Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kepercayaan Masyarakat terhadap Kepemimpinan Tentara Terus Meningkat Selama Masa Pandemi

Redaksi oleh Redaksi
24 Agustus 2020
A A
tentara
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Diakui atau tidak, di masa pandemi Covid-19, peran kepemimpinan tentara terus untuk jabatan sipil mendominasi dan memunculkan kepercayaan yang kuat dari masyarakat. 

Pandemi memang mengubah tatanan banyak hal. Salah satunya adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan kelompok TNI atau militer di dalam pemerintahan.

Maklum saja, tentara, tak bisa tidak, memang sangat identik dengan laku ketegasan. Dan di masa pandemi seperti sekarang ini, kebanyakan orang percaya bahwa ketegasan, yang memang lekat dengan tentara, adalah solusi yang paling tepat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Senyaring apa pun jargon-jargon anti tentara seperti “Kembalikan tentara ke barak” atau “Jangan dwifungsi lagi” yang digembor-gemborkan oleh sebagian masyarakat sipil, namun toh pada kenyataannya, tingkat kepercayaan masyarakat pada kepemimpinan kelompok militer terbukti terus menguat, wabil khusus sepanjang masa pandemi Covid-19. Setidaknya, begitulah hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait kepemimpinan tentara di dalam pemerintahan yang dirilis pada hari Minggu, 23 Agustus 2020 kemarin.

Dalam hasil survei SMRC tersebut, terdapat kenaikan kepercayaan masyarakat yang cukup signifikan terhadap kepemimpinan kelompok militer sepanjang empat bulan terakhir.

Survei yang dilakukan pada 12-15 Agustus 2020 dengan melibatkan sekitar 2.202 responden tersebut mengungkapkan bahwa ada sekitar 31,2 persen masyarakat yang setuju kelompok militer menjadi pemimpin di pemerintahan.

Angka tersebut tentu saja bukan angka yang main-main sebab ia menjadi penanda bahwa otoritarianisme punya kans yang besar untuk tampil di tengah iklim demokrasi masyarakat Indonesia.

Memang jumlah masyarakat yang tidak mendukung tentara untuk memimpin persentasenya masih lebih besar dan dominan, namun tak bisa dimungkiri bahwa pandemi Covid-19 terus mengerek tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tentara.

Dalam hasil survei yang dilakukan pada periode sebelumnya pada bulan April lalu, jumlah masyarakat yang setuju pada kepemimpinan tentara masih berada di kisaran angka 24,1 persen. Jumlah tersebut kemudian naik menjadi 31,2 persen hanya dalam waktu empat bulan.

“Covid-19 ini menaikkan tingkat toleransi kepada kepemimpinan tentara,” terang pendiri SMRC Saiful Mujani, dikutip Kompas.

Hasil survei tersebut tentu masih sangat jauh bila dikaitkan dengan kontestasi pilpres 2024 mendatang. Namun, setidaknya ia menjadi sinyal yang kuat bahwa masyarakat semakin percaya pada kelompok militer untuk memimpin.

Yah, dari dulu begitulah militer, sekarang disukai, besok tidak, lusanya disukai lagi, besoknya lagi tidak.

BACA JUGA Pola Percintaan Perwira Muda di Lingkungan TNI dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

tentara

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2020 oleh

Tags: militerTentara
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

pam swakarsa, militer.MOJOK.CO
Mendalam

Riwayat Pam Swakarsa, Tukang Gebuk Bayaran Tentara yang Berupaya Dihidupkan Kembali. Ancaman Serius bagi Demokrasi

5 September 2025
darurat milter.MOJOK.CO
Ragam

Saat Darurat Militer Diumumkan, Saat Itu Juga Negara Hukum Telah Runtuh. Kebebasan Sipil dan Akademik Telah Mati

4 September 2025
tentara, dwifungsi tni, tni, militer.MOJOK.CO
Aktual

Dwifungsi TNI is Back, Ancaman Nyata Bagi Dunia Akademik

20 Maret 2025
Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan.MOJOK.CO
Esai

Humor Gelap Tentara vs Sipil yang Menghantui Indonesia

17 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Nelangsa pemuda desa saat teman sepantaran yang kerja di perantauan mudik ke desa (pulang kampung): tertekan dan tersisihkan MOJOK.CO

Nelangsa Pemuda Desa saat Teman Pulang dari Perantauan, Tertekan dan Tersisihkan karena Kesan Tertinggal tapi Tak Punya Banyak Pilihan

9 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Berasa “Scam” karena Bualan Mirip Eksekutif padahal Menyiksa Diri

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.