Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ajaran Sunan Bonang: Jalan Kembali Kepada Allah adalah Cinta

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
28 September 2023
A A
Ajaran Sunan Bonang: Jalan Kembali Kepada Allah adalah Cinta MOJOK.CO

Sunan Bonang

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sunan Bonang merupakan satu dari 9 anggota Wali Songo. Sunan Bonang memiliki nama asli Maulana Makdum Ibrahim. Ia lahir di Jawa Timur.

Menurut B.J.O. Schrieke dalam Het Book van Bonang (1916), Sunan Bonang lahir sekitar tahun 1465 Masehi. Ia terlahir dari keluarga Wali Songo. Ayah dan kakeknya merupkan anggota Wali Songo. Ayahnya adalah Sunan Ampel, sementara kakeknya ialah Sunan Gresik.

Sunan Bonang lahir dari perkawinan Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila (Dyah Siti Manila binti Arya Teja). Sewaktu kecil ia berguru kepada ayahnya sendiri di Pesantren Ampel Denta. Ia berkawan akrab dengan Raden Paku (Sunan Giri).

Seusai berguru dengan ayah, ia pergi ke tanah seberang yakni negeri Pasai untuk memperdalam ilmu agama. Pasai merupakan pusat pengajaran ilmu sufi di Nusantara yang pada waktu itu cenderung ke ajaran Al-Halajj.

Sepulangnya dari perantauan, sang ayah memerintahkannya untuk berdakwah di daerah Tuban, Rembang, Pulau Bawean, dan Madura.

Lantas apa inti ajaran dari Sunan Bonang dalam tiap dakwahnya?

Ilmu Tasawuf, Ajaran Sunan Bonang

Tiap Wali Songo memiliki keahlian atau ilmu pengetahuan masing-masing. Begitu pula dengan Sunan Bonang. Sebagai cendekiawan Islam ia dikenal sebagai wali yang menguasai ilmu tasawuf, fikih, ushuludin, kesenian, dan kesusastraan.

Ajaran Sunan Bonang adalah perpaduan antara ajaran ahlussunnah bergaya tasawuf dan garis salaf. Tasawuf sendiri bisa berarti jalan atau cara manusia mendekatkan diri kepada Allah untuk mencapai ridha-Nya.

Para pengamal ilmu tasawuf biasanya orang-orang yang rindu kepada Allah. Mereka rela meninggalkan segala keduniawian untuk menghadapkan segenap jiwa raga hanya kepada Allah.

Ajaran tasawuf cinta (‘isyq) Sunan Bonang memiliki kesamaan dengan ajaran Jalaludin Rumi. Intinya, apabila Allah menciptakan segala sesuatunya dengan cinta, maka jalan kembali kepada-Nya ialah dengan cinta.

Sunan Bonang meyakini cinta di sini sama dengan iman, pengetahuan intuitif atau makrifat, dan kepatuhan kepada Allah. Untuk mencapai itu, orang mesti mengesampingkan ego atau hawa nafsunya dan masuk ke dalam kebakaan.

Dengan kata lain cinta adalah keyakinan mendalam kepada Allah beserta kehendak-Nya, yaitu haqq al-yaqin. Haqq al-yaqin inilah sumber paling murni dari kemauan sejati dan perbuatan yang indah.

Berdakwah lewat seni musik

Merujuk dari buku Sejarah Islam Nusantara karya Rizem Aizid, Sunan Bonang memanfaatkan kesenian dan budaya masyarakat setempat menjadi media dakwah. Kesenian tersebut berupa seperangkat gamelan yang disebut bonang. Bonang ialah sejenis kuningan yang bagian tengahnya menonjol.

Bila benjolan itu ditabuh dengan kayu lunak akan timbul suara yang merdu. Terlebih jika yang menabuh Sunan Bonang sendiri, musik yang keluar akan terdengar merdu. Sunan Bonang sendiri ialah seorang wali yang memiliki cita rasa tinggi.

Iklan

Ia telah menciptakan banyak karya seni. Di antaranya Suluk Wujil, Suluk Khalifah, Suluk Regok, Suluk Bentur, Suluk Wasiyat, Suluk Jebeng, dan masih banyak yang lainnya.

Sunan Bonang juga mengubah gamelan Jawa yang pada masanya kental dengan nuansa Hindu menjadi nuansa Islami.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Sunan Kalijaga Hobi Traveling, Sunan Bonang Beri Julukan Ini
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 28 September 2023 oleh

Tags: ajaran sunan bonangklssunan ampelsunan bonangWali Songo
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Pulau Bawean Begitu Indah, tapi Menjadi Anak Tiri Negeri Sendiri MOJOK.CO
Esai

Pengalaman Saya Tinggal Selama 6 Bulan di Pulau Bawean: Pulau Indah yang Warganya Terpaksa Mandiri karena Menjadi Anak Tiri Negeri Sendiri

15 Desember 2025
625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025 MOJOK.CO
Kilas

625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025

15 Agustus 2025
Pelabuhan Kendal bakal jadi pintu peningkatan ekspor di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Pelabuhan Kendal bakal Jadi Pintu Peningkatan Perdagangan Luar Negeri di Jateng, Pembangunannya Harus Dipercepat

25 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Będą gaya mahasiswa yang kuliah di PTN Universitas Islam Negeri (UIN) dulu dan sekarang MOJOK.CO

Untung Kuliah di UIN Era Dulu meski Ala Kadarnya, Beda Gaya dengan Mahasiswa Sekarang yang Bikin Terintimidasi

5 Maret 2026
Iran, Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia

Bukan Nuklir, Air Adalah “Senjata Pemusnah” Paling Mematikan di Perang AS-Iran

4 Maret 2026
Rasa Sanga (3): Urap Daun Mengkudu, Cara Sunan Kalijaga Mengajarkan Kemandirian Pangan dan Locavore pada Masyarakat Demak.MOJOK.CO

Rasa Sanga (3): Urap Daun Mengkudu, Cara Sunan Kalijaga Mengajarkan Kemandirian Pangan dan Locavore pada Masyarakat Demak

2 Maret 2026
Kupat Keteg: kuliner warisan Sunan Giri jadi medium dakwah di Giri Kedaton, Gresik MOJOK.CO

Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

6 Maret 2026
Kuliah kampus/PTN Islam Universitas Islam Negeri (UIN) bikin tahan penderitaan hidup gara-gara kumpul mahasiswa modal iman MOJOK.CO

Kuliah di UIN Jadi Tahan Penderitaan Hidup: Kumpul Mahasiswa “Modal Iman”, Terbiasa Mbambung dan Lapar

2 Maret 2026
Bimbel untuk lolos UTBK SNBT agar diterima di PTN

Bimbel UTBK SNBT adalah “Penipuan”: Rela Bayar Mahal demi Rasa Aman dan Jaminan Semu, padahal Tak Pasti Lolos dan Kuliah di PTN

3 Maret 2026

Video Terbaru

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026
Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.