Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Borobudur Moon Hadirkan Indonesia Keroncong Festival 2025, Rayakan Serenade Nusantara di Candi Borobudur

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
15 Desember 2025
A A
borobudur.MOJOK.CO

Borobudur Moon Hadirkan Indonesia Keroncong Festival 2025, Rayakan Serenade Nusantara di Candi Borobudur (dok. Borobudur Moon)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Musik keroncong akan kembali menggema di pelataran Candi Borobudur lewat Borobudur Moon Edisi Indonesia Keroncong Festival (IKF) 2025. Pergelaran yang mengusung tema “Serenade Nusantara: Gema Keroncong Indonesia untuk Dunia” ini dijadwalkan berlangsung di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Magelang pada Selasa (16/12/2025).

Mengakhiri tahun 2025, Borobudur Moon hadir dengan konsep yang berbeda. Tidak hanya konser musik, IKF 2025 memadukan drama tari kolosal, tari tradisional, musik etnik, hingga orkestra keroncong dalam satu panggung.

Perpaduan lintas disiplin ini dirancang untuk menampilkan wajah keroncong yang dinamis dan terbuka terhadap kolaborasi.

Pemilihan Borobudur sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Candi yang telah diakui sebagai warisan dunia itu dipandang merepresentasikan nilai-nilai yang juga melekat pada keroncong. Antara lain tradisi yang terus hidup, adaptif, dan mampu menyatukan keberagaman.

Di ruang simbolik inilah, keroncong dihadirkan bukan sekadar sebagai musik nostalgia, melainkan sebagai ekspresi budaya yang relevan dengan zaman.

borobudur moon.mojok.co
Pemilihan Borobudur sebagai lokasi utama karena telah diakui sebagai warisan dunia, merepresentasikan nilai-nilai yang juga melekat pada keroncong. (dok. Borobudur Moon)

IKF 2025 mengusung tema Serenade Nusantara sebagai bentuk penghormatan terhadap keragaman budaya Indonesia. Tema ini menekankan semangat inklusivitas dan kolaborasi lintas budaya.

Tagline Swaralokhatulistiwa–gabungan dari kata swara, lokalitas, dan khatulistiwa–menjadi penegasan bahwa bunyi dan identitas lokal keroncong berakar kuat di Nusantara, tetapi gaungnya diarahkan ke panggung global.

Konser musik, drama tari kolosal, hingga seminar

Pergelaran akan dibagi dalam dua sesi. Pada sesi sore, penonton akan disuguhi tarian tradisi serta penampilan kelompok keroncong dan ensambel musik, antara lain Side of X, Sono Seni Ensemble, dan Kos Atos. 

Sementara sesi malam menghadirkan pertunjukan drama tari kolosal yang dipadu dengan konser musik. Sejumlah musisi dijadwalkan tampil, di antaranya Kunto Aji, Citra Scholastika, Indra Utami Tamsir, Didiek SSS dan Calista SSS, Mus Mujiono, Nur Handayani, musisi lintas etnik, serta Borobudur Keroncong Orchestra.

Tak hanya berhenti pada panggung pertunjukan, IKF 2025 juga membawa misi yang lebih luas melalui agenda seminar bertajuk Keroncong Goes to Intangible Cultural Heritage. 

Seminar yang digelar pada Sabtu (13/12/2025) ini menjadi ruang diskusi mengenai upaya mendorong keroncong diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO.

borobudur moon.mojok.co
Acara ini memadukan antara konser musik, tari kolosal, hingga seminar kebudayaan. (dok. Borobudur Moon)

Seminar tersebut menghadirkan Bambang “James” Herry, putra maestro keroncong Waldjinah, serta Erie Setiawan, Koordinator Tim Keroncong UNESCO.

Diskusi ini menjadi wadah dialog antara praktisi, akademisi, dan pegiat keroncong untuk merumuskan langkah kolaboratif yang lebih konkret.

Melalui rangkaian acara ini, Indonesia Keroncong Festival 2025 diharapkan dapat memperkuat identitas keroncong dalam lanskap kebudayaan Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi diplomasi budaya di tingkat internasional.

Iklan

Seluruh rangkaian Borobudur Moon Edisi IKF dapat disaksikan secara gratis dengan registrasi daring melalui laman tiketgo.my.id dan informasinya dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Indonesia Keroncong Festival, @indonesiakeroncongfestival.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by INDONESIA KERONCONG FESTIVAL (@indonesiakeroncongfestival)


Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Ensiklopedia Musik Keroncong Diluncurkan, Memuat Arsip yang Berserakan Selama Satu Abad

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2025 oleh

Tags: borobudurBorobudur Mooncandi borobudurmusik keroncongSerenade Nusantara: Gema Keroncong Indonesia untuk Dunia
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO
Kilas

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026
Layung Senja: meditasi melepas kepenatan di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang MOJOK.CO
Kilas

Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan

15 Februari 2026
Pamong cerita di Borobudur ikuti pelatihan hospitality. MOJOK.CO
Hiburan

Kemampuan Wajib yang Dimiliki Pamong Cerita agar Pengalaman Wisatawan Jadi Bermakna

16 Desember 2025
Pengunjung menikmati Borobudur Sunrise di Magelang. (Doc. InJourney)
Kilas

Pengalaman Wisatawan Menikmati Borobudur Sunrise, Datang dari Subuh untuk Melihat Rona Matahari Jingga

20 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026
Kerja WFH - WFA dengan kantor di Jakarta Barat. Awalnya enak karena slow living, ternyata menjebak MOJOK.CO

Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok

27 Maret 2026
Nurul Fajriatussaadah, lulusan terbaik S2 di UIN Semarang

Dihina karena Hanya Anak Petani dari Pelosok Desa, Kini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik S2 UIN Semarang berkat Doa Ayah

30 Maret 2026
Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO

Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

31 Maret 2026
Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang! MOJOK.CO

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang!

30 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.