Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Hati-hati Penyakit Ain! Berikut Ciri-cirinya Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Januari 2023
A A
penyakit ain mojok.co

Ilustrasi pandangan mata (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dalam pandangan agama, penyakit nonmedis adalah nyata adanya. Penyakit ini, seringkali muncul dari dalam hati, yang kemudian turut merusak kesehatan seseorang, bahkan menimbulkan kematian. Dalam Islam, penyakit ini disebut “Ain”.

Penyakit ain, begitu ia dinamai, merupakan penyakit yang ditimbulkan dari pandangan mata yang berkaitan dengan perasaan iri dan dengki. Ia, tidak hanya menimbulkan masalah bagi orang lain, tapi juga dapat membuat celaka orang yang dipandang dengan penuh kedengkian.

Dengan demikan, para ulama pun menyimpulkan bahwa ain adalah penyakit nonmedis yang timbul karena pandangan kagum atau takjub disertai dengan rasa iri-dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk, dan mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya.

Melansir NU Online, penyakit ain dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu. Pertama, pandangan dari orang yang sebenarnya mempunyai tabiat buruk di dalam hatinya terdapat rasa hasud, dengki dan ingin mencelakai terhadap orang yang dipandangnya.

Kedua, pandangan kekaguman atau ketakjuban kepada orang, sehingga akan timbul rasa dengki, tetapi kekaguman tersebut tidak disertai dzikir kepada Allah SWT. Penjelasan tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam ayat 51, yang artinya:

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al–Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar–benar orang yang gila.”

Dijlelaskan pula, efek dari penyakit ain ini bermacam–macam. Mulai dari bisa bikin orang yang dipandang jadi celaka, sakit, atau bahkan hingga menyebabkan kematian. Lebih lanjut, ia tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga anak–anak.

Namun, karena termasuk penyakit hati, ia tidak dapat dideteksi secara medis. Lantas, bagaimana mengenali gejalanya?

Ciri-ciri penyakit Ain

Seperti penyakit lainnya, penyakit ain juga mempunyai beberapa ciri. Adapun, tanda-tanda bahwa seseorang telah terkena gangguan ain, menurut Syaikh Abdul Azi As-Sadhan hafidzahullahu Ta’ala adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala yang berpindah–pindah.
  • Wajah pucat.
  • Sering berkeringat dan buang air kecil.
  • Nafsu makan lemah.
  • Mati rasa.
  • Panas atau dingin di anggota badan.
  • Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan.
  • Rasa sakit yang berpindah dari bawah punggung dan bahu.
  • Bersedih dan merasa sempit/sesak di dada.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Perilaku/emosi berlebihan.
  • Ketakutan yang tidak wajar.
  • Sering bersendawa.
  • Menguap atau terengah–engah.
  • Menyendiri atau suka mengasingkan diri.
  • Diam atau malas bergerak.
  • Senang/ terlalu banyak tidur.
  • Adanya masalah kesehatan tertentu tanpa ada sebab–sebab medis yang diketahui.

Cara menghindari dan mengobati penyakit Ain

Mengutip laman muslim.or.id, hal pertama yang perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit ain adalah menghindari sikap suka pamer dan berhias diri dengan sifat tawadhu‘. Selain itu, sebisa mungkin hindari juga menyebut (pamer) kekayaan, kesuksesan usaha, kebahagiaan keluarga, juga memamerkan foto anak, foto diri, foto istri/suami, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan iri-dengki dari orang yang melihatnya.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam salah satu riwayatnya:

“Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zalim pada yang lain,” (HR. Muslim no. 2865).

Selain itu, Rasulullah juga mengajarkan beberapa amalan agar kita bisa terhindar sekaligus mengobati penyakit ain. Salah satunya, dengan membiasakan membaca Surat Al-Falaq, Surat An-Naas, dan Surat Al-Ikhlas di pagi dan sore hari setiap hari.

Lebih lanjut, seseorang juga dianjurkan melakukan dzikir kepada Allah SWT sebanyak yang dia bisa di siang dan sore hari, terutama sebelum tidur. Dzikir, pada dasarnya mempunyai fungsi sebagai “baju besi” bagi orang beriman dan melindungi dia dari kejahatan.

Iklan

Nabi Muhammad SAW, juga mengajari umatnya beberapa doa, yang harus dibaca untuk mencari perlindungan Allah SWT dari kejahatan yang ada di dunia ini, termasuk ain. Di antara dzikir pencegah ‘ain yang bisa dibaca kepada anak-anak agar tidak terkena ‘ain adalah sebagaimana yang ada dalam hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, bahwa Rasulillah mendoakan Hasan dan Husain dengan doa:

/u’iidzukuma bikalimaatillahit taammah, min kulli syaithaanin wa haamah wa min kulli ‘ainin laamah/

Artinya:

“Aku meminta perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna, dari gangguan setan dan racun, dan gangguan ‘ain yang buruk”.

Lalu Nabi bersabda: “Dahulu ayah kalian (Nabi Ibrahim) meruqyah Ismail dan Ishaq dengan doa ini” (HR. Abu Daud no. 4737, Ibnu Hibban no.1012, dishahihkan Syu’ain Al Arnauth dalam Takhrij Ibnu Hibban).

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Perintah Al-Qur’an Ihwal Membaca dan Menulis

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2023 oleh

Tags: Al-Quranpenyakitpenyakit ainsakit
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami para Caregiver MOJOK.CO
Esai

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami Para Caregiver

4 Maret 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO
Ragam

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Pasien Masih Sering Salah Mengira

15 Februari 2024
Pesan dari Nenek Tua 81 Tahun Asal Gunungkidul yang Tidak Pernah Sakit
Kilas

Pesan dari Nenek 81 Tahun Asal Gunungkidul yang Tidak Pernah Sakit

5 Agustus 2023
Benci dengan Tubuh Sendiri? Bisa jadi Kalian Mengalami Body Dysmorphic Disorder. MOJOK.CO
Kilas

Benci dengan Tubuh Sendiri? Bisa Jadi Kalian Mengalami Body Dysmorphic Disorder

17 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.