Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

PO Putra Remaja, Bus Legendaris Milik Mantan Kondektur Ramayana

Kenia Intan oleh Kenia Intan
7 Juni 2023
A A
po putra remaja

PO Putra Remaja (IG @putraremaja.official)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perusahaan Otobus (PO) Putra Remaja tidak asing bagi penumpang bus yang kerap menempuh perjalanan jauh. Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) itu menjadi pilihan bagi mereka yang ingin ke Sumatera melalui jalur darat.  

Sejak awal berdiri pada 1983, PO Putra Remaja memang sudah melayani penumpang AKAP. Pada saat itu rute bus tersebut beroperasi di Pulau Jawa dan hanya tersedia pada siang hari saja. Kemudian, PO bernuansa biru itu mulai melayani perjalanan malam dengan trayek Yogyakarta-Merak dan Yogyakarta-Jakarta. 

Bisnis terus berkembang. Armada yang semula berjumlah kurang lebih enam unit itu kemudian berkembang menjadi 150 unit. Lalu, PO Putra Remaja membuka trayek baru hingga ke beberapa di daerah Sumatera Selatan. Trayek ini menjadi salah satu kebanggaan Sutikno sebagai pemilik selama lebih dari 40 tahun berkecimpung di dunia transportasi. Pada saat itu trayek ini mampu mempersingkat waktu perjalanan penumpang. 

Kemudian pada 2003, PO Putra Remaja membuka trayek hingga Pekanbaru dan Riau. Trayek masih bersifat situasional pada saat itu. Artinya, bus akan beroperasi ke rute tersebut apabila penumpangnya memenuhi target. 

Demi keamanan dan kenyamanan penumpang yang menempuh perjalanan jarak jauh, Sutikno mendatangkan sasis Scania K114 build up bikinan Swedia. Bisa dikatakan PO Putra Remaja menjadi yang pertama mendatangkan sasis itu ke Indonesia. Scania yang sudah ada teknologi Air Suspension lebih mampu memenuhi kebutuhan perjalanan jarak jauh dibanding Mercedes Benz. 

Hingga saat ini ada beberapa kota di luar Pulau Jawa yang terhubung oleh operator bus ini, antara lain Palembang, Bandar Lampung, Ogan Komering Ilir, dan Kota Agung. Sementara di Pulau Jawa, bus itu menghubungkan kota-kota seperti Solo, Sragen, Ponorogo, dan Jakarta. Selain itu, bus juga mengantar penumpang yang ingin bepergian ke kota kecil, misalnya Wonogiri. Secara total ada 169 agen bus yang siap melayani perjalanan ke daerah-daerah itu. 

Lahir di Muntilan berkembang di Jogja

Dalam kanal YouTube PerpalZ TV, Sutikno menjelaskan, PO Putra Remaja Berdiri bermula dari PO Remaja Ekspress, yang didirikan oleh adik dari pemilik PO Ramayana. Bus ini melayani AKAP dengan trayek Yogyakarta-Jakarta. 

PO Remaja Express yang tidak terawat kemudian diserahkan kepada Sutikno pada 1980 untuk dikelola. Sutikno memang pernah  bekerja sebagai kondektur di PO Ramayana Muntilan, itu mengapa ia punya kedekatan dengan pemilik PO Remaja Express. Pada saat itu Sutikno mendapat 6 unit bus. Dua di antaranya bisa beroperasi sementara 4 lainnya dalam reparasi. 

Setelah memiliki hak mengelola selama dua tahun, Sutikno mendapatkan hak milik atas PO tersebut. Ia kemudian merintis bisnisnya di Jogja, tepatnya di daerah Demak Ijo. Ia juga mengganti nama unitnya dari Remaja Ekspress menjadi Putra Remaja. Filosofi namanya sederhana saja, PO bus yang ia kelola itu merupakan putra atau generasi dari  PO Remaja Ekspress. 

Kini bus yang melegenda dengan gambar  burung belibis pada bagian livery itu berusaha mendiversifikasi bisnisnya menjadi bus pariwisata dan bisnis paket logistik. Kedua layanan itu bisa diakses melalui akun Instagram @putraremaja.wisata dan @putraremaja_logistik

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Stasiun Bersejarah Purworejo akan Hidup Kembali setelah Belasan Tahun Mati

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2023 oleh

Tags: busbus akapbus putra remajapo buspo putra remaja
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO
Ragam

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Anggaran TransJogja Dipotong Miliaran Rupiah Adalah Bukti Pemerintah Memang Suka Merepotkan Warga Mojok.co
Pojokan

Anggaran TransJogja Dipangkas Adalah Bukti Pemerintah Memang Suka Lihat Warganya Kerepotan

26 Agustus 2025
Bus luragung jaya.MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Naik Bus Malam: Laptop Berisi Skripsi Digondol Maling, Ganti Rugi Tak Seberapa tapi Mimpi Jadi Sarjana Harus Tertunda

19 Juli 2025
Pertama kali naik bus patas setelah sekian tahun naik bus ekonomi. Coba-coba pakai toilet bus malah berujung drama MOJOK.CO
Catatan

Coba-coba Boker di Toilet Bus Patas, Niat Legakan Perut Malah Dibikin Waswas hingga Repot saat Cebok

19 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.