Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Cara Menghitung Weton, Hari Baik Berdasarkan Penanggalan Jawa

Kenia Intan oleh Kenia Intan
19 Januari 2023
A A
cara menghitung weton mojok.co

Ilustrasi weton (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Weton bukanlah hal yang asing bagi mereka yang masih memegang erat budaya Jawa. Menghitung weton sebelum mengadakan acara penting dipercaya bisa menghindari kejadian-kejadian buruk. Weton juga bisa menunjukkan karakter, sifat, bahkan kecocokan dengan pasangan.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), weton didefinisikan sebagai hari lahir seseorang dengan pasarannya seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Sumber lain menjelaskan, weton Jawa tidak sekadar menandakan hari lahir, tetapi juga sebagai patokan untuk menunjukkan ramalan tertentu.

Dilansir dari Primbon.com, dalam kebudayaan jawa terdapat istilah “moco ing waskito” artinya membaca kejadian dari fenomena atau tanda-tanda alam yang telah terjadi sebelumnya sebagai panduan untuk memahami setiap peristiwa yang akan terjadi. Ketika masyarakat sudah mengenal tulis menulis, catatan-catatan fenomena alam yang sudah berpola itu ditata dalam suatu sistem penanggalan.

Dengan begitu mereka yang masih memegang kebudayaan jawa percaya bahwa sifat, karakter, dan jalan hidup seseorang dapat diprediksi dilihat dari perhitungan neptu weton Jawa atau disebut dengan wetonan.

Tidak hanya menandakan hari lahir dan nasib seseorang, weton juga digunakan utnuk menentukan masa tanam dan panen, meramal kecocokan jodoh, ataupun untuk meramalkan hari baik untuk tujuan tertentu. Oleh karenanya, sebelum melakukan acara penting seperti pernikahan, pindah rumah, dll, orang Jawa biasa menggunakan weton supaya terhindar dari hari buruk.

Lalu, bagaimana cara menghitung weton?

Ada dua cara menghitung neptu weton. Neptu adalah nilai dari masing-masin hari. Pertama, mengetahui neptu weton dari hari dan pasaran Jawa. Kedua, mengetahui neptu weton dari bulan dan tahun Jawa.

Hari-hari dalam kalender Jawa mengadopsi dari kalender Islam yang terdiri atas 7 hari yakni Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Sementara pasaran Jawa terdiri atas 5 hari dengan urutan Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Perputarannya berulang setiap 35 hari. Oleh karena itu, menurut kalender jawa, hari lahir kalian akan berulang setiap lima minggu.

Hari dan pasaran di Jawa memiliki nilai masing-masing. Berikut daftarnya:

Hari
Minggu : 5
Senin : 4
Selasa : 3
Rabu : 7
Kamis : 8
Jumat: 6
Sabtu: 9

Pasaran
Wage: 4
Kliwon : 8
Legi : 5
Pahing : 9
Pon : 7

Neptu weton bisa diketahui dengan menjumlahkan nilai dari hari dan pasarannya. Misalnya, Jumat Pahing neptu wetonnya adalah 15. Ini diperoleh dari Jumat yang nilainya 6 ditambah Pahing yang nilaianya 9.

Hitungan neptu weton lainnya adalah berdasar bulan dan tahun Jawa. Perhitungan ini biasanya digunakan untuk memperkirakan musim tanam, musim hujan, musim kemarau, musim ikan, dan sebagainya.

Bulan-bulan dalam kalender Jawa mengadopsi kalender Islam. Sedangkan tahun pada kalender Jawa terdiri dari 8 macam nama tahun dengan urutan Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakhir. Masing-masing bulan dan tahun juga memiliki nilainya. Cara menghitungnya pun sama dengan sebelumnya, kalian tinggal menjumlahkan bulan dan tahun Jawa untuk mengetahui neptunya.

Bulan
Suro 7
Sapar 2
Mulud 3
Bakdamulud 5
Jumadilawal 6
Jumadilakir 1
Rejeb 2
Ruwah 4
Pasa 5
Sawal 7
Sela 1
Besar 3

Iklan

Tahun
Alip 1
Ehe 5
Jimawal 3
Je 7
Dal 4
Be 2
Wawu 6
Jimakhir: 3

Mengingat perannya yang penting untuk menentukan hari-hari baik, menghitung weton tidak bisa dilakukan sembarang orang. Biasanya seseorang yang dianggap tua atau memiliki cukup ilmu yang diminta untuk menghitung weton dan memahami makna atas suatu hitungan weton.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Weton Jadi Kambing Hitam Orang yang Ketemu Hari Sial

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2023 oleh

Tags: hitungan wetonramalan wetonWeton
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Kalender Jawa dan Ilmu Weton Makin Ditinggalkan, Marabahaya Mengintai Generasi Selanjutnya MOJOK.CO
Ragam

Kalender Jawa dan Ilmu Weton Makin Disepelekan, Petaka Mengintai Generasi Muda

23 Juni 2024
Serumah dengan Ibu Mertua Bak Neraka. MOJOK.CO
Ragam

Pengakuan Pasangan yang Nekat Menikah Meski Weton Tak Cocok, Rumah Tangga Aman dan Baik-baik Saja Tuh!

6 Maret 2024
Melihat Nasib Anies-Cak Imin Melalui Weton, Benarkah Gampang Cerai? MOJOK.CO
Kotak Suara

Weton Pasangan Anies dan Cak Imin Tidak Cocok, Bisa Bahagia Asal…

29 September 2023
Ibu Saya Diasingkan Keluarga karena Kesamaan Weton
Esai

Ibu Saya Diasingkan Keluarga karena Kesamaan Weton

5 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.