Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

HIV/AIDS Sentuh 5.000 Kasus, Pemkot Bandung Pastikan Tes Gratis

Kenia Intan oleh Kenia Intan
26 Agustus 2022
A A
Pemkot Kota Bandung Pastikan Tes HIV/AIDS Gratis Mojok.co

Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tingginya angka pengidap HIV/AIDS di Kota Bandung mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) setempat berkoordinasi dengan pihak terkait. Wali Kota Bandung Yana Mulyana juga memastikan tes HIV/AIDS di Kota Bandung tidak dipungut biaya. 

Yana mengungkapkan, sebanyak lebih dari 5.000 kasus HIV/AIDS yang sudah terdeteksi sejauh ini seperti fenomena gunung es, jumlahnya bisa saja lebih besar. 

“Bukan menyalahkan metode surveinya, tapi ini sebagai peringatan kita saja. Akurasinya saya tidak tahu karena kelompok ini tuh pasti tertutup,” kata Yana, Jumat (26/8/2022). 

Tingginya angka HIV/AIDS di Kota Bandung menurut Yana perlu segera diantisipasi karena tidak semua pengidap HIV/AIDS terbuka untuk berkonsultasi. Dia pun memastikan tes HIV/AIDS di Kota Bandung tidak dipungut biaya. 

Pemkot Bandung bakal melakukan pendataan lebih rinci terkait pengidap HIV/AIDS dengan menggandeng KPA dan Warga Peduli AIDS (WPA). Ia ingin mengetahui, dari ribuan kasus yang tercatat, berapa besar yang sudah menerima pengobatan.  

Mahasiswa hingga ibu rumah tangga

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung mencatat, per Desember 2021, sebanyak 5.943 orang berdomisili di Kota Bandung mengidap HIV/AIDS. Sebanyak 1.842 diantaranya merupakan karyawan swasta, 653 ibu rumah tangga, dan 400 mahasiswa. 

Ketua Sekretariat KPA Kota Bandung Sis Silvia Deri menjelaskan, faktor penularan HIV/AIDS tidak terlepas dari perilaku seksual berisiko, misalnya gonta-ganti pasangan. Mengutip laman resmi KPA Kota Bandung, selain perilaku seksual berisiko, penularan bisa juga melalui jarum suntik dengan orang yang telah terinfeksi HIV sebelumnya. 

Penularan melalui ibu HIV positif ke bayinya pada saat hamil, melahirkan, atau menyusui juga bisa terjadi. Kecuali, jika ibu hamil tersebut mengonsumsi obat ARV dan viral load-nya tidak terdeteksi. 

Perlu menjadi perhatian, penularan HIV terjadi melalui cairan tubuh. Oleh karenanya, HIV tidak dapat ditularkan dengan berpelukan, bersalaman, gigitan nyamuk dan aktivitas sosial lainnya.

Dalam laman tersebut juga dijelaskan, tes HIV dapat dilakukan di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Tes HIV diperlukan ketika seseorang melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom. Tes juga bisa dilakukan bagi mereka yang menggunakan jarum suntik secara bersamaan. 

Sebagai upaya pencegahan, mereka yang ingin melangsungkan pernikahan juga bisa melakukan tes. Begitu pula dengan mereka yang ingin memulai program hamil. 

Apabila hasil tes positif dan kondisi badan baik dapat segera melakukan terapi anti retro viral (ARV). Apabila hasilnya positif namun kondisi tubuh tidak baik dengan infeksi oportunistik lainnya, maka pengobatan infeksi penyerta menjadi prioritas sebelum melakukan pengobatan ARV.

Sumber: Antara, KPA Kota Bandung
Penulis: Kenia Intan

BACA JUGA Halo TV One, HIV Itu Lebih Banyak Ditularkan Para Hetero Ketimbang Gay Atau LGBT

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2022 oleh

Tags: AIDSHIVHIV/AIDSpemkot bandung
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

kondom, apotek, kasir, kontrasepsi, penyakit kelamin mojok.co
Pojokan

Penjelasan Sederhana tentang Razia Kondom yang Bodohnya Bukan Main

1 Januari 2020
penggusuran tamansari oded m danial dadang darmawan tumbak kronologi masalah gugatan pengadilan mojok.co
Esai

Panduan Memahami Penggusuran Tamansari: Cara Pemkot Bandung Tabrak Semua Hukum

20 Desember 2019
HIV Itu Lebih Banyak Ditularkan Para Hetero Ketimbang Gay Atau LGBT MOJOK.CO
Pojokan

Halo TV One, HIV Itu Lebih Banyak Ditularkan Para Hetero Ketimbang Gay Atau LGBT

7 Desember 2019
Kandhani Sex Education Mojok
Pojokan

Jangan Ajari Anak Bahaya HIV/AIDS, Ajari Mereka Selibat demi Agama

28 Oktober 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjuangan dapat beasiswa Erasmus hingga kuliah di Portugal karena motivation letter yang menggugah. MOJOK.CO

Kisah Pemuda Asal Tulungagung Kuliah di Portugal: Lolos Beasiswa Erasmus karena “Motivation Letter” yang Menggugah

3 Maret 2026
Pekerja Jakarta vs pekerja Jogja yang slow living

Sebagai Pekerja Jakarta yang Terbiasa Kerja “Sat Set”, Saya Nggak Nyaman dengan Etos Orang Jogja yang Terlalu Santai

2 Maret 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.