Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Culture Shock Mahasiswa Indonesia Merayakan Idul Adha di Mesir

Ardhias Nauvaly Azzuhry oleh Ardhias Nauvaly Azzuhry
29 Juni 2023
A A
Culture Shock Mahasiswa Indonesia Merayakan Idul Adha di Mesir. MOJOK.CO

Salat Idul Adha di Mesir (egyptindependent.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa asal Indonesia mengalami culture shock tersendiri saat merayakan Idul Adha maupun Idulfitri di Mesir. Apa yang mereka rasakan, tidak sama saat mereka merayakan hari raya umat Islam di Indonesia.

Lizaq dan Jundi, mahasiswa Mesir asal Indonesia, mengalami culture shock saat berlebaran di Mesir. Pada saat tahun pertama, mereka belum sadar ketika Idulfitri tidak semeriah di tanah airnya. Namun ketika menjalani Idul Adha di tahun kedua, mereka baru menyadari perbedaan tersebut. “Di Mesir, Idul Adha adalah Idulfitri-nya orang Indonesia,” ucap mereka berdua nyaris bersamaan.

Mereka baru tahu jika ternyata, Idul Adha di Mesir perayaannya lebih meriah daripada Idulfitri. Kebalikan yang terjadi di Indonesia. Di Mesir, Idul Adha justru diperingati besar-besaran, waktu liburnya juga lebih panjang. 

Idul Adha lebih meriah daripada Idulfitri

Sederhananya, untuk membayangkan yang terjadi di Mesir saat Idul Adha, pikirkan saja tentang riuhnya negara ini ketika menyambut datangnya Idulfitri. Jangan kira kemacetan mudik itu khas Indonesia. Di Mesir pun ada, hanya saja waktunya di Idul Adha. 

Wajar saja, di Mesir minimal hari libur untuk Idul Adha adalah 3 hari. Khusus pada tahun ini, pemerintahnya memberi libur sebanyak lima hari di luar Jum’at dan Minggu (hari libur normal). Berbeda dengan Indonesia yang baru tahun ini saja memberi libur dua hari dan sehari cuti bersama.

Meskipun di Mesir mayoritas pemudik sudah menggunakan kendaraan umum, tapi arus pulang kampung yang membludak membuat jalanan tetap padat. Begitulah yang Lizaq dan Judi amati di Mesir. Mereka juga tahu dari testimoni supir Uber yang mengeluh kepada keduanya tentang jalanan kota yang jadi semrawut selama Idul Adha. Apalagi, Idul Adha di Mesir tahun ini terjadi ketika anak-anak sekolah dan kuliahan sudah memasuki libur musim panas.

Bila di Indonesia orang berburu barang belanjaan pada saat menjelang Idulfitri tiba, lain halnya dengan di Mesir. Di sini, Idul Adha lebih banyak menarik atensi brand dan marketplace seperti AliExpress, AmazonEgypt, dan Carrefour untuk memberi potongan harga hingga 50%. 

Kemeriahan-kemeriahan itulah yang membuat Idul Adha di Mesir mempunyai nama lain, yakni Eid Al-Kibr atau Hari Besar. Sebab, memang, dialah hari paling besar, lebih besar ketimbang Idulfitri sekalipun. Walaupun sebenarnya, tidak ada yang begitu spesial dalam tradisi Idul Adha di Mesir. Hari besar ini semata menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan makan bersama. Mereka saling mengucap, “kol sana wa inta tayeb” (Semoga tahunmu senantiasa sentosa). 

Tidak ada makanan spesial

Jundi menuturkan, tidak ada makanan yang begitu spesial. Semuanya olahan daging, baik itu kambing, sapi, atau domba. “Palingan ya makan semacam nasi gulai kambing pas hari pertama Idul Adha,” kata Lizaq. 

Pesta daging, itulah jawaban paling mudah di balik meriahnya perayaan Idul Adha di Mesir. Pada hari-hari inilah, bahkan orang dari kelas jelata sekalipun bisa ikut memperbaiki gizi protein hewaninya. Ini pula yang membuat hari raya ini juga dikenal dengan sebutan Eid Al-Lahm (Hari Daging) oleh umat Muslim di Mesir.

Saking gilanya orang Mesir terhadap daging, hukum kurban pun berubah secara sosiologis. Dari yang mulanya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) menjadi “kalau tidak mampu, ya dicari jalannya.” 

Tidak jarang kemudian kaum dhuafa di Mesir malah terjerat utang karenanya. Oleh karena itu, sekelompok ulama di sana mulai merumuskan fatwa untuk memperbolehkan kurban dengan unggas. Fatwa ini berdasarkan fakta ekonomi di atas, belum lagi kondisi finansial masyarakat yang morat-marit pascapandemi.

Selain perkara materiil, sebenarnya banyak alasan Idul Adha “lebih mulia” secara umum ketimbang Idulfitri. Peristiwa Ismail dan Ibrahim yang menjadi dalil kurban, bertepatannya dengan jamaah haji yang melempar Jumrah di Mina, dan takbiran selama lima hari. Ketimbang bertanya “mengapa Idul Adha dirayakan lebih meriah di Mesir?”, pertanyaan yang lebih menarik justru, “mengapa Idulfitri dirayakan begitu hebatnya di Indonesia?”

Reporter: Ardhias Nauvaly Azzuhry
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Benarkah Daging Kambing Bisa Tingkatkan Libido? Ini Kata Dokter Gizi

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2023 oleh

Tags: Idul AdhaKurbanmesir
Ardhias Nauvaly Azzuhry

Ardhias Nauvaly Azzuhry

Magang Mojok

Artikel Terkait

Momen hari raya kurban Iduladha di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Aktual

Makna “Kurban” bagi Para Napi di Lapas Wirogunan: Memalingkan Kepentingan Pribadi demi Menjadi Pribadi Lebih Baik Lagi

6 Juni 2025
Sisi gelap kurban (Idul Adha) di desa. Orang miskin nelangsa, tapi orang kaya pesta daging MOJOK.CO
Ragam

Ironi Kurban di Desa: Saling Jegal demi Raup Keuntungan, Orang Miskin Tak Kebagian Daging sementara Orang Mampu Berpesta

6 Juni 2025
Curahan Hati Calon Mahasiswa Al-Azhar University Mesir MOJOK.CO
Kilas

Curahan Hati Calon Mahasiswa Al-Azhar University Mesir

28 Desember 2023
daging kurban mojok.co
Sosial

Jangan Suuzon Dulu, Ini Alasan Ilmiah Daging Kurbanmu Tidak ‘Seenak Itu’

30 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.