Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Alasan Ceramah Miftah Maulana Lucu Bagi Orang yang Duduk di Belakangnya, tapi Pahit Bagi Seluruh Warga Dunia

Anwar Kurniawan oleh Anwar Kurniawan
5 Desember 2024
A A
Miftah Maulana dan Lelucon yang Sungguh Goblok! MOJOK.CO

Ilustrasi Miftah Maulana dan Lelucon yang Sungguh Goblok! (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sungguh aneh dan tidak pada tempatnya ketika Miftah Maulana, dan orang di belakangnya, tertawa karena lelucon yang melecehkan dan sama sekali tidak lucu.

Seorang dai utusan khusus presiden, Miftah Maulana, bikin jengkel warganet setelah potongan video ceramahnya viral di media sosial. Dari atas panggung megah pengajian, Miftah menegur-sapa seorang pedagang es teh dan lalu mengatainya “Goblok!” Untuk kronologi lengkap, teks verbatim, dan analisis teologis, atau bahkan meme Miftah Maulana bisa panjenengan cari dengan sangat mudah di medsos.      

Yang ingin saya lencangkan di sini adalah kenapa bapak-bapak yang ada di atas panggung bersama Miftah Maulana bisa terbahak-bahak. Sementara netizen (dan saya salah satunya) terlihat getir dibuatnya. Dan, di atas itu, bagaimana humor di arena keagamaan bekerja? Apakah ia selalu menyatukan, atau justru memicu tensi sosial? 

Sebelum lanjut, pertama-tama saya ingin angkat topi dulu sama sang pedagang, sebut saja Pak Pun, yang tak gentar mencari nafkah dengan menjajakkan air mineral dan es teh di tengah pengajian yang, katanya, hujan itu. Pak Pun saya kira layak dikenang sebagai man of the years di penghujung tahun paling gemoy ini. 

Kuasa humor dan hal-hal lainnya

Saya belum lama ini mendaras buku David Feltmate (2024). Judulnya, Religion and Humour: An Introduction. Kata dia, humor dalam konteks agama memiliki fungsi kompleks. Bukan saja menjadi alat penguat komunitas, humor juga sering menciptakan ketegangan. Khususnya jika konteksnya tidak dipahami secara universal. 

Nah, lepas dari teknik framing yang dilakukan oleh ngab-ngab kameramen dan/atau siapa saja yang pertama kali memotong-unggah ke internet, kasus video viral ceramah Miftah Maulana adalah satu contoh bagaimana humor keagamaan gagal menjangkau audiens lintas-batas.

Memang, humor di dalam dirinya tidak pernah sepenuhnya netral. Dalam format religius, humor bahkan sering digunakan untuk menegaskan (atau justru menantang) hierarki kekuasaan. Jika panjenengan akrab dengan literatur tentang kisah Abu Nawas, misalnya, maka mudah saja kita mengidentifikasi bagaimana humor bisa menjadi medium yang kuat.   

Masalahnya adalah Miftah Maulana, sebagai figur yang secara simbolik punya “otoritas” keagamaan, mengendalikan narasi di panggung secara penuh. Sementara Pak Pun? Ya, kita bahkan tak perlu berdebat jika mujahid es teh itu seolah hanya menjadi “subjek pasif” dalam rangkaian adegan majelis pengajian tersebut. 

Dan, ketika “lelucon” itu pecah, ditandai gelak tawa bapak-bapak di sebelah Miftah Maulana, itu lebih merefleksikan legitimasi sosial yang diberikan kepada Miftah daripada keberterimaan universal dari lelucon itu sendiri.

Baca halaman selanjutnya: Lelucon yang sungguh tidak lucu, malah menyakiti.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2024 oleh

Tags: es tehgus miftahMiftah Maulana
Anwar Kurniawan

Anwar Kurniawan

Anwar Kurniawan, atlet ketik di bidang media and cultural studies; tertarik sama isu dan konten receh, apalagi dolar; dosen di kampus paling kalcer se-Solo Raya, ISI Surakarta.

Artikel Terkait

Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO
Cuan

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO
Cuan

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
4 Dosa Pembeli Es Teh Jumbo yang Bikin Penjual Jadi Korban
Pojokan

4 Dosa Pembeli Es Teh Jumbo yang Bikin Penjual Jadi Korban

21 Agustus 2025
3 Dosa Pedagang Es Teh Jumbo Cuan, tapi Bahaya untuk Pembeli (Unsplash)
Pojokan

3 Dosa Pedagang Es Teh Jumbo yang Menguntungkan Mereka tetapi Sangat Merugikan Pembeli

4 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.