Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kesamaan antara Jokowi dan Dilan

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
27 Februari 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jokowi dan Dilan sama-sama difilmkan, sama-sama sederhana, dan sama-sama pernah diragukan.

Setelah satu bulan tayang di bioskop, penggemar film “Dilan 1990” ramaikan #TolakDilanTurunLayar. Jokowi pun turun tangan. Melalui page Facebook, Jokowi unggah foto sedang pamerkan tiga lembar tiket bioskop dengan caption, “Hari Minggu kalian kemana? Saya menonton film yang sedang tayang di bioskop-bioskop tanah air: Dilan 1990.” Seandainya Hary Tanoe juga menceritakan kegiatannya di hari libur, mungkin fotonya adalah televisi yang menayangkan RCTI dengan caption, “Hari Minggu kalian kemana? Saya di rumah saja menonton film kartun Doraemon.”

Setelah Jokowi nonton, Falcon Pictures mengumumkan jumlah penonton film Dilan yang menembus angka 6 juta penonton. Kurang sejuta lagi dari 7 juta penonton yang ditargetkan supaya Vanesha menyusul Iqbaal ke Amerika. Apakah Jokowi sengaja nonton untuk membantu Vanesha dan Iqbaal bertemu kembali? Kalau begitu, berarti fix Jokowi nggak masuk ke kubu Vanesha-Adipati.

Diwartakan bahwa Jokowi nonton film di bioskop Senayan City, Jakarta Selatan. Tiga tiket yang beliau pamerkan bukanlah untuk dirinya sendiri dan dua bangku sisanya dipakai untuk menaruh tas dan kotak pop corn, melainkan beliau nonton bareng Kahiyang Ayu dan Bobby sang menantu. Jadi, untuk kalian yang tidak bisa nonton film Dilan dengan pasangan, tidak perlu berkecil hati. Presiden saja tidak nonton bersama pasangannya kok. Tak terlihat sosok Jusuf Kalla di bioskop Senci kala itu.

Sebenarnya Jokowi pernah dibuatkan film dengan judul yang sama dengan namanya sendiri: “Jokowi”. Seperti halnya Dilan yang judul filmnya menggunakan nama Dilan. Film Jokowi rilis pada hari Kamis, 20 Juni 2013 untuk menyambut hari ulang tahun Jokowi ke-52 pada tanggal 21 Juni 2013 dan hari jadi DKI Jakarta ke-486 pada tanggal 22 Juni 2013. Timing yang pas.

Berbeda nasib dengan film Jokowi lainnya yang dibintangi Ben Joshua berjudul “Jokowi Adalah Kita”. Film “Jokowi Adalah Kita” dirilis pada tanggal 20 November 2014. Dilihat dari trailer, film ini menceritakan sepak terjang Jokowi selama menjadi gubernur DKI Jakarta. Namun penayangan film tersebut tertunda karena bertepatan dengan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Dua film tersebut diproduseri oleh KK Dheeraj.

Di film “Jokowi”, Teuku Rifnu Wikana memerankan Jokowi sewaktu masih muda nan gondrong. Sementara di film “Dilan 1990”, Teuku Rifnu melakoni peran Suripto sang guru BP yang enteng tangan. Saya jadi merasa cringe saat adegan Dilan dan Suripto berkelahi di lapangan upacara. Sampai-sampai Suripto ngumpet di ketiak seorang ibu guru segala.

Jika dipikir-pikir, Jokowi dan Dilan punya beberapa kesamaan. Dimulai dari kontroversi Iqbaal Ramadhan saat diumumkan menjadi pemeran sosok Dilan. Banyak warganet yang tidak setuju dengan alasan citra Iqbaal yang terlalu manis sebagai anggota boy band cilik. Nggak ada sangar-sangarnya acan.

Jika dilihat dari trailer, Iqbaal divonis tidak akan mampu membawakan peran sang panglima tempur gombal. Begitu pula dengan Jokowi saat dicalonkan sebagai presiden. Banyak yang sangsi dengan alasan Jokowi kurang kompeten. Namun, keduanya bisa membuktikan bahwa mereka pantas menjadi apa yang mereka mau dengan kesungguhan dan kerja keras.

Sekarang, kita bisa menyebut Jokowi adalah presiden dan presiden adalah Jokowi. Dilan adalah Iqbaal dan Iqbaal adalah Dilan. Sementara Milea adalah Vanesha, tapi sekarang Vanesha adalah Ayudia Bing Slamet. Sebab di film “Teman Tapi Menikah”, Vanesha sudah ganti gacoan: Kang Adipati Dolken alias Mister Ditto Percussion.

Jokowi dan Dilan sama-sama pemimpin. Bedanya, Jokowi memimpin negara, sementara Dilan memimpin geng motor dalam pertempuran. Karena beratnya tugas sebagai pemimpin, keduanya pun sama-sama bikin khawatir orang tersayang. Milea menghawatirkan Dilan yang berniat nyerang sekolah musuh, sampai Milea minta ikut dan akhirnya Dilan membatalkan aksinya.

Begitu pula saat Jokowi nyapres, keluarganya ketar-ketir. Apalagi saat itu Jokowi diserang oleh berbagai isu. Belum jadi presiden saja sudah bikin khawatir. Belum lagi, anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming, sampai ikut terseret arus fitnah dan jadi sewot dengan media yang sempat memberitakannya secara asal-asalan.

Usai menonton film Dilan, Jokowi sempat memberikan ulasan, “Ini pacaran anak muda, tapi diambil secara sederhana dan pas, tidak berlebihan. Ini yang menyebabkan masyarakat semuanya menjadi ingin nonton.”

Tidak heran jika orang nomor satu di Indonesia tersebut mengatakan cerita cinta Dilan dan Milea disukai banyak orang karena kesederhanaannya. Selama ini, Jokowi sendiri dikenal sebagai sosok yang sederhana. Bahkan bio Jokowi di Twitter sebelum menjadi presiden adalah: “Pengennya sederhana dalam kesederhanaan.” Mirip banget dengan Dilan yang serba sederhana. Milea saja diperlakukan istimewa oleh Dilan dengan cara yang sederhana. Dilan memberikan salam perkenalan kepada Milea dengan secarik surat undangan ke sekolah, menghadiahi kado ultah berbentuk TTS yang sudah diisi, dan sebuah kerupuk sebagai oleh-oleh kencan pertama.

Iklan

Jokowi pun demikian, memberikan benda sederhana kepada anak-anak Indonesia yang dicintainya: sepeda. Seandainya Jokowi suka kemewahan, mungkin setelah seorang bocah SD berhasil menyebutkan nama-nama ikan, Jokowi akan berujar, “Sana ambil Lamborghini-nya di belakang!”

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2018 oleh

Tags: adipati dolkendilandilan 1990Filmjokowiteman tapi menikahvanesha
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara dalam Mobil! Mojok.co
Pojokan

Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara!

8 Oktober 2025
film tema perselingkuhan.MOJOK.CO
Mendalam

Main Serong di Sinema Indonesia: Mengapa Kamu Menyukai Film Bertema Perselingkuhan?

22 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Real Jual Tanah untuk Membeli Innova Reborn Menjadi Pilihan Terbaik bagi Orang Bodoh karena yang Penting Bisa Investasi

25 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.