Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Momentum Hilangkan Stigma Negatif pada ODGJ

Mutiara Tyas Kingkin oleh Mutiara Tyas Kingkin
11 Oktober 2022
A A
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Ilustrasi kesehatan mental. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hari Kesehatan Mental Sedunia jadi momentum untuk hilangkan stigma negatif pada ODGJ. Sejatinya mereka tetaplah manusia yang memiliki derajat seperti kita.

Tiap tanggal 10 Oktober kita memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Tahun ini, Hari Kesehatan Mental Sedunia bertema ‘Make mental health & well-being for all a global priority.’

Saat ini banyak orang sudah mulai melek akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Terlebih untuk menghadapi tantangan dan perubahan zaman seperti saat pandemi Covid-19 melanda. Banyak campaign yang digaungkan untuk peduli akan kesehatan mental.

Meski sudah banyak campaign yang berjalan, namun masih ada fakta yang membuat miris mengenai masih stigma negatif yang diberikan kepada orang dengan kondisi masalah mental tertentu. Seperti yang sering marak terdengar tentang stigma negatif pada Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ.

Menurut Undang-undang No 18 Tahun 2014 tentang kesehatan Jiwa, ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pola pikir, perilaku, dan perasaan yang termanifesti dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

ODGJ sering kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Bahkan pihak keluarga sendiri sering menganggapnya seperti ‘aib’ yang harus dibuang jauh-jauh. Padahal sejatinya, mereka tetaplah manusia yang memiliki derajat seperti kita. Stigma-stigma yang melekat pada ODGJ seperti kotor, bau, menakutkan, beban, dan masih banyak lagi, membuat mereka semakin terasingkan dan terhambat dalam proses pemulihannya.

Senda Firanda, S.Psi, seorang Staff Seksi Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras DIY mengatakan, “penyebab utama stigma terhadap ODGJ itu kurangnya pengetahuan tentang mental health, seringnya melihat ODGJ yang tidak produktif dan menganggu, karena ODGJ tersebut belum mendapatkan penanganan yang tepat.”

Masyarakat yang tidak tahu cara menangani ODGJ dengan tepat cenderung akan mendiskriminasi, mengucilkan dan melabeli ODGJ. Oleh karena itu Hari Kesehatan Mental Sedunia ini bisa menjadi momentum untuk menghilangkan stigma-stigma pada ODGJ dan keluarganya. Pasal 7 UU No.18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa menyebutkan, bahwa upaya promotive kesehatan jiwa salah satunya dimaksudkan untuk gangguan jiwa.

“Perlakukan selayaknya manusia pada umumnya, tetap diajak komunikasi, diajak melakukan aktivitas sehari-hari. Membantu menemukan pelayanan kesehatan yang tepat seperti membawa ODGJ ke puskesmas atau rumah sakit jiwa agar dapat mendapatkan perawatan yang tepat. Melaporkan ke komunitas jiwa sehat di lingkungan sekitar, agar mendapatkan support system serta pengawasan obat yang ketat, karena ODGJ tidak bisa lepas dengan obat,” ujar Senda saat dihubungi Mojok, Senin (10/10/2022).

Menurutnya masyarakat awam juga perlu mendapatkan edukasi tentang ODGJ dan melihat bukti nyata tentang kegiatan sosial yang bersinggungan langsung dengan ODGJ, bahwa mereka masih mempunyai harapan untuk beraktivitas dan menjalani kehidupan sosial seperti layaknya manusia normal (namun, tentunya dengan penanangan yang tepat).

Kita bisa memulai dengan hal-hal sederhana yang terjadi di lingkungan sekitar kita, seperti tidak meremehkan kondisi mental seseorang, mengucilkan ODGJ, melakukan self-diagnosed yang bisa semakin memperkeruh keadaan mental seseorang, dan yang terpenting membawa ODGJ ke rumah sakit atau professional help untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Maka dari itu, penting untuk bersama-sama menjaga kesehatan mental di tengah gelombang kehidupan yang terkadang naik-turun, serta membantu mereka ODGJ untuk bersama-sama pulih dengan menghilangkan stigma-stigma negatif terhadap ODGJ.

“Kesehatan tidak melulu tentang kesehatan fisik, tidak sakit-sakitan. Penting juga untuk sadar dan memperhatikan kesehatan mental kita. Apabila mental kita sedang terganggu maka terganggu pula aktivitas fisik sehari-hari. Semoga kedepan semakin banyak masyarakat yang peduli tentang kesehatan mental serta taraf hidup ODGJ mengenai hak-haknya. Karena hak ODGJ pun sama dengan hak manusia biasa,” pungkas Senda.

Penulis: Mutiara Tyas Kingkin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Dosen Psikologi UGM Sharing Soal ‘Insecure’ dan Cara Menghadapinya

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2022 oleh

Tags: hari kesehatan mental duniakesehatan mentalODGJ
Mutiara Tyas Kingkin

Mutiara Tyas Kingkin

Magang Mojok

Artikel Terkait

Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO
Sehari-hari

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026
Gema bahagia di Film "Tinggal Meninggal".MOJOK.CO
Catatan

Film “Tinggal Meninggal” Bukan Fiksi Biasa, tapi Realitas Sosial Orang Dewasa yang Caper agar Diakui di Lingkaran Pertemanan

3 Januari 2026
Program PIJAR sebagai upaya Pemerintah Kota Semarang atasi persoalan gangguan kesehatan mental remaja MOJOK.CO
Kilas

PIJAR: Gerakan agar Para Remaja di Semarang Tak Merasa Sendirian, Biar Tak Alami Gangguan Kesehatan Mental

15 Oktober 2025
Para pembicara di “Sarasehan” dengan tajuk Generasi Emas: Mengenal Akar Kenakalan Remaja dan Solusinya yang diadakan oleh Al Kahfi Cabang Surabaya 3. MOJOK.CO
Kilas

Miris Melihat Remaja Terjerumus dalam Jurang “Kegelapan”, Yayasan Al Kahfi Ajak Ratusan Pelajar SMA Surabaya Menemukan Jati Diri

13 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
5 makanan khas Jawa Timur (Jatim). Beri kesempatan kaum pas-pasan cicipi kuliner terbaik/terenak dunia MOJOK.CO

5 Makanan Khas Jawa Timur yang Beri Kesempatan Orang Pas-pasan Nikmati Kuliner Terenak Dunia, Di Harga Murah Pula

1 Maret 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.