MOJOK.CO, JAKARTA – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut memiliki integritas yang baik. Demi menjaga marwah instansi, 47.000 ASN di Jateng “digembleng” dalam Program E-Learning Berintegritas.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, 47.000 ASN di Jateng dituntut memiliki integritas yang baik, tidak lain supaya mampu menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih (clear dan good governance).
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) serius mengikutsertakan para ASN dalam mengikuti program e-learning dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program tersebut memberikan pemahaman dan pencegahan agar ASN tidak berperilaku menyimpang, melanggar hukum, atau menyalahgunakan wewenang.
“Integritas itu marwahnya suatu dinas atau institusi. Pencegahan yang dilakukan KPK ini bagus sekali. Nanti BPSDMD akan selalu menggelorakan terkait dengan e-learning ini, sehingga secara tidak langsung mendidik ASN tidak melanggar hukum,” ujar Ahmad Luthfi.
“Jadi e-learning ini adalah edukasi bagaimana kita mempunyai integritas, terutama dalam hal pemberantasan korupsi di tingkat ASN,” sambungnya.

Jawa Tengah (Jateng) lampaui target KPK soal edukasi ASN berintegritas
Pemprov Jateng sendiri mendapat target dari KPK untuk melakukan e-learning terhadap setidaknya 2.500 ASN. Namun, Pemprov Jateng justru melampaui target dengan menuntaskan sekitar 7.245 ASN atau sekitar 289,8% dari target KPK.
Karena catatan tersebut, KPK memberi penghargaan terhadap Pemprov Jateng yang diserahkan oleh Ketua KPK RI Setyo Budiyanto kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Launching Nasional Program E-Learning ASN Berintegritas di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026).
Untuk diketahui, pelaksanaan piloting Program E-Learning ASN Berintegritas dilakukan di 12 kementerian dan pemerintah daerah. Total sudah menjangkau 55.493 ASN di 12 instansi tersebut.
Ketua KPK RI Setyo Budiyanto mengapresiasi seluruh instansi kementerian dan pemerintah daerah yang terlibat dalam piloting Program E-Learning ASN Berintegritas. Maka dari itu piagam penghargaan diberikan kepada 12 instansi tersebut. Terlebih ada banyak instansi yang melebihi target yang ditetapkan, salah satunya Jawa Tengah.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk kepentingan KPK semata tapi kepentingan untuk ASN se-Indonesia. Total ASN kita itu sekitar 6,7 juta, ini baru 55 ribu,” ujar Budiyanto.
“Program E-learning ini instrumen yang menurut saya sangat kuat bahkan modulnya sudah dikoreksi oleh banyak pihak. Oleh karena itu kita jadikan kegiatannya gerakan nasional untuk pembelajaran integritas,” imbuhnya.
Evaluasi untuk program e-learning
Menerima penghargaan membuat Pemprov Jateng semakin terpacu untuk menuntaskan e-learning ke total ASN di Jateng, sebagaimana ditegaskan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, menegaskan pihaknya akan mengadakan batch e-learning
“Setelah ini kita buka batch lagi, per batch itu 3.000 ASN untuk menyelesaikan sekitar 47.000-49.000 ASN Pemprov Jateng,” tegas Uswatun.
Uswatun juga mengaku sudah mengevaluasi program tersebut.
Ia bercerita, pada mulanya ia menargetkan 10.000 ASN di Jateng ikut program tersebut. Namun, dalam perjalanannya terkendala migrasi materi. Selain itu, tingginya animo peserta menjadikan lambatnya proses login, sehingga materi yang tidak dapat diakses secara optimal.
Dari evaluasi tersebut, BPSDMD bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Digital telah menyiapkan langkah perbaikan. Antara lain penguatan infrastruktur server, migrasi ke Virtual Private Server, optimalisasi konten pembelajaran agar lebih ringan, serta pengaturan jumlah peserta per angkatan secara lebih proporsional.***(Adv)
BACA JUGA: Saat Tiongkok Suntik Rp15 T untuk Industri Kendaraan Listrik di Kendal Jateng: Serap 10.000 Tenaga Kerja, Lokal Jadi Prioritas Utama atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan