Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Jika 10 Tanda Ini Muncul, Artinya Semarang Bakal Menjadi Tempat yang Membuatmu Sengsara

Bondan Attoriq oleh Bondan Attoriq
12 Juni 2024
A A
Semarang Menjadi Daerah Penuh Derita kalau Kamu kayak Gini… MOJOK.CO

Ilustrasi Semarang Menjadi Daerah Penuh Derita kalau Kamu kayak Gini (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Semarang tidak seromantis bayanganmu. Apalagi bagi orang-orang yang nggak kuat menahan penderitaan dan malas dengan kinerja pemerintah.

Semarang sama sekali bukan kota yang romantis. Ibarat makanan, silakan kamu menambahkan kecap secukupnya. Yang akan kamu rasakan hanya manis di awal, tapi akan banyak pahit, asam, dan asin di ujungnya.

Iklan

Realita hidup di ibu kota Jawa Tengah tidak seromantis bayanganmu. Nuansa klasik dan vintage yang menguar dari gedung kuno lokawisata bukanlah wajah Semarang yang sesungguhnya. Ia hanya fasad untuk menutupi jerawat-jerawat kota.

Apalagi kalau bicara julukan Venetie van Java, yang maknanya Venesia dari Jawa, satu kota apung yang beken akan keelokan kanal sungainya. Julukan itu rasa-rasanya ada untuk meledek Semarang, yang kebetulan langganan banjir.

Maaf saja. Sebagai orang yang lahir-besar di kota ini, saya harus katakan kalau ekspektasimu ketinggian. Semarang bukan kota untuk semua orang. Sehingga, saya akan jabarkan 10 tipe yang sekiranya nggak cocok dengan gaya hidup serampangan. Eh, gaya hidup Semarangan maksud saya.

#1 Kamu yang nggak tahan hidup sama banjir dan rob

Huru-hara banjir bagi warga Semarang saban hari digosipkan selayaknya artis ibu kota. Mau banjir yang biasa-biasa saja atau sampai yang spektakuler, kami sedia semua topik.

Tiap tahun, kami yang menghuni kawasan rawan banjir, harus segera menata hati tatkala hujan deras mengguyur.

Pertama, siapkan mental sebelum menerjang banjir beserta sampah-sampahnya. Kedua, amankan secepat mungkin barang berharga dan elektronik. Kalau nggak, taruhannya cuma dua; barang hanyut terseret arus atau nyawa luput tersengat listrik.

Penduduk di daerah pesisir tak kalah malang nasibnya. Banjir rob acap datang untuk menghantui “kuda besi” mereka. Minimal, bisa bikin rangka eSAF yang problematik itu semakin gampang potek.

Gimana, kamu tipe orang yang legawa ke tempat cuci steam sering-sering atau ketemu ikan terdampar di lantai rumah? Tentukan pilihanmu!

#2 Kamu yang nggak mau ketimpa longsor khas Semarang

Memisahkan banjir dan tanah longsor di Semarang itu pekerjaan yang sulit. Ketika penduduk Semarang bawah, wilayah dataran rendah dan pesisir, menghadapi prahara banjir dan rob, penduduk bagian atas rutin bersua dengan potensi tanah longsor.

Sejak awal tahun ini, terhitung sudah belasan tanah amblas. Korbannya beraneka rupa. Ada motor yang tenggelam di bawah longsoran, sampai yang paling apes, ada rumah yang kejeblos sedalam 12 meter.

Apakah tipe jantungmu masih suka mak tratap melihat rumah berubah jadi sumur? Jika iya, mending kamu menepi ke kota lain saja.

#3 Kamu yang uangnya pas-pasan untuk membeli atau menyewa hunian di kawasan bebas banjir dan longsor

Bagi warga Semarang, hunian yang nirbencana lebih berharga dari setumpuk barang mewah. Cukup dengan nggak kebagian jatah banjir dan longsor aja sudah bikin warga 7 kecamatan iri.

Iklan

Ini sama sekali bukan hiperbola! Tujuh kecamatan yang langganan banjir itu ada Kecamatan Genuk, Pedurungan, Gayamsari, Tugu, Semarang Utara, Semarang Barat, dan Semarang Timur. Apalagi masih ada kawasan rawan longsor yang belum saya absen.

Dengan sempitnya wilayah yang bebas bencana, harga beli/sewa tanah dan properti melonjak gila-gilaan. Nominalnya langsung menusuk hati dan dompet kaum masyarakat menengah. Masih sayang rupiahmu, kan?

#4 Kamu yang enggan kulitnya gosong kena sengatan matahari Semarang

Suhu panas di ibu kota Jateng ini sudah kelewat istimewa. Saya saja bosan melihat berita yang “mengolok-olok” Semarang sebagai salah satu kota terpanas di Indonesia.

Karena bagi saya, tanpa perlu kalian mewartakan, kulit yang belang-belang ini sudah jadi buktinya. Sebagian kulit gosong tersengat langsung matahari, sebagiannya lagi “memutih” tertutup pakaian rapat.

