Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Membaca Karakter Orang dari Jenis Mobil dan Pilihan Capresnya

Rusli Hariyanto oleh Rusli Hariyanto
15 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Karakter seseorang itu bisa dibaca dari apa yang mereka pilih. Dari pilihan baju yang dipakai, pilihan rokok yang dihisap, jenis mobil, sampai soal pilihan capres.

Sambil menunggu kawan datang di Stasiun Tugu Yogyakarta, saya menyalakan rokok, menghisap beberapa kali sambil melihat beberapa sopir taksi melihat mobil saya. Salah satu sopir datang dan langsung mengebrak kap mobil saya.

Iklan

“Woy, sini hapemu, Mas?

“Lho, lho, ada apa ini, Mas? Kok ngegas?”

“Kamu driver ojek online kan?”

“Bukan, Mas. Saya mau jemput teman saya kok,” kata saya masih kaget.

Habis marah-marah sopir itu pergi begitu saja tanpa merasa bersalah. Meninggalkan saya yang bengong. Hal yang bikin saya bingung kemudian, memang ada yang salah dengan penampilan saya? