Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Pemda Jogja Memang Serakah dan Seharusnya Tahu Diri

Melindungi warganya sendiri saja nggak becus, apalagi wisatawan. Pola pikir ini lahir karena sudah banyak kasus yang mencuat dan diabaikan. Wisatawan juga bisa mikir, layakkah Jogja menjadi destinasi lagi?

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
1 Mei 2023
A A
Pemda Jogja Memang Serakah dan Seharusnya Tahu Diri MOJOK.CO

Ilustrasi Pemda Jogja Memang Serakah dan Seharusnya Tahu Diri. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sangat aneh kalau Pemda Jogja mengeluh jumlah pelancong berkurang selama Lebaran ketika pelayanan publik sangat tidak memuaskan. Jatuhnya nggak tahu diri aja.

Singgih Raharjo, Kepala Dispar DIY, baru-baru ini memaparkan sebuah data. Katanya, dia meleset ketika memperkirakan jumlah wisatawan yang masuk ke Jogja selama libur Lebaran. Harusnya, Singgih menyimpan data ini untuk dirinya sendiri. Kunci mulutmu serapat mungkin. Kalau bisa, kuncinya dibuang jauh-jauh atau ditelan sekalian. Kenapa? Karena malu. Harusnya, sih. Itu kalau memang masih punya malu.

Lebih tepatnya, mengutip dari Harian Jogja, Kepala Dispar DIY bilang begini, “Kami prediksi wisatawan akan melimpah ruah, ternyata agak meleset.” Dari data yang dipaparkan, jumlah wisatawan kali ini (((hanya))) 70% dari tahun lalu. Berapa angka tepatnya? Dan apakah perhitungannya presisi? Wallahu a’lam.

Kenapa harus malu? Jawabannya banyak. Ah, banyak banget malah.

Jogja dan Solo bagai bumi langit

Data itu dikeluarkan ketika kondisi jalanan Jogja selama libur Lebaran masih padat dan mengular. Perlu waktu berjam-jam hanya untuk mencapai satu destinasi ke destinasi lain yang jaraknya nggak terlalu jauh. Dan kata kawan saya yang datang melancong ke Jogja, dia membandingkan Jogja dengan Solo dengan kata-kata yang keras: bagai bumi dan langit.

Jalanan di pusat kota memang masih tergolong bagus. Nah, coba datang ke jalanan yang menghubungkan antara kota dan kabupaten, Jalan Pleret misalnya, yang berlubang dan lebih cocok dijadikan lokasi tanding anak-anak motocross ketimbang jadi akses masyarakat seperti kami. Nggak manusiawi rasanya jika kondisi jalanan yang seperti kulit anak yang baru puber ditambah macet dan penuh dengan truk lintas provinsi.

Memberikan rasa nyaman kepada wisatawan bagi saya jauh lebih penting ketimbang hanya memikirkan soal jumlah. Nyatanya, para wisatawan ini kecewa setelah masuk Jogja. Ingat, kepuasan akan melahirkan konsumen abadi yang bakalan balik lagi entah esok atau lain kali. Melalui kondisi trafik saja Pemda Jogja gagal membuat pelancong nyaman berkeliaran di dalam kota.

Kalau nyaman, siapa yang untung? Tentu saja pegiat usaha. Makro atau mikro. Destinasi yang sudah viral atau bahkan akan viral kemudian hari. Jika akses mudah, enak dilalui, dan kemacetannya nggak bikin gila, wisatawan akan terus eksplorasi ke banyak tempat.

Baca halaman selanjutnya….

Hanya memikirkan soal angka, bukan kepuasan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2023 oleh

Tags: Jogjajogja sepiLebaranlibur lebaranPemda Jogjasolo
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Bercita-cita menjadi pelatih Nankatsu. Mahasiswa filsafat.

Artikel Terkait

Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebaran, Momen yang Ingin Saya “Skip” dari Kehidupan karena Hanya Berisi Trauma dan Kesedihan

6 Maret 2026
Kuliner mainstream Lebaran buat kumpul keluarga
Kuliner

Di Balik Camilan “Mainstream” saat Lebaran, Ada Nilai Sentimental yang Mencairkan Suasana Kumpul Keluarga

6 Maret 2026
Modernitas dan Tradisi Menyatu dalam Perayaan Dua Dekade Plaza Ambarrukmo.MOJOK.CO
Seni

Modernitas dan Tradisi Menyatu dalam Perayaan Dua Dekade Plaza Ambarrukmo

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keselamatan warga Kota Semarang jadi prioritas di tengah hujan dan angin kencang yang tumbangkan 80 lebih pohon dalam semalam MOJOK.CO

Keselamatan Warga Semarang Jadi Prioritas di Tengah Hujan Angin yang Tumbangkan 86 Pohon dalam Semalam

5 Maret 2026
Modernitas dan Tradisi Menyatu dalam Perayaan Dua Dekade Plaza Ambarrukmo.MOJOK.CO

Modernitas dan Tradisi Menyatu dalam Perayaan Dua Dekade Plaza Ambarrukmo

6 Maret 2026
lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO

Derita Kakak yang Jadi Tulang Punggung Keluarga: Adik Lolos SNBP Malah Overthinking, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Menderita

2 Maret 2026

Beras Porang Indomaret, Makanan Aneh yang Saya Sesali untuk Sahur padahal Menu Favorit Orang Jepang

3 Maret 2026
Denza D9 Bikin Alphard Terlihat Tua dan Tidak Menarik MOJOK.CO

Denza D9 Datang, Bikin Alphard Langsung Terlihat Tua dan Tidak Menarik: Pelajaran dari “Mobil China” yang Mengusik Singgasana Sang Raja

28 Februari 2026
Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax

Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas

4 Maret 2026

Video Terbaru

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026
Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.