Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Meme Grafitinya Viral, Kajari Kota Malang Siap Somasi Pembikin Meme dengan Pesan Porno dan Negatif

Redaksi oleh Redaksi
22 Maret 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Foto Andi Darmawangsa saat sedang mencorat-coret grafiti viral, ia pun siap memantau meme-meme grafiti bergambar dirinya yang beredar di media sosial. 

Seminggu yang lewat, Pemerintah Kota Malang mengadakan aksi corat-coret dinding jembatan Kedungkandang sebagai bagian dari program grafiti untuk mempercantik tembok jembatan.

Dalam program tersebut, para pejabat dari berbagai institusi bersama segenap seniman dan komunitas dibebaskan mencorat-coret tembok dengan aneka pesan positif.

Beberapa pesan yang tertulis di dinding jembatan Kedungkandang antara lain adalah “Orang hebat tidak korupsi”, “TNI kuat bersama rakyat”, “Malang Asyik”, dan sebagainya.

Namun kelak, program corat-coret dinding jembatan Kedungkandang tersebut menjadi viral karena banyak netizen yang membikin meme grafiti dengan tulisan-tulisan nyeleneh dan iseng menggunakan foto dinding jembatan tersebut.

Foto yang paling sering dibuat sebagai template meme grafiti tersebut adalah foto Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa yang sedang membuat coretan tembok dengan pesan “Orang Hebat Tidak Korupsi.”

Pesan “Orang Hebat Tidak Korupsi” itulah yang kemudian dihapus dan diganti dengan aneka kata-kata lucu dari para netizen.

Aneka meme grafiti tersebut menarik perhatian banyak orang. Walikota Malang Sutiaji bahkan sampai ikut mengunggah meme-meme coretan jembatan Kedungkandang tersebut di akun media sosialnya.

Sutiaji

Andi sendiri mengaku senang dan tidak mempermasalahkan meme-meme grafiti yang menggunakan gambar dirinya saat sedang mencorat-coret dinding jembatan tersebut.

Hanya saja, ia menyatakan bahwa dirinya siap mengambil langkah hukum terhadap akun-akun yang membuat meme grafiti tidak sopan yang menggunakan foto dirinya.

“Kalau ada kalimat yang kurang bagus, ya saya lapor itu. Dilihat dulu perkembangannya. Saya juga mau konsultasi ke pak Wali. Bagaimana sih bahasanya ini. Kalau ada unsur tindak pidana, ya kami laporkan,” terang Andi seperti dikutip dari Malang Post.

Sejauh ini, Andi sudah berencana mensomasi satu akun karena membuat meme yang menurutnya tidak sopan.

“Kalau ini agak bahaya. Saya akan somasi akun itu agar minta maaf,” terang Andi.

Iklan

Sampai saat ini, masih banyak sekali meme dengan menggunakan template gambar Andi Darmawangsa yang bermunculan. Tren mengedit template meme grafiti tersebut rupanya belum surut walau kegiatan corat-coret temboknya sudah berlalu sejak seminggu yang lalu.

Andi mengatakan dirinya terus memantau meme-meme grafiti bergambar dirinya yang beredar di internet.

Dia pun mengingatkan agar netizen tidak melewati batas dalam berkreasi membikin meme grafiti. Ia tak ingin foto dirinya dijadikan meme yang sifat pesannya porno atau negatif.

“Kami akan melihat lagi meme yang viral. Karena banyak sekali jumlahnya. Kalau ada hal porno atau negatif, kami akan ambil sikap sesuai prosedur hukum,” kata Andi.

Nah lho. Buat para netizen, silakan bikin meme grafiti Pak Andi sekreatif mungkin, tapi jangan sampai ada unsur pornonya.

Jangan sampai nanti masuk penjara cuma gara-gara bikin meme.

Bukan apa-apa, nggak keren aja kalau ditanyain sama napi lain.

“Kamu masuk sini karena apa?”

“Karena bikin meme editan, Bang.”

Sialnya dobel itu. Sudahlah masuk penjara, tidak disegani pula.

BACA JUGA: Bagaimana Eross Candra Menjelaskan Lagu Sephia kepada Anaknya dan Artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2021 oleh

Tags: grafitimemeWali kota malang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

ilustrasi Toxic Parents Merasuki Orang Tua Asia, Stigma Negatif yang Jadi Guyonan di Medsos mojok.co
Pojokan

Toxic Parents Merasuki Orang Tua Asia, Stigma Negatif yang Jadi Guyonan di Medsos

29 November 2021
Meme Fatwa Larangan Menggunakan BH dan Sikap Adil sejak dari Hujatan
Esai

Meme Fatwa Larangan Menggunakan BH dan Sulitnya Sikap Adil sejak dari Hujatan

12 Oktober 2021
puan maharani
Pojokan

Puan Kritik Pemerintah soal Vaksinasi yang Kurang Meluas, Apa Perlu Dikasih Contoh Baliho Dulu?

11 Agustus 2021
ilustrasi Xavier dan Uncle Roger Menggambarkan 'Kemarahan' Orang Asia yang Otentik di Internet mojok.co
Pojokan

Xavier dan Uncle Roger Menggambarkan ‘Kemarahan’ Orang Asia yang Otentik di Internet

6 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.