Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kampanyekan Kebaya Goes to UNESCO, Ratusan Perempuan Buruh Gendong Menari di Malioboro

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
15 Agustus 2022
A A
kebaya goes to unesco

Ratusan perempuan dan buruh gendong berkebaya merah putih menari bersama di Malioboro, Minggu (14/08/2022). (yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ratusan perempuan dan buruh gendong Pasar Beringharjo mengenakan kebaya merah putih menari bersama di kawasan Malioboro, Minggu (14/08/2022) sore. Aksi tersebut mereka gelar untuk mengkampanyekan Kebaya Goes to UNESCO.

Kampanye tersebut dilakukan karena kebaya merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Dengan beragam corak dan model dari berbagai daerah, kebaya menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan dan bisa didaftarkan ke Unesco.

Apalagi saat ini banyak generasi muda yang tak mengenal kebaya sebagai pakaian Indonesia. Gerakan tersebut untuk mengenalkan kebaya sebagai pakaian sehari-hari kepada masyarakat luas.

“Gerakan memakai kebaya juga terus kami lakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap pelestarian kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia,” papar Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta, Tinuk Suhartini disela acara.

Lebih dari 50 buruh gendong perempuan dari Pasar Beringharjo diikutsertakan dalam aksi kali ini. Mereka merupakan perempuan-perempuan perkasa yang menjadi perlambang wanita Indonesia yang mandiri dan berdaya.

“Kami menyediakan kebaya dan selendang untuk para buruh gendong. Kami sengaja mengajak mereka menari agar sejenak bisa melepas lelah dan bergembira bersama,” ungkapnya.

Tinuk menjelaskan, dua tarian yang mereka tampilkan bukan asal-asalan. Dengan tajuk Tarian Kebaya Merah Putih 2022, mereka menampilkan tarian “Kucinta Indonesia” dan “Senam Keluhuran”.

Tarian tersebut merupakan ciptaan Pardiman Djoyonegoro dari Padepokan Seni Omah Cangkem. Selama beberapa waktu mereka dilatih koreografer Anter Asmorotejo.

“Tarian ini juga kami tampilkan untuk memeriahkan HUT RI ke-77,” jelasnya.

Tinuk menambahkan, komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta yang berdiri sejak Oktober 2015 mempuyai misi melestarikan budaya Indonesia melalui kebaya. Mereka mengangkat kebaya sebagai busana keseharian perempuan Indonesia.

Di Yogyakarta, lebih dari 50 orang perempuan telah menjadi anggota aktif di komunitas tersebut. Para anggota yang tidak terbatas usia maupun latar belakang itu mencoba menyatukan kecintaan mereka terhadap pelestarian kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia.

Tak hanya tampil mengenakan kebaya dalam kegiatan sehari-hari, mereka juga belajar tentang tradisi lain. Diantaranya cara mewiru atau melipat kain jarik gaya Jogja maupun Solo sebagai pelengkap pakaian kebaya.

“Gerakan [berkebaya] ini terus kami kampanyekan kepada masyarakat dalam berbagai cara, salah satunya dengan menari bersama seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Buruh Gendong, Kartini Pasar Beringharjo yang Jariknya Robek Setiap 5 Bulan

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2022 oleh

Tags: buruh gendong pasar beringharjokebayapasar beringharjoUNESCOwarisan budaya
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Kisah Kelam Pasar Beringharjo Jogja yang Tak Banyak Orang Tahu MOJOK.CO
Esai

Kisah Kelam Pasar Beringharjo Jogja di Masa Lalu yang Tak Banyak Orang Tahu

24 Desember 2025
Dieng Culture Festival digelar di Banjarnegara, Jawa Tengah. MOJOK.CO
Kilas

Pemprov Jawa Tengah Siapkan Infrastruktur dan Destinasi Penunjang guna Dukung Pengembangan Wisata Dieng hingga Dikenal Dunia

25 Agustus 2025
Acara Kita Berkebaya tekankan nilai luhur kebaya sebagai produk warisan yang sarat makna MOJOK.CO
Kilas

Gerakan Kita Berkebaya, Bicara Soal Identitas Budaya hingga Pemberdayaan Ekonomi

8 Agustus 2025
candi borobudur.MOJOK
Sosial

Candi Borobudur Siap Menjadi Destinasi Kultural-Spiritual Dunia, Kedepankan Prinsip Inklusivitas yang Ramah Lansia dan Difabel

26 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Naik pesawat Super Air Jet untuk mudik Lebaran ke Jogja

Terpaksa Naik Super Air Jet karena Tiket Murah, tapi Malah Dibikin “Plonga-plongo” karena Kelakuan Sok Asik Awak Kabin

1 April 2026
Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.