda jurusan agribisnis yang serba “nanggung” itu sebenarnya dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, lulusannya bakal punya banyak saingan dari jurusan lain ketika mendaftar pekerjaan yang linear dengan agribisnis. Kedua, ada banyak pekerjaan yang bisa ia masuki walau tidak ada kaitannya dengan pertanian sekalipun.

Sisi pertama muncul atas pengalamannya mendaftar suatu pekerjaan yang linear dengan jurusan agribisnis. Namun, posisi itu ternyata juga terbuka bagi lulusan ilmu komunikasi, manajemen, administrasi bisnis, dan akuntansi. Hanya pekerjaan sebagai penyuluh pertanian yang persaingannya dengan jurusan-jursan lain tidak terlalu ketat.

Sisi kedua berkaca dari apa yang ia alami saat ini. Keberagaman ilmu yang ia pelajari di agribisnis membuka peluang kerja yang lebih luas di luar bidang pertanian. Kondisi ini biasanya menjadi alternatif bagi mereka yang tersingkir dari pekerjaan-pekerjaan yang linear.

Sementara itu, jurusan yang “nanggung” ini dipandang berbeda oleh Iradat (28). Berkat jurusan agribisnis yang mempelajari banyak hal, ia bisa memperoleh mata kuliah desain komunikasi pertanian. Satu-satunya mata kuliah yang cukup berguna di pekerjaannya saat ini.

“Di mata kuliah itu kudu desain dan bersinggungan dengan ranah-ranah kreatif. Itu masih kepakai pas bikin konten,” kata Iradat yang saat ini bekerja di bidang media sosial.

Melihat kembali perjalanannya setelah lulus kuliah, pilihan Iradat menjadi admin media sosial bukan karena terpaksa. Ia memang senang dengan bidang-bidang kreatif. Kesenangan ini mulai ia rasakan ketika sudah duduk di bangku kuliah. Oleh karena itu, setelah lulus ia memutuskan tidak akan menggeluti karir di bidang pertanian.

Iradat tahu ia tidak sendiri. Ada beberapa temannya yang akhirnya bekerja tidak di bidang pertanian. Sejauh pengetahuannya, kebanyakan temannya yang melanjutkan pekerjaan di bidang yang linear dengan agribisnis adalah mereka yang sudah memiliki “modal”. Maksudnya, mereka memang memiliki tanah yang bisa diolah di kampung halaman ataupun orang-orang di lingkungan sekitar banyak yang bekerja di bidang pertanian.

Mempertimbangkan jurusan lain

Andai saja Iradat menyadari terlebih dulu bahwa minatnya berada pada dunia kreatif, ia tidak akan mengambil jurusan agribisnis. Ia mungkin akan masuk jurusan lain yang bersinggungan dengan dunia kreatif seperti periklanan.

Perenungan itu menggiringnya pada sebuah catatan, SMA atau sederajat perlu menggencarkan sosialisasi seputar pemilihan jurusan. Termasuk pengenalan terhadap minat dan bakat siswanya. Saat ia di tingkat akhir SMA hal semacam itu kurang menjadi perhatian, ujung-ujungnya memilih jurusan hanya berdasar common sense. Pilihan agribisnis misalnya, hanya berdasar pemikiran bahwa persoalan pangan tidak akan pernah ada habisnya dalam kehidupan sehingga lapangan kerjanya akan luas.

Iklan

Seperti Iradat, Kinda sebenarnya tidak begitu memahami jurusan agribisnis. Ia memang tertarik pada dunia pertanian, tetapi lebih ke teknologi industri pertanian atau agroindustrinya. Sayangnya ia tidak lolos ke jurusan itu saat seleksi penerimaan mahasiswa baru, sehingga akhirnya masuk ke agribisnis.

Pertimbangan yang akhirnya membuat Kinda tetap mantap masuk jurusan itu karena agribisnis masih dalam Fakultas Pertanian. Di samping itu ia juga tertarik pada bidang ekonomi, termasuk bisnis. Berdasar pemahamannya pada saat itu, mempelajari pertanian dipadu dengan bidang sosial-ekonomi akan menjadi pengalaman kuliah yang menarik.

Hanya saja setelah menjalani perkuliahan, Kinda merasa apa yang ia pelajari di jurusan tersebut serba tanggung. Oleh karenanya, apabila bisa mengulang waktu, Kinda tidak akan mengambil jurusan agribisnis. Kalaupun masih di Fakultas Pertanian ia akan mengambil jurusan-jurusan yang lebih spesifik seperti agroteknologi atau teknologi industri pertanian. Kalau boleh memilih fakultas lain, dia akan mencoba Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jurusan manajemen.

Penulis: Kenia Intan
Editor Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Suara Hati Lulusan Jurnalistik: Kuliahnya sih Menyenangkan, tapi…

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2023 oleh

Tags: jurusanjurusan agribisnisjurusan pertanianMahasiswapertanian
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO
Edumojok

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh Petani adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani MOJOK.CO
Esai

Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani

2 Maret 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.