Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Surat Terbuka untuk Pemda Jogja: Saya Sudah Liburan di Rumah, Selanjutnya Bagaimana?

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
4 Januari 2023
A A
Mahasiswa UMY dan UII dibelikan rumah di Jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi rumah mahasiswa UMY dan UII di Jogja(Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalau warga seperti saya sudah manut, apa ya Pemda Jogja nggak tergerak hatinya? Mau saya laporkan ke Gubernur DIY? Kapok!

Selamat pagi Pemda Jogja. Sebagai warga Kabupaten Bantul yang baik, saya sudah menjalankan instruksi. Saya, dan keluarga, sudah di rumah saja selama liburan. Kami sudah ikhlas memberi kesempatan pelancong untuk menikmati kemacetan dan kesemrawutan alat transportasi di provinsi kita tersayang.

Iklan

Iya, selama tahun baru, saya dan keluarga cuma bakar jagung di rumah. Selain itu, kami sangat menikmati parade kembang api yang meletup sekali dua doang. Setelah itu, sebagai warga Kabupaten yang baik, kami beranjak tidur. Karena dengan tidur, kami sementara lupa dengan segala masalah yang ada. Lantas, setelah itu semua, selanjutnya bagaimana, Pemda Jogja?

Maksud saya, apa pertanggungjawaban Pemda Jogja setelah masa liburan usai? Saya sudah menjalankan kewajiban dari anjuran yang sangat manis dari kalian. Saya dan keluarga sudah tidak berkontribusi kepada kemacetan selama libur akhir tahun. Adil kan kalau sekarang giliran saya menuntut hak untuk mendapatkan gerakan nyata dari Pemda Jogja untuk mengatasi kemacetan? Adil, dong.

Rakyat sudah menurut, selanjutnya gimana?

Ketika banyak warga Jogja yang kesal karena harus di rumah selama liburan, nggak boleh menghabiskan uang tak seberapa hanya untuk menengok Tugu Pal Putih, saya sudah menurut. Saya tetap full senyum dan tidak mengeluh sesuai perintah dari Raja Jogja yang Terkasih. 

Ya memang, kemarin saya sempat misuh lewat tulisan. Mengkritik anjuran aneh dari Pemda Jogja. Ah, tapi sekarang kalian semua pasti sudah lupa sama tulisan saya yang kemarin. Kan lupa sama sesuatu itu sudah jadi nama tengah dari provinsi yang gemah ripah loh mengkelke ati ini, kan.

Saya nggak masalah menghabiskan masa liburan di rumah. Tapi, sebagai warga Kabupaten Bantul yang baik, jika nanti usai liburan, wajar kalau berharap Jogja nggak macet banget. Toh kalau warga asli Jogja seperti saya yang liburan, nggak bakalan nglarisi bisnis hotel, mal, dan taman bermain milik Kanjeng Sultan yang Baik Hati. 

Paling saya cuma jajan tahu sama bolang-baling, sembari mengagumi gumuk pasir di Alun-Alun Utara. Indah sekali ada gumuk pasir di tengah kota. Kelak bisa buat latihan manasik haji, sih. Siapa saja yang punya ide nguruk Alun-Alun Utara pakai pasir itu layak naik gaji. Iya, naik gaji, kira-kira bisa dilakukan 100 tahun lagi, lah.

Duit rakyat DIY memang cekak. Masak nggak paham alasannya?

Makanya, Pemda Jogja, artinya, jika saya liburan di rumah, nggak akan mempengaruhi pemasukan kantong Pak Sultan, kan. Ayolah, jangan sok kaget gitu. Nggak masalah, kok, buat saya. Lagian berharap apa sama warganya yang hanya bergaji di bawah dua juta rupiah per bulan.

Jajan di Burjo Borneo saja rasanya sudah mewah buat saya. Apalagi menghabiskan uang di Malioboro untuk sekadar makan, duh. Dompet saya kalo bisa ngomong, pasti sudah tapa pepe. Pak Sultan masih ingat tapa pepe nggak, ya? 

Makanya, Pemda Jogja, saya itu sadar diri, liburan nggak ke mana-mana. Saya jelas nggak mau ikut meramaikan kemacetan, ditambah nggak memberi pemasukan untuk Pak Sultan yang Berbudi. Durhaka sekali saya ini. Nah, kan raup cuan sudah usai, sekarang mulai serius urus kemacetan di Jogja, yuk?

Jangan dikira liburan usai, kemacetan lantas minggat. Sudah dua hari liburan berlalu, kok ya kemacetan di Jalan Imogiri Timur saban pagi nggak kunjung mereda, ya? Bahkan beberapa sektor di simpang Parangtritis juga sesak-sesak terus. Macet area utara ketika jam pulang kerja juga rasanya nggak kunjung menurun, tuh. Eh, nggak di jam kerja saja Jalan Kaliurang tetap macet.

Mumpung belum libur Lebaran

Supaya nggak jadi masalah menahun, mumpung libur Lebaran belum datang, diurus dulu masalah kemacetan, Pemda Jogja. Perbanyak ide dan pikiran. Ambil referensi dari kota luar. Jangan malu hire orang luar Jogja untuk ambil bagian. Tapi ingat, mereka jangan ditanya soal KTP. Jelas KTP mereka bukan KTP Mantrijeron atau Seyegan. 

Percayalah, walau nggak tinggal di Jogja, yang namanya orang pinter ya bakalan riset. Nggak hanya modal keluarkan pernyataan aneh bin wagu yang menyuruh warganya untuk liburan di rumah. Itu tugas Pemda Jogja saja. Eh, para akademisi yang ahli di bidangnya juga bisa diajak. Mereka nggak bakalan mengurus masalah kemacetan hanya dengan menutup jalan, mengubahnya arusnya, dan menyuruh warga tetap di rumah selama liburan.

Iklan

Jogja punya UMY, UGM, UII, UNY, UIN Suka, UAD, dan kampus hebat lainnya, lho. Kita transfer para pemikir untuk jadi gubernur di daerah lain. Mulai dari Jakarta sampai Jawa Tengah. Iya, saya tahu, jadi gubernur di kota ini nggak mungkin, tapi bukan berarti kota dan provinsi ini mempertahankan pikiran dan ide-ide kolot, kan?

Para wisatawan yang datang jangan hanya dicekoki oleh embel-embel istimewa. Ketika datang ke sini justru habis waktu di jalanan kota, ya apanya yang istimewa? Yang ada mereka kapok, menyebar ulasan buruk dan ogah balik lagi. Lawan pakai otak, hapus kemacetan, bukan malah memperbanyak video romantisasi dengan embel-embel, “Tiap sudut Jogja adalah kenangan.”

Baca halaman selanjutnya….

Trans Jogja itu bagian dari masalah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2023 oleh

Tags: alun-alun utaragubernur diyJogjaliburan ke jogjaPemda Jogjasultan diy
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Bercita-cita menjadi pelatih Nankatsu. Mahasiswa filsafat.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.