Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Museum Soeharto di Dusun Kemusuk, Mengenang Soeharto di Tempat Kelahirannya

Kenia Intan oleh Kenia Intan
7 September 2023
A A
Museum Soeharto: Merekam Jejak Soeharto di Dusun Kemusuk MOJOK.CO

Museum Soeharto: Merekam Jejak Soeharto di Dusun Kemusuk (gregahmuseum.jogjaprov.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Museum Soeharto atau Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto berada di Dusun Kemusuk. Di museum yang terletak 11 km dari pusat Kota Jogja itu kalian bisa menyimak perjalanan hidup Soeharto di tanah kelahirannya. 

Ada banyak museum di Jogja, salah satunya Museum Seoeharto. Museum seluas 3.620 meter persegi itu berdiri di dusun tempat kelahiran Soeharto. Tepatnya di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, DIY.

Museum Soeharto terdiri atas tiga bangunan yakni pendopo, ruang diorama, dan masjid kecil. Saat masuk ke area museum, pengunjung akan disambut dengan patung besar Soeharto. Patung perunggu Soeharto setinggi tiga meter itu adalah karya dari seniman Edhi Sunarso.

Patung Soeharto bersebelahan dengan batu besar sebagai prasasti peresmian museum. Adapun Museum Soeharto belum lama berdiri, baru diresmikan pada 8 Juni 2013. Sengaja dipilih tanggal tersebut agar sama dengan kelahiran Soeharto yakni 8 Juni 1921.

Setelah melewati patung dan prasasti, pengunjung akan memasuki pendopo yang berisi multimedia perjuangan Soeharto dan buku elektronik. Koleksi lebih lengkap terpajang di ruang diorama yang terletak di belakang pendopo. Ruangan itu menyajikan instalasi roll film yang berisi dokumentasi visual bergerak. Salah satu dokumentasi di ruangan itu mengenai Soeharto ketika melakukan koordinasi dengan Jenderal Sudirman ketika Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949.

Asal tahu saja, saat SO 1 Maret 1949 terjadi, Soeharto menjabat sebagai Komandan Brigade 10/Wehrkreise III. Soeharto memimpin pasukannya untuk menyerang Ibukota Yogyakarta yang berada dalam genggaman Belanda. Pada saat itu, Markas Wehrkreise III yang terletak di Bantul merupakan yang paling dekat dengan pusat kota. Oleh karena itu, pasukan Soeharto diminta untuk menyerang kota, sasaran utamanya sepanjang Malioboro. Tidak sendiri, saat melakukan penyerangan itu unit-unit lain ikut mendukung.

Cerita kelam Dusun Kemusuk

Tidak hanya menjadi saksi kelahiran Presiden ke-2 Republik Indonesia. Banyak kisah terjadi di Dusun Kemusuk, salah satunya saat Agresi Militer Belanda. Melihat peran Soeharto dalam perlawanan terhadap Belanda, tentara Belanda kemudian mencari-cari Soeharto dan keluarganya di Dusun Kemusuk. Tentara Belanda menggeledah rumah-rumah dan menginterogasi penduduk setempat. Selain ingin mengetahui keberadaan Soeharto, mereka juga ingin menggali informasi mengenai pasukan gerilya.

Pada saat itu, Kemusuk dan dusun-dusun di sekitarnya memang banyak membantu penyerangan pada Belanda dengan membentuk laskar perjuangan. Dusun Kemusuk dan sekitarnya juga menjadi markas dan basis pertahanan para pejuang gerilya.

Geram tidak kunjung mendapatkan yang diinginkan, tentara Belanda kemudian menembak setiap laki-laki yang ditemui di Kemusuk. Tercatat 23 orang tewas, salah satunya kepala keamanan Joyo Wigeno yang enggan membocorkan tempat persembunyian keluarga Soeharto. Itu terjadi pada Januari 1949.

Korban yang berjatuhan kian bertambah ketika Belanda kembali menyerang desa ini setelah SO 1 Maret. Setidaknya ada 202 orang tewas, 62 orang di antaranya anggota Brimob yang saat itu berada di Kemusuk. Ayah tiri Soeharto bernama Atmopawiro termasuk menjadi korban dalam penyerbuan tersebut. Atmopawiro inilah yang sering mengajak sosok Soeharto kecil ke sawah. Soeharto kecil sangat senang mencari belut ketika ayah tirinya membajak sawah.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Menelusuri Jejak Masa Kecil Soeharto di Wonogiri
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 September 2023 oleh

Tags: Dusun KemusukMuseum SoehartoSoeharto
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Nasib buruh usai Marsinah jadi pahlawan nasional. MOJOK.CO
Ragam

Suara Hati Buruh: Semoga Gelar Pahlawan kepada Marsinah Bukan Simbol Semata, tapi Kemenangan bagi Kami agar Bebas Bersuara Tanpa Disiksa

12 November 2025
Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional MOJOK.CO
Ragam

Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional. Sejarawan: Pragmatis dan Keliru

11 November 2025
Suara Marsinah dari Dalam Kubur: 'Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku'.MOJOK.CO
Ragam

Suara Marsinah dari Dalam Kubur: ‘Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku’

10 November 2025
Alasan Soeharto tak layak dapat gelar pahlawan, referensi dari buku Mereka Hilang Tak Kembali. MOJOK.CO
Aktual

Buku “Mereka Hilang Tak Kembali”, Menyegarkan Ingatan bahwa Soeharto Tak Pantas Dapat Gelar Pahlawan, tapi Harus Diadili

1 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.