Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

Ilustrasi - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan. (Wendy Winarno/Unsplash)

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan. 

Dalam pertemuan bilateral antar-kedua negara pada Selasa (7/7/2026), kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya dunia melalui program konservasi dan restorasi Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan. 

Program konservasi selama 10 tahun

Bertajuk Indonesia India Collaborative Culture Heritage Conservation, kerja sama konservasi dan restorasi tersebut merupakan bagian dari penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia-India, yang dituangkan dalam Letter of Intent for the Conservation and Restoration of Prambanan Temple Complex

Hal tersebut dipaparkan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud RI), Fadli Zon, saat mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Kawasan Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fadli menjelaskan, program konservasi tersebut akan dijalankan dalam jangka waktu selama 10 tahun. Fokus utamanya adalah konservasi dan pemugaran 224 candi perwara (yaitu candi-candi kecil pendamping yang tersusun dalam empat baris mengelilingi candi-candi utama Prambanan). 

Dari 224 candi perwara tersebut, baru 6 yang telah dipugar secara utuh, sementara 218 lainnya masih berada dalam kondisi reruntuhan. Di tahap pertama, program konservasi akan difokuskan pada kawasan Timur Laut kompleks Prambanan yang mencakup 54 candi perwara.

Kawasan ini, kata Fadli, diharapkan menjadi model bagi tahapan konservasi berikutnya, dengan tetap mengutamakan standar ilmiah, prinsip keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Sementara untuk pelaksana programnya nantinya adalah Indonesian Heritage Agency bersama Archaeological Survey of India (ASI) dengan mengedepankan pendekatan ilmiah, pertukaran keahlian, serta pemanfaatan teknologi konservasi terkini. 

Candi Prambanan: bukti nyata hubungan Nusantara-India selama berabad-abad

Fadli Zon menjelaskan, Candi Prambanan punya nilai spiritual dan nilai sejarah dan peradaban. Sehingga konservasi menjadi langkah penting untuk menjaganya. 

“Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara. Relief Ramayana dan Krishnayana juga menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara Nusantara dan India telah berlangsung selama selama berabad-abad melalui pertukaran gagasan, pengetahuan, seni, dan nilai-nilai budaya,” ujar Menbud.

“Kami berharap momentum kunjungan ini dapat mempercepat realisasi program pemugaran, dengan tetap menjaga standar ilmiah, keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia,” sambungnya.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Kawasan Candi Prambanan MOJOK.CO
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Kawasan Candi Prambanan. (Dok. Kementerian Kebudayaan RI)

Konservasi Candi Prambanan: pekerjaan kompleks

Selain konservasi fisik, program ini juga mencakup dokumentasi digital menggunakan teknologi LiDAR dan fotogrametri, penelitian arkeologi, kajian struktur, hidrologi dan geoteknik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI untuk mendukung rekonstruksi digital dan analisis teknis.

Menurut Menbud, pemugaran Prambanan merupakan pekerjaan ilmiah yang kompleks. Proses tersebut mencakup dokumentasi, kajian arkeologis, analisis struktur, identifikasi batu asli, serta penyusunan kembali berdasarkan prinsip keaslian. 

“Karena itu, Indonesia sangat menghargai kerja sama ini, yang mempertemukan komitmen Indonesia dalam menjaga warisan budaya dengan keahlian India yang diakui secara internasional dalam bidang konservasi cagar budaya,” jelasnya.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Kawasan Candi Prambanan. (Dok. Kementerian Kebudayaan RI)

Menerjemahkan hubungan historis

Menutup keterangannya, Fadli Zon menegaskan bahwa kerja sama konservasi dan pemugaran Prambanan merupakan capaian penting dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India, khususnya Paragraf 6 dalam bidang Sejarah, Arkeologi, dan Antropologi. Menurutnya, proyek ini memperlihatkan bagaimana hubungan historis kedua bangsa dapat diterjemahkan menjadi kerja sama nyata dalam menjaga warisan budaya dunia bagi generasi mendatang.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi warisan bersama Indonesia dan India, serta menjadi contoh bagaimana dua bangsa dapat bekerja sama menjaga warisan budaya dunia bagi generasi mendatang,” pungkas Menbud.

Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana; Menteri Luar Negeri, Sugiyono; Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Wakil Gubernur D.I. Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X; Direktur InJourney, Maya Watono; dan Direktur PT. Taman Wisata Candi, Febrina Intan. Hadir pula mendampingi Menteri Kebudayaan RI, yakni Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayudha; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Direktur Diplomasi Kebudayaan, Raden Usman Effendi; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan D.I. Yogyakarta, Riris Purbasari; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Nahar Cahyandaru.

Konservasi Prambanan tidak hanya dimaknai sebagai pelestarian tinggalan arkeologis, tetapi juga sebagai upaya menjaga living heritage yang terus hidup melalui praktik budaya, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan India diharapkan dapat mewariskan Candi Prambanan sebagai ruang pembelajaran, dialog antar-peradaban, dan simbol persahabatan kedua bangsa bagi generasi mendatang.

Sumber: Kementerian Kebudayaan

BACA JUGA: Liburan Sekolah Bareng Keluarga di Candi Prambanan Terasa Beda Sekaligus Lega, Banyak Kegiatan Menarik yang Nggak Bikin Dompet Boncos atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Exit mobile version