Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Pandemi Sempat Tunda Pesparawi, Kini 8.144 Penyanyi Gereja Perebutkan Piala Presiden 

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
21 Juni 2022
A A
pesparawi mojok.co

Kontingen Pesparawi Nasional XIII tampil dalam pembukaan di Candi Prambanan, Senin (20/06/2022) malam.(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII akhirnya dibuka di Candi Prambanan, Senin (20/6/2022) malam. Selama beberapa hari kedepan para peserta akan mengikuti 12 kategori lomba untuk memperebutkan Piala Presiden.

Sebanyak 8.144 penyanyi gereja dari 34 kontingen dari seluruh propinsi di Indonesia bisa berlega hati. Cita-cita mereka untuk kembali bernyanyi dan mengagungkan Tuhan akhirnya terwujud tahun ini pada 19-26 Juni 2022.

Mereka tak datang sendiri ke DIY sebagai tuan rumah Pesparawati XIII. Para penyanyi membawa pelatih, pemain musik, bahkan keluarga besar.

Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi saat membuka Pesparawi Nasional XII mengungkapkan Pesparawi tak sekedar ajang lomba menyanyi lagu-lagu rohani. Namun menjadi sarana membangun kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia.

“Pesparawi menjadi sarana membangun kerukunan intern umat kristiani,” ujarnya.

Sedangkan dalam konteks masyarakat majemuk, lanjut Zainut, pesparawi yang dilaksanakan secara bergantian di berbagai daerah di Indonesia memberikan sumbangsih besar dalam menumbuhkan rasa cinta, nasionalisme dan kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia.

Tak hanya itu, pesparawi juga menjadi salah satu implementasi landasan beragama. Sebab melalui gelaran acara tersebut, sekat-sekat dan dinding pemisah dikesampingkan dan diganti dengan tali persaudaraan Indonesia.

Keberagaman ini terwujudkan dalam penyelenggaraan pesparawi kali ini yang secara khusus digelar di kawasan Candi Prambanan. Pembukaan pesparawi di candi yang merepresentasikan Umat Hindu tersebut menandakan tidak adanya sekat dan dinding pemisah antarumat beragama.

“Sebaliknya justru membangun jembatan yang menghubungkan  umat beragama yang dilandasi sikap saling menghormati dan memuliakan. Pondasi beragama merupakan langkah besar untuk menumbuhkan toleransi umat beragama,” tandasnya.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menjelaskan, paduan suara tak sekedar tentang indah merdu suara. Lebih dari itu, diperlukan keselarasan dan kesadaran untuk saling mengisi demi mencapai performa terbaiknya.

Karenanya Sultan berharap kehadiran para peserta pesparawi yang bertema ‘Harmony in Diversity’ tersebut akan memancarkan energi positif, dalam bingkai sportivitas dan saling mengapresiasi. Dengan demikian bangsa ini dapat membangun peradaban bangsa dan negara dengan indahnya warna-warni toleransi.

“Apabila dimaknai secara filsafati, paduan suara selaras dengan ajaran moral khas Jogja, yaitu sawiji greget, sengguh, ora mingkuh. Kearifan lokal ini lahir dari buah pikir Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang juga peletak dasar Kasultanan Ngayogyakarta,” paparnya.

Penyelenggaraan lomba Pesparawi tersebar di empat lokasi. Yaitu Graha Sabha Pramana UGM, Auditorium UNY, Auditorium Drikarya Universitas Sanata Dharma, dan Auditorium Institut Seni Indonesia (ISI).

Pesparawi pertama kali diadakan pada 1986 dan merupakan acara rutin yang digelar dalam tiga tahun sekali. Pada gelaran yang ke-XIII ini seharusnya diadakan pada 2021, namun harus ditunda hingga tahun ini karena pandemi COVID-19.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Viral di Sosmed, UTBK di UPN “Veteran” Bocor, Pelaku Ditangkap dan kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS

 

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2022 oleh

Tags: gerejapaduan suarapesparawi
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Menengok Bunda Maria, Yesus, Kaligrafi Allah dan Muhammad di Masjid Hagia Sophia MOJOK.CO
Histori

Menengok Bunda Maria, Yesus, Kaligrafi Allah dan Muhammad di Masjid Hagia Sophia  

4 Juni 2023
katolik dan kristen protestan mojok.co
Sosial

Katolik dan Kristen Protestan Serupa tapi Tak Sama, Ini Beberapa Perbedaannya

14 Februari 2023
PHRI DIY Pesparawi
Kilas

Gemas Tak Kunjung Bayar Tagihan, Keberadaan Panitia Pesparawi Akan Dicari

18 Januari 2023
eo pesparawi mojok.co
Kilas

EO Pesparawi Kirim Somasi, Pemda DIY Minta Panitia Tanggung Jawab

31 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.