Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

NasDem Klaim Belum Ada Koalisi Perubahan, Gejala Perpecahan?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 Januari 2023
A A
parpol nasdem

Ilustrasi memantau pergerakan politik NasDem (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK- Partai NasDem mengklaim bahwa hingga saat ini belum ada yang namanya Koalisi Perubahan. Sejumlah pihak pun menilai, pernyataan NasDem ini mengindikasikan perpecahan dalam koalisi.

“Koalisi Perubahan itu belom ada, karena belum ada deklarasi, ya kan,” kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali kepada Detik, Kamis (26/1/2023).

Pernyataan ini disampaikan setelah kunjungan NasDem ke sekretariat bersama Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang dianggap sebagai lobi-lobi politik untuk berkoalisi.

Padahal, seperti yang sudah diketahui, NasDem merupakan penggagas Koalisi Perubahan dan telah mengusung capres pilihan mereka untuk Pemilu 2024.

Sebagai informasi, Koalisi Perubahan sendiri terdiri atas tiga parpol: Partai NasDem sebagai inisiator, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka, utamanya NasDem, telah mengusung Anies Baswedan—sosok yang dianggap figur oposisi—sebagai bakal capres untuk Pemilu 2024.

“Tapi saya menegaskan bahwa NasDem, PKS, Demokrat, komunikasi itu sangat intens. Kalau koalisi sudah terbentuk memang kita seharusnya buat sekber bersama, rumah koalisi bersama, tapi kalau koalisinya belum terbentuk bagaimana kita buat sekber?,” imbuhnya.

Bikin koalisi terancam bubar?

Kendati banyak disorot, Partai Demokrat memastikan bahwa kunjungan Partai NasDem ke sekretariat bersama Gerindra-PKB tidak akan memengaruhi rencana deklarasi Koalisi Perubahan.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lukumani menegaskan, silaturahmi politik yang dilakukan Nasdem ke sekber Gerindra-PKB adalah hal yang wajar dan biasa saja dalam politik.

Menurutnya, membangun dan menjaga komunikasi politik lintas partai menjadi keniscayaan dalam dinamika politik, terutama menjelang pemilu.

“Sama sekali tak mempengaruhi atau mengganggu proses politik yang telah berjalan pada Koalisi Perubahan yang terus berkemajuan,” kata Kamhar, Jumat (27/1/2023).

“Kejelasan dan ketegasan sikap ini membuat semuanya menjadi terang benderang. Menepis tudingan-tudingan yang mempertanyakan kelanjutan Koalisi Perubahan dan Mas Anies dapat tiket atau tidak,” sambungnya.

Meskipun demikian, sejumlah pengamat memandang bahwa kunjungan tersebut bisa mengancam koalisi. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, bukan tidak mungkin Koalisi Perubahan bakal bubar sebelum deklarasi resmi.

“Sangat mungkin Koalisi Perubahan bubar, karena NasDem lebih ke jalur politik tengah yang soft,” papar Adi, Jumat (27/1/2023).

Iklan

“Sangat mungkin juga NasDem bergabung Gerindra-PKB apabila yang mereka cari di PKS dan Demokrat tidak mendapatkan hasil apapun,” sambungnya.

Hal ini juga disampaikan Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi, yang menyebut masih ada potensi buat NasDem “belok” ke koalisi lain. Hal ini mengingat sampai saat ini, koalisi ini masih belum menemukan pendamping yang pas buat Anies.

Disebutkan Ari, memang tidak ada perdebatan mengenai capres yang diusung Koalisi Perubahan. Namun, bagi “pengantin” Anies, masing-masing partai anggota koalisi punya jagoan masing-masing. Seperti Partai Demokrat yang memiliki AHY, PKS yang lebih setuju Ahmad Heryawan alias Aher, hingga NasDem sendiri yang sempat melirik Gibran.

“Belum ada sosok cawapres yang definitif. Baik AHY dan Aher, masih menunggu pinangan,” tulis Ari, dalam opininya di Kompas, dikutip Jumat (27/1/2023).

“Ibarat pacar, status mereka belum jelas. Langkah Demokrat maupun PKS yang akan mendeklarasikan calon yang diusung Koalisi Perubahan, selalu diberi batas oleh Nasdem,” imbuhnya.

Belok kanan ke KIB

Selain bubar, potensi lain yang mungkin terjadi akibat keretakan Koalisi Perubahan adalah kemungkinan merapatnya NasDem ke Koalisi Indonesia Baru (KIB). KIB sendiri diisi oleh tiga parpol, yakni Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)—yang hingga saat ini belum mendeklarasikan capresnya.

Peneliti lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai, sangat mungkin bagi NasDem untuk akhirnya belok ke koalisi lain dan membubarkan Koalisi Perubahan.

Kata Saidiman, jika itu terjadi, KIB akan menjadi pelabuhan NasDem selanjutnya. Salah satu pendorongnya adalah faktor historis. Sebagaimana diketahui, Ketum NasDem Surya Paloh adalah mantan kader Partai Golkar, yang kini membidani KIB.

“Dilihat dari kedekatan elite, NasDem lebih dekat dengan KIB. Surya Paloh sendiri adalah mantan orang Golkar,” ujarnya.

Sementara PKS dan Demokrat, memiliki kedekatan psikologis ke Partai Gerindra. Seperti diketahui, dua kali pemilu terakhir Gerindra dan PKS selalu bersama. Namun, di tengah perjalanan, Gerindra meninggalkan PKS dan memilih bergabung dengan pemerintah Jokowi bersama PDIP.

“Hanya saja mereka sekarang memiliki sedikit hambatan psikologis pasca Gerindra bergabung ke pemerintah,” jelas Saidiman.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Wacana Reshuffle Kabinet Memanas, Bikin PDIP-NasDem Adu Mulut

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2023 oleh

Tags: demokratgerindrakibkoalisi perubahannasdemPemilu 2024pkbPKS
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Marchel Widianto satrio piningit Tangerang Selatan MOJOK.CO
Esai

Marshel Widianto Adalah Satrio Piningit yang Dibutuhkan Tangerang Selatan

25 Juni 2024
prabowo subianto gerindra jatah 3 menteri pertahanan
Kampus

Cerita Mahasiswa UNAIR Anak Caleg Gerindra Lulus Cepat agar Bisa All Out Bantu Bapak Kampanye

14 April 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO

Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

31 Maret 2026
Metode Soft Saving ala Gen Z dan Milenial bahaya untuk pensiun. MOJOK.CO

Peringatan untuk Gen Z si Paling Soft Saving: Boleh Nabung Sambil Menikmati Hidup di Masa Kini, tapi Masa Tua Jangan Sampai Jadi Beban

28 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
4 Oleh-Oleh “Red Flag” Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli

29 Maret 2026
Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

31 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

30 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.