Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Hotel yang Dibeli Pemda DIY Rp170 Miliar Mulai Disiapkan untuk UMKM

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
21 Mei 2023
A A
Hotel yang Dibeli Pemda DIY Rp170 Miliar Mulai Disiapkan untuk UMKM. MOJOK.CO

Kawasan eks Hotel Mutiara yang dibangun untuk jadi sentra UMKM, Minggu (21/05/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hotel Mutiara pernah menjadi menjadi salah satu ikon kawasan Malioboro beberapa dekade silam. Namun seiring waktu, hotel tersebut tutup hingga akhirnya Pemda DIY membelinya pada 2020 silam.

Dua bangunan yang dibeli dari pemiliknya sebesar Rp 170 miliar tersebut awalnya akan dikembangkan menjadi sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, pandemi COVID-19 membuat rencana tersebut mundur sehingga kedua bangunan tersebut sempat terbengkalai selama tiga tahun terakhir.

Kini Pemda DIY pun melakukan renovasi besar-besaran agar rencana tersebut terwujud. Pembangunan mulai terlihat di bangunan yang sempat untuk shelter pasien COVID-19 beberapa waktu lalu.

“Kita bangun dahulu dari sisi sarana dan prasarana gedungnya,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, Minggu (21/05/2023).

Pembangunan rencananya menghabiskan anggaran sebesar Rp23 Miliar. Pemda melakukan renovasi dengan menambah sarana dan prasarana di gedung tersebut. Selain itu akan ada pergantian fungsi bangunan dari hotel menjadi sentra UMKM. “Nanti 2024 akhir lah kita bisa sambil paralel kita manfaatkan,” jelasnya.

Tidak hanya menjadi kawasan jualan bagi UMKM, menurut Siwi bangunan baru tersebut nantinya juga akan ada ruang inkubasi dan edukasi. Selain itu ada juga ruang pamer serta ruang berkreasi. Begitu pula dengan ruang publik sehingga kawasan tersebut menjadi ikon tempat jual produk maupun ide agar pelaku ekonomi kreatif di DIY bisa memanfaatkannya.

“Untuk muat berapa [umkm] saya belum bisa matur karena ada beberapa skema di situ,” jelasnya.

Seleksi UMKM yang akan mengisi

Menurut Siwi, UMKM yang bisa menempati kawasan tersebut harus melalui seleksi. Termasuk kurasi Sumber Daya Manusia (SDM) agar pemanfaatan sentra UMKM bisa berjalan dengan optimal.

UMKM yang menempati sentra tersebut juga harus terdaftar dalam platform SiBakul yang dikembangkan Diskop UKM DIY. Sebab berbeda dari mall, sentra UMKM tersebut harus benar-benar menjadi kawasan inkubasi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

“Nantinya [umkm] beda dengan Teras Malioboro 1 dan 2. Ada beberapa hal yang akan dinilai adalah terkait aspek sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan, manajemen pengelolaan, hingga strategi pemanfaatan teknologi informasi,” tandasnya.

Siwi menambahkan, produk yang dijual juga harus sudah kontinyu dan masyarakat sudah menerimanya. UMKM pun harus sudah memiliki legalitas atas produk yang mereka jual. 

“Itu kan jadi ruang-ruang yang memang harus jadi aspek dalam kurasi. Jadi mereka bisa jual ide dan jual barang. Ada ruang inkubasinya juga mereka tidak hanya menjual tapi bisa menginkubasi juga,” jelasnya.

Secara terpisah Penjabat (pj) Sekda DIY, Wiyos Santoso mengungkapkan, Pemda DIY membeli Hotel Mutiara untuk menjadi sentra UMKM dengan berbagai fasilitas yang pelaku usaha kecil bisa memanfaatkannya. Bangunan tersebut sempat terbengkalai karena perlunya tahap penyusunan perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) sebelum memasuki tahap renovasi.

“Kita mengharapkan UMKM bisa naik kelas terkait kualitas produk yang mereja dagangkan maupun dari nilai penjualannya itu kita sediakan tempat di Mutiara. Sebagian akan jadi ruang pamer juga ada. Kita beri fasilitas-fasilitas di sana,” imbuhnya.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA 14 Exit Tol Solo-Jogja-YIA, Ada yang Dekat dengan Kawasan Wisata

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2023 oleh

Tags: Hotel MutiarakerajinanPemda DIYUMKM
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO
Edumojok

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Pelaku UMKM di sekitar Prambanan mengikuti pelatihan. MOJOK.CO
Ekonomi

Senyum Pelaku UMKM di Sekitar Candi Prambanan Saat Belajar Bareng di Pelatihan IDM, Berharap Bisa Naik Kelas dan Berkontribusi Lebih

3 Desember 2025
WhatsApp dan UKMINDONESIA.ID gelar pelatihan digital untuk UMKM Jogja MOJOK.CO
Kilas

Pelatihan WhatsApp untuk Pelaku UMKM di Jogja, Adopsi Digital buat Hadapi Beragam Tantangan Usaha  

20 November 2025
Anggota LKS SAPADIFA di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Jogja belajar menganyam bambu. MOJOK.CO
Liputan

Penyandang Disabilitas di Bantul Manfaatkan Pohon Bambu yang Melimpah di Desanya Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

31 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.