Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ceramah Idul Adha Busyro Muqoddas: Warga Jogja Diberi Contoh Menyengat Mantan Walikota

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
9 Juli 2022
A A
Idul Adha, Busyro Muqaddas, warga jogja

Umat muslim mengikuti salat Idul Adha 1443 H di lapangan Minggiran, Mantrijeron, Yogyakarta. (Yvesta Putu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas mengatakan warga Jogja diberi contoh yang menyengat, mantan walikotanya jadi tahanan KPK. Ini bukti, bahwa pada saatnya Allah akan memberikan ganjaran pada orang-orang yang tidak jujur dan membohongi rakyatnya.

“Bahkan kita warga Jogja di beri contoh yang menyengat, yaitu mantan walikota Yogyakarta yang sekarang sedang menikmati rompi orange di tahanan KPK. Itu menunjukkan bahwa kalau orang tidak jujur dan membohongi rakyatnya maka pada saatnya Allah akan memberikan ganjaran atas perbuatan mereka,” papar Busyro Muqoddas saat menjadi penceramah di lapangan Minggiran, Mantrijeron, Yogyakarta, Sabtu (09/07/2022).

Mantan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti tertangkap tangan dalam dugaan suap pemberian Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) apartemen Royal Kedhaton di Kemetiran Lor. 

Menurut Busyro, para elite yang berkuasa seringkali hanya memberikan janji muluk setiap lima tahun sekali saat pemilu. Namun, setelah dipilih ternyata justru banyak di antara mereka yang memiliki cara yang kumuh dan menggunakan cara yang tidak elok menurut kemanusiaan apalagi keagamaan untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

Contohnya, dalam situasi negara saat ini ketika kelangkaan minyak goreng terjadi yang mengakibatkan harga komoditi tersebut melambung tinggi. Kelangkaan terjadi akibat mafia minyak goreng yang mencari keuntungan pribadi. Pelakunya para elite yang berkuasa dan memegang kebijakan. Seperti yang dilakukan mantan walikota Yogyakarta kepada warga Jogja.

“Dengan memilih jalan yang kumuh apakah Indonesia menjadi negara yang makmur bagi seluruh masyarakat, belum. Saya katakan belum karena ada faktanya banyak pengelola negeri yang mencari kemakmuran untuk dirinya sendiri, kelompoknya sendiri, partainya sendiri,” tandasnya.

Karenanya di momen Idul Adha ini, Busyro berharap para elite dan masyarakat bisa belajar dari kisah Nabi Ibrahim AS. Dalam kisah Nabi Ibrahim, domba dijadikan hewan kurban sebagai makna simbolik Ibrahim memberi contoh kepada umat manusia untuk membakar sifat-sifat kebinatangan. 

“Jika sudah punya jabatan yang tinggi, bisa jadi perilakunya menyimpang seperti binatang, bahkan lebih dari binatang. Naudzubillahimindzalik. Maka sifat kebinatangan itu dibakar melalui simbol berkorban ini,” ungkapnya.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam pesannya mengungkapkan peringatan Idul Adha Muhammadiyah kali ini berbeda dari pemerintah yang baru dilaksanakan pada Minggu (10/07/2022). Namun perbedan tersebut tidak perlu diperdebatkan agar bangsa Indonesia senantiasa dapat menjaga kerukunan dan kebersamaan.

“Di tengah kita berbeda, kita harus tasamuh, menghormati, menghargai dan tidak ada yang ingin mendominasi biarpun pemerintah menentukan hari dan tanggal Idulfitri tapi kita harapkan juga pemerintah bersifat toleran, mengayomi, sekaligus menjadi tempat bersandar di tengah keragaman sehingga pemerintah tidak perlu bersifat monolitik,” paparnya.

Haedar juga berpesan agar setiap kantor wilayah turut bersikap arif dan menghormati perbedaan keyakinan terhadap Idul  Adha kali ini. Diantaranya dengan tidak memaksa anggotanya untuk merayakan salat Idul  Adha di hari tertentu.

“Khusus bagi umat, organisasi, dan tokoh keagamaan, mari Iduladha ini baik dalam konteks melaksanakan salat dan kaitan berkurban, kita harus makin memperkuat ukhuwah yang otentik. Keragaman paham, organisasi, tidak menghalangi kita untuk berbagi menjadi satu tubuh yang sama sebagaimana pesan Nabi bahwa antar umat, antar golongan harus saling menyangga satu sama lain,” imbuhnya.

BACA JUGA: Suara Warga Jogja Korban Kebijakan: Miskinkan Haryadi!

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2022 oleh

Tags: haryadi suyutiIdul Adhawarga jogja
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Saya Orang Jogja yang Iri pada Klaten yang Keberadaannya Makin Diperhitungkan Mojok.co
Pojokan

Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja

11 Maret 2026
Jogja macet saat mudik Lebaran
Urban

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Sisi gelap kurban (Idul Adha) di desa. Orang miskin nelangsa, tapi orang kaya pesta daging MOJOK.CO
Ragam

Ironi Kurban di Desa: Saling Jegal demi Raup Keuntungan, Orang Miskin Tak Kebagian Daging sementara Orang Mampu Berpesta

6 Juni 2025
garebeg besar mojok.co
Sosial

Ironi Ngalap Berkah Garebeg Besar Idul Adha, Sejumlah Warga Justru Kecopetan

29 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.