Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Cerita Beratnya Menjadi CPNS, Gaji Nyaris Tidak Cukup Penuhi Kebutuhan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 Mei 2023
A A
Cerita Beratnya Menjadi CPNS, Gaji Nyaris Tidak Cukup Penuhi Kebutuhan. MOJOK.CO

Ilustrasi Cerita Beratnya Menjadi CPNS, Gaji Nyaris Tidak Cukup Penuhi Kebutuhan. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pegawai negeri melewati fase CPNS yang krusial. Banyak tantangan yang perlu mereka hadapi sebelum akhirnya bisa menikmati beberapa keistimewaan sebagai abdi negara.

Tak bisa dimungkiri bahwa menjadi pegawai negeri masih jadi mimpi banyak orang Indonesia. Pada seleksi CPNS 2021 lalu terdapat 3,7 juta pelamar dari 700 ribuan formasi yang dibutuhkan.

Sebagai informasi, peserta ujian paling banyak menyasar instansi Kementerian Hukum dan HAM. Jumlah pendaftar pada instansi tersebut mencapai 627.144 orang. Kementerian Perhubungan menyusul di peringkat kedua dan Kementerian Pendidikan duduk di posisi ketiga peminat terbanyak.

Namun sebagian peserta yang berhasil lolos mengungkapkan fase menjadi CPNS tergolong berat. Salah satunya lantaran gaji yang belum diberikan secara penuh.

Kondisi itu dirasakan oleh Siska (30), seorang dosen yang lolos tes CPNS pada 2018 silam. Pada rentang 2019 hingga 2020 saat belum resmi menjadi pegawai negeri, ia mengaku kewalahan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Saat itu, gajinya sebagai PNS golongan IIIB masih cair 80 persen setiap bulannya. Nominalnya sekitar Rp2,1 juta. Untuk menyewa kamar tinggal di Jogja saja ia sudah menghabiskan Rp800 ribu per bulan.

“Jadi memang berat saat masa CPNS itu,” paparnya.

Saat itu ia juga belum mendapatkan jadwal mengajar yang reguler di perguruan tinggi tempatnya bekerja. Alhasil, Siska belum bisa memperoleh pemasukan dari kelebihan jam mengajar yang biasanya jadi instrument pemasukan tambahan bagi dosen PNS.

Belum lagi, Siska merupakan sandwich generation yang turut menanggung kebutuhan orang tua dan adiknya. Pada masa itu, adiknya ada di masa perkuliahan yang juga membutuhkan biaya yang cukup banyak.

“Orang tua tahunya ya saya sudah secure nih jadi dosen. Nggak pernah cerita sama orang tua kalau gajinya ya ternyata sekecil ini di awal,” kenangnya.

Sebelum mendaftar sebagai pegawai negeri, Siska sudah bekerja. Menurutnya gajinya saat itu dua kali lipat gajinya selama menjadi CPNS. Tabungan dari gaji pekerjaan itu membantunya bertahan selama masa belum mendapatkan gaji penuh.

Cerita keluar dari CPNS

Fase berat itu harus ia lewati hingga akhirnya resmi menjalani pengangkatan sebagai  PNS pada Oktober 2020. Setelah itu ia mendapat gaji penuh yang setidaknya bisa menopang kebutuhan hidupnya. Dalam pasal 14 ayat 1 PP Nomor 98 Tahun 2000 menyebutkan jika CPNS menjalani masa percobaan sekurang-kurangnya 1 tahun dan paling lama 2 tahun. Sebelum nantinya resmi menjadi PNS.

Namun ternyata tidak semua peserta yang lolos akhirnya bisa menyelesaikan fase CPNS seperti Siska. Ogi Wicaksana (30) misalnya, memilih mengundurkan diri sebagai calon pegawai negeri. Salah satu alasannya adalah gaji yang jauh di bawah pekerjaan sebelumnya.

Setelah resmi menyandang seragam coklat, Ogi mulai berhitung. Dengan gaji tetap yang ia terima, setidaknya sampai ia mendapat pengangkatan sebagai PNS, ada banyak kebutuhan yang tidak bisa tertutupi. Di usianya, Ogi sudah mulai memikirkan beragam cicilan dengan nominal yang lumayan. Mulai dari rumah hingga mobil.

Iklan

Sebenarnya ia masih punya tabungan dari pekerjaan sebelumnya. Namun, menurut perhitungannya, itu hanya mampu bertahan tak lebih dari setahun. Sedangkan pengangkatan PNS, baru terjadi setelah satu tahun berstatus CPNS.

“Kalau sudah jadi PNS, memang ya gajinya besar. Tunjangan kinerja PNS di DKI Jakarta juga bisa berkali-kali lipat UMR Jogja. Tapi itu kan perlu menunggu,” ujarnya sambil tertawa kepada saya yang bekerja di Jogja.

Namun di sisi lain, Ogi mengakui kalau ia mendaftar lantaran tuntutan orang tua. Ia ingin membuktikan bahwa bisa lolos tes sebagai CPNS seperti yang orang tuanya harapkan.

“Dulu ikut seleksi karena aku coba untuk membuktikan aku bisa jadi seperti yang keluarga inginkan,” ujarnya. Akhirnya, Ogi hanya menjadi CPNS kurang dari empat bulan.

Keduanya mengakui bahwa PNS memang menjanjikan pendapatan yang stabil dan jaminan hari tua. Namun fase CPNS adalah fase yang menantang untuk mereka hadapi.

Reporter: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Nestapa Dosen Muda Digencet Ribetnya Administrasi dengan Gaji di Bawah Guru SD

Cek berita dan artikel lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2023 oleh

Tags: Cpnsgaji PNSPNS
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO
Edumojok

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
S3 di Bandung, Istri PNS Makassar- Derita Jungkir Balik Rumah Tangga MOJOK.CO
Esai

Jungkir Balik Kehidupan: Bapak S3 di Bandung, Istri PNS di Makassar, Sambil Merawat Bayi 18 Bulan Memaksa Kami Hidup dalam Mode Bertahan, Bukan Berkembang

1 Desember 2025
Jadi dosen non PNS (honorer) di kampus swasta dapat gaji yang bikin nelangsa. Nyesel kuliah sampai S2 MOJOK.CO
Ragam

Berambisi Jadi Dosen biar Terpandang dan Gaji Sejahtera, Pas Keturutan Malah Hidup Nelangsa

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Kepribadian Perfeksionis

Derita Punya Kepribadian Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh Petani adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani MOJOK.CO

Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani

2 Maret 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.