Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Memahami Apa Itu deflasi?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
16 Oktober 2022
A A
Memahami deflasi

Ilustrasi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ramai pembahasan mengenai inflasi dalam beberapa waktu terakhir membuat istilah deflasi ikut dikenal. Berkebalikan dengan inflasi, deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa secara umum dalam periode tertentu. Penurunan harga itu meningkatkan daya beli uang. 

Sekilas kondisi ini terdengar baik-baik saja. Akan tetapi, barang dan jasa yang dijual murah sebenarnya merugikan pengusaha. Ujung-ujungnya, perusahaan akan melakukan siasat seperti mengurangi produksi, menekan jumlah karyawan, ataupun cara-cara lain yang bisa berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi suatu negara.

Pemicu deflasi

Sebelum berbicara lebih jauh, penurunan harga barang dan jasa pada periode tertentu dipicu oleh beberapa hal:

Pertama, jumlah uang beredar di masyarakat menurun. Salah satu pemicunya, suku bunga bank yang tinggi sehingga masyarakat lebih tertarik menyimpan uang di bank dibanding membelanjakannya. Agar barang-barang yang sudah diproduksi terserap pasar, barang-barang kemudian dijual dengan harga murah. 

Kedua, penawaran lebih besar dibanding permintaan. Kondisi penawaran yang lebih besar ini biasanya diawali dengan ketidakcermatan menghitung kuantitas. Produksi terus berjalan sementara barang belum habis terjual. Akibatnya, pasokan barang di pasar melimpah. 

Mematok harga murah pun menjadi salah satu jalan agar barang terserap pasar. Padahal dalam kondisi seperti ini, permintaan biasanya tidak lagi kuat karena kebutuhan masyarakat akan barang tersebut sudah terpenuhi.  

Ketiga, permintaan yang menurun. Saat kondisi ekonomi sedang tidak baik, kebanyakan orang akan menghemat belanja dan menyimpan uangnya untuk kebutuhan prioritas. Permintaan pun akan menurun yang berujung pada melimpahnya pasokan barang di pasar.  

Dampak

Melansir dari laman OCBC NISP, ada beberapa dampak positif deflasi. Dampak paling terlihat, harga yang murah memudahkan masyarakat memperoleh barang. Di sisi lain, nilai mata uang lebih menguat.

Dampak negatifnya, pengusaha akan berupaya melakukan penghematan agar tidak merugi, salah satu caranya dengan melakukan pengurangan karyawan. Apabila deflasi tidak segera diatasi, peningkatan jumlah pengangguran tidak terhindarkan. 

Deflasi yang berlarut akan berdampak pada cicilan kredit macet. Oleh karena murahnya harga jual barang atau jasa, pendapatan perusahaan akan tertekan. Kondisi ini berpengaruh pada kelancaran perusahaan membayar kredit. Deflasi juga bisa berdampak domino seperti pendapatan negara atau devisa pun menipis karena pemungutan pajak yang tidak maksimal.

Apabila berlarut-larut, kondisi semacam ini bisa memberatkan kondisi ekonomi suatu negara dan berujung pada resesi. 

Pernahkan Indonesia mengalami deflasi?

Seperti inflasi, deflasi adalah hal yang tidak terhindarkan. Mengutip CNBC Indonesia, deflasi maupun inflasi yang rendah merupakan berkah bagi negara berkembang. Kondisi ini dapat diartikan, permintaan terpenuhi oleh barang-barang yang ditawarkan di pasar sehingga terjadilah pertumbuhan ekonomi. 

Pertanyaan kemudian, pernahkan Indonesia mengalami deflasi hingga memberatkan kondisi ekonominya?

Jawabannya pernah. Indonesia mengalami deflasi sepanjang Maret hingga September 1999. Pada saat itu terjadi penurunan harga karena permintaan yang lesu. Tentu saja deflasi semacam ini bukan cerminan ekonomi yang sehat. Deflasi yang cukup panjang juga pernah terjadi di 2020. Pandemi Covid-19 menekan daya beli masyarakat. Sementara golongan menengah ke atas cenderung mengerem konsumsi di tengah ketidakpastian. Akibatnya, permintaan menurun dan deflasi pun tidak terhindarkan. 

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mengenal Apa Itu Inflasi yang Sering Kali Ditakuti

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2022 oleh

Tags: deflasiEkonomiinflasiresesi
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Perang Iran Israel Bikin Nggak Waras, Masih Hidup Aja Syukur MOJOK.CO
Cuan

Perang Iran Israel Berpotensi Jadi Krisis Global, Kelas Menengah Ikutin Cara Ini Biar Tetap Waras Selama Bertahan Hidup

5 Maret 2026
Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
Belajar Bahaya Inflasi Pakai Bahasa Warteg MOJOK.CO
Esai

Belajar Bahaya Inflasi Pakai Bahasa Warteg Langganan yang Ketebalan Telur Dadarnya Semakin Berkurang dan Sayur Sop Terasa Hambar

17 September 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Pakar ekonomi UGM tetap anjurkan investasi agar uang tidak tergerus inflasi MOJOK.CO
Ragam

Waktu yang Tepat untuk Investasi meski Harga Saham Anjlok, Jika Uang Disimpan buat Konsumsi Nanti Tergerus Inflasi

10 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

10 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.