Sedikit cerita. Saya pernah lupa pakai jaket saat berkendara motor di siang hari. Saya yang kewalahan sama panasnya, berkelakar dengan sepupu yang lagi menyetir, “Bro, kalau Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum, berarti Bumi Semarang lahir ketika Batara Surya lagi cemberut!”

#5 Para jomblo yang suka menangis di tengah hujan

Untuk para jomblo yang patah hati diputusin HTS-nya, jangan pernah hujan-hujanan di Semarang. Sebab, bukannya keliatan (sok) edgy, kamu malah dicap cari mati.

Jomblo asli Semarang bakal mikir puluhan kali sebelum menerobos hujan. Mending kamu mencari teduhan dan menunggu hujan reda dengan sabar karena cuaca di sini terlalu ekstrem!

Risiko menerjang adalah kamu akan kena demam, masuk angin, flu, atau penyakit sejenisnya. Sebab, cuaca yang kadang lebih labil dari maunya pacar (oh ya, segmen ini khusus jomblo) memaksa tubuhmu beradaptasi dengan perubahan suhu yang dramatis. Alhasil, kamu merasa lemas dan terkapar secara mengenaskan di kasur.

#6 Kamu yang biasa jalan kaki dengan aman

Satu ini nggak usah saya jelaskan panjang lebar. Pokoknya, fasilitas untuk pejalan kaki di Semarang itu kayak sampah!

Di pusat kota, kondisi trotoarnya sangat memprihatinkan. Sudahlah sempit, nggak terurus, bahkan ada lubang bekas galian proyek seukuran 2 manusia dewasa, yang nggak ditutup atau dipagari. Asli, bener-bener plong. Ini ceritanya mau bunuh orang apa gimana?

Dari saya masuk SMA sampai lulus kemarin, nasib lubang itu masih seperti sediakala. Apa harus nunggu korban sampai pihak berwenang turun tangan? Kalian bisa membuktikan keotentikan uneg-uneg saya di trotoar Jalan Kapten Piere Tendean.

#7 Penumpang setia bus kota yang mengharap fasilitas sebagus Jakarta

BRT Trans Semarang kini menjelma transportasi umum dalam kota favorit warga lokal. Tapi, apakah otomatis aman dan nyaman? Eits, tunggu dulu.

Bus satu ini sudah beken akan lajunya yang ugal-ugalan, nekat, dan bikin resah pengguna jalan. Rasa-rasanya, saya makin dekat dengan Tuhan setiap naik bus ini.

Di jam sibuk, kamu harus sikut-sikutan untuk berjuang masuk dan berimpit-impitan. Ini masih mending, lah. Yang paling kacaunya, kalau nggak kebagian tempat di jalur tertentu, kamu bakal diminta menunggu 30 menit sampai bus berikutnya datang. Benar-benar menyalahi rapid transit-nya, ya.

#8 Pengendara yang merasa emak-emak adalah raja jalanan

Kamu tipe orang yang menghindari bentrok dengan emak-emak bermotor di jalanan? Santai, itu mitos kalau di Semarang! Raja jalanan asli yang harus kamu hindari adalah sopir BRT dengan segenap kenekatannya.

Ada celah sempit di antara 2 mobil? Trabas! Lampu lalu lintas baru hijau sedetik? Klakson! Ruas jalan yang ramai itu bisa bubar seketika kalau ketemu raja jalanan ini.

#9 Kamu yang suka mangkel sama kinerja Pemkot Semarang

Dengan segala keluh-kesah tadi, kamu masih belum kesal sama Pemkot Semarang? Saya acungi jempol! Kamu termasuk spesies langka!

Tapi, buat kamu yang gemes lihat Pemkot yang sibuk ngurus pompanisasi di musim banjir, padahal yang bermasalah itu drainasenya, selamat! Kamu bisa jauh-jauh dari Semarang sebelum dibuat mati kesal.

#10 Anda yang lebih rentan stres dan jatuh sakit

Ingat, kesehatan itu nomor satu! Jangan sampai carut-marutnya Kota Semarang bikin kamu stres dan jatuh sakit.

Pandai-pandailah menakar kebugaran tubuhmu sendiri. Kalau kamu merasa jelmaan dari “otot kawat tulang besi”, jangan pernah kapok untuk tinggal di Semarang. Tapi, kalau kamu merasa nggak kuat, silakan menepi ke kota lain yang fasilitasnya tidak kalah mengenaskan dengan kota yang menakjubkan ini!

Penulis: Bondan Attoriq

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Anak SD Dibonceng Bapaknya Berhenti di Lampu Merah Kalibanteng Semarang, Pas Hijau Udah Lulus SMP dan gagasan menarik lainnya di rubrik ESAI. 

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2024 oleh

Tags: bajiir rob semarangBRT Trans SemarangGayamsarijawa tengahKecamatan Genukkota semarangPedurunganpilihan redaksiSemarangSemarang BaratSemarang TimurSemarang Utaratanah longsor semarang
Bondan Attoriq

Bondan Attoriq

Penulis lepas, lepas dari kandang Bonbin.

Artikel Terkait

Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO
Esai

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.