Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tiga Kebenaran Pernyataan Sufi Omar Tarragona

Irfan Afifi oleh Irfan Afifi
14 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seorang sufi bernama Omar Tarragona dihadapkan ke depan seorang raja yang berkuasa. Nyawa Omar dipertaruhkan ketika ia menyampaikan hakikat “kebenaran” di depan raja.

Seorang sufi, oleh masyarakat, dikenal sebagai seorang pencari kebenaran. Ia adalah seorang yang bergelut, berjuang keras, dan akhirnya menemukan “hakikat” kebenaran dan kenyataan. Suatu hari, seorang raja yang lalim, bodoh, dan sekaligus tamak yang menguasai Kota Murcia di wilayah Spanyol yang bernama Rudariq benar-benar menginginkan kebenaran seperti yang dimiliki oleh seorang sufi.

Iklan

Ia ingin memiliki ilmu hakikat kenyatan. Saking kuatnya keinginan untuk memiliki kebenaran ini, ia ngotot menyuruh anak buahnya mencari seseorang yang dianggap telah mencapai dan memiliki pengetahuan tentang hakikat kenyataan.

Anak buah dan para pengawal raja segera menyebar ke seluruh penjuru kota dan desa. Tidak beberapa lama, berdasar informasi yang berkembang di masyarakat, mereka menemukan seorang arif yang secara bulat dikatakan oleh masyarakat telah memiliki pengetahuan tentang hakikat kenyataan dan kebenarannya.

Orang ini dikenal dengan nama Omar El Alawi Tarragona, seorang sufi besar dari wilayah Tarragona. Omar, oleh para pengawal raja kemudian ditahan dan dihadapkan kepada Raja Rudariq.

“Aku telah memutuskan dan menitahkan bahwa kamu harus mengatakan dan menyerahkan “kebenaran” kepadaku dalam sebuah bahasa yang bisa aku pahami. Jika kamu gagal dan tidak sanggup mengatakannya kepadaku, maka nyawamu akan menjadi gantinya,” kata raja Rudariq kepada Omar dengan nada mengancam.

“Apakah Raja sering melihat sebuah pengadilan. Ya pengadilan di mana pun tempatnya. Seperti umumnya terjadi di pengadilan jika seorang yang ditahan mengatakan tentang sebuah kebenaran dan hingga pengadilan berakhir bila pernyataannya tidak mendapat sanggahan yang membuatnya dinyatakan berbohong, bukankah ia akan dibebaskan?” tanya Omar.

“Ya benar. Memang seperti itu,” timpal raja.

“Jika memang demikian, apakah raja bersedia jika saya meminta didatangkan tiga saksi yang akan mendengar percakapan antara saya dan paduka? Jika permintaan saya dipenuhi, bukan hanya satu kebenaran akan saya berikan kepada paduka, melainkan saya akan berikan tiga kebenaran kepada paduka,” kata Omar.

“Apakah kamu sudah berpikir matang-matang,” kata Raja. “Jika kau mengatakan kebenaran, kami harus puas dengan seluruh pernyataanmu. Kamu harus menyertakan bukti-bukti kebenaran seperti yang akan kamu katakan, bahwa kebenaran yang kamu katakan adalah memang kebenaran yang berdasar kenyataan.”

“Untuk Raja seperti Anda,” kata Omar, “saya akan katakan bukan hanya satu kebenaran, melainkan tiga kebenaran. Dan saya yakin, bahwa kebenaran yang saya katakan memiliki bukti yang tidak mungkin disangkal oleh siapa saja. Dan oleh karenanya pasti benar adanya.”

“Awas Jika kamu berbohong,” ancam raja, “Nyawamu sungguh benar-benar akan menjadi taruhannya.”

“Terserah Paduka saja,” timpal Omar pasrah.

“Baiklah kalau seperti itu. Aku akan segera memanggil orang-orang sebagai saksi bagi percakapan kita,” tambah sang raja.

Tak begitu lama, para pengawal raja telah membawa tiga orang yang akan dijadikan sebagai saksi percakapan Raja Rudariq dan Omar Tarragona. Bahkan tidak hanya itu, pengawal juga mengundang beberapa penasehat kerajaan mendatangi aula kerajaan. Setelah menceritakan duduk perkaranya pada tiga saksi yang juga didengarkan para penasehat raja, Raja Rudariq akhirnya menitahkan perintahnya,

“Hai Omar, sufi besar dari daerah Tarragona, seseorang yang memiliki dan mengetahui rahasia kebenaran hakikat kenyataan, sekarang katakanlah tentang tiga kebenaran yang sudah kau janjikan!” seru raja kepada Omar.

“Kebenaran pertama,” kata Omar, “Aku adalah seorang sufi bernama Omar dari Tarragona. Kebenaran kedua adalah Paduka telah menyetujui bahwa jika perkataaan yang saya katakan adalah benar maka Paduka berjanji akan melepaskan saya. Kebenaran ketiga adalah Anda sangat ingin mengetahui “kebenaran” hakikat kenyataan seperti yang bisa Anda cerna dan pahami dari saya. Itu saja.”

Sang Raja melongo melihat Omar.

Iklan

“Apakah perkataan saya benar?” Tanya Omar.

Tak ada jawaban atas pertanyaan Omar. Omar pun bergegas meninggalkan ruangan.

***

Dinukil, disadur, dan dikembangkan dari Idries Shah, “Tale of Dervish”, E.P Dutton & Co., New York, 1969.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2018 oleh

Tags: cerita sufiKebenarankenyataansufi
Irfan Afifi

Irfan Afifi

Artikel Terkait

Habib Luthfi yang Saya Kenal: Habib yang Menangis ketika Membicarakan Waliyullah dan Rasulullah MOJOK.CO

Habib Luthfi yang Saya Kenal: Habib yang Menangis ketika Membicarakan Waliyullah dan Rasulullah

4 Oktober 2022
Imam As'ad Lelah Miskin, Meniti Jalan Sufi dan Zikir, Malah Hidup Berkecukupan

Lelah Miskin, Meniti Jalan Sufi, Malah Hidup Berkecukupan

4 Juni 2021

Kisah Nabi Isa dan Orang Bebal

8 Mei 2021

Puasanya Para Pecinta Tuhan

1 Mei 2021
Melepas Kematian Orang Tercinta dengan Sukacita mojok.co

Melepas Kematian Orang Tercinta dengan Sukacita

14 Februari 2021
info valid, kebenaran, lulus, SMA, ngeles, hoaks mojok.co

Embel-embel Info Valid yang Justru Bikin Informasinya Nggak Valid

27 Mei 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.