Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Menanti Jalur Kereta Api Secang-Yogyakarta Hidup Lagi, Biar Enak Kalau ke Semarang atau Sebaliknya

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
23 Juli 2023
A A
jalur kereta api secang-yogyakarta mojok.co

Stasiun Secang (Oleh Saverailfansindo/Wikipedia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebagai pekerja, saya mendambakan adanya KRL Commuterline yang menghubungkan Jogja-Semarang. Enak kali ya, kerja di Semarang tapi tinggalnya di Jogja? Gaji Semarang, biaya hidup Jogja!

Memang sih Yogyakarta–Semarang saat ini bisa ditempuh dengan kereta jarak jauh, tapi tentu saja berat diongkos. Bayangkan jika ada KRL dari Jogja yang bisa sampai Semarang, pasti banyak orang akan terbantu. Seperti halnya orang Bogor yang kerja di Jakarta, tiap hari terbantukan dengan adanya KRL. Tapi, pertanyaannya apakah mungkin?

Melansir Suara Merdeka, saat ini jalur kereta api Jogja–Semarang mulai direaktivasi tahun ini. Jalur yang dimaksud buka melalui Solo seperti rute yang dipakai kereta jarak jauh, melainkan melewati Magelang dan Secang.

Reaktivasi jalur Secang–Yogyakarta jadi kunci

Jalur kereta api Secang-Yogyakarta merupakan jalur non-aktif yang menghubungkan Stasiun Yogyakarta dengan Stasiun Secang. Jalur ini dulu menghubungkan Jogja dengan Semarang melalui Magelang.

Perusahaan kereta api Belanda yang membangun jalur ini adalah Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada 15 Mei 1903. Tujuan membuka jalur ini untuk memudahkan perekonomian sebab saat itu banyak warga Tionghoa yang membuka usaha di Magelang.

Selain itu jalur ini juga upaya memudahkan kepentingan militer. Sebab Magelang merupakan pusat latihan militer bagi tentara Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL). Jalur ini selesai dibangun pada 1907. Setelahnya menyusul pembangunan jalur cabang menuju Parakan dan Ambarawa.

Jalur Secang-Yogyakarta juga menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada 1949 jalur ini terdampak rangkaian Agresi Militer Belanda II. Namun, pada 1950-an, jalur ini menjalani perbaikan sehingga bisa berfungsi seperti sedia kala.

Non-aktif karena letusan Merapi

Pasca-kemerdekaan, jalur kereta api Secang-Yogyakarta berstatus aktif. Beberapa kereta api menggunakan jalur ini. Dua di antaranya adalah Taruna Ekspres dan Borobudur Ekspres. Letak jalur kereta api ini sangat dekat dengan Gunung Merapi, terutama di daerah Salam sampai Muntilan.

Namun, jalur kereta ini kemudian berhenti beroperasi karena letusan Gunung Merapi pada 1972 hingga 1976. Lahar dingin yang timbul akibat letusan itu membuat Jembatan Krasak yang menghubungkan Tempel, Kabupaten Sleman dengan Salam, Kabupaten Magelang terputus.

Tujuan wisata di balik reaktivasi jalur Semarang–Yogyakarta

Reaktivasi jalur kereta api Semarang–Yogyakarta via Magelang dan Secang juga demi kepentingan pariwisata. Proyek ini akan menghubungkan objek wisata di Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang.

Jalur kereta ini kabarnya bakal menyuguhkan pemandangan indah pegunungan, perbukitan, hingga kawasan wisata seperti Candi Borubodur, Museum Ambarawa, dan Rawa Pening. Total panjang jalur rel reaktivasi Semarang–Yogyakarta via Magelang dan Secang adalah 121 kilometer, 78 kilometer menggunakan konstruksi baru dan sisanya memakai jalur lama.

Jika kita mengurutkan rutenya dari Jogja kira-kira jadi begini: Stasiun Patukan, Sleman, Tempel, Depo Pasir, Muntilan, Borobudur, Palbapang, Kota Magelang, Secang, Bedono, Ambarawa, Tuntang, Beringin, Gogodalem, dan Stasiun Kedungjati.

Setelah menelusuri banyak berita, nampaknya keinginan saya–mungkin kalian juga, dalam beberapa tahun mendatang bakal terwujud. Nggak papa deh kereta wisata dulu, setelahnya semoga kereta KRL menyusul. Yang penting jalur relnya direaktivasi dulu. Yihaaaa.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

Iklan

BACA JUGA Stasiun Tanggung Grobogan Bukan Cuma Tertua, namun Tempat Segalanya Bermula

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2023 oleh

Tags: Jalur Kereta Api Secang-YogyakartaJogja-Semarangkereta apiPT KAIReaktivasi Jalur Kereta
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran
Sehari-hari

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO
Sehari-hari

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.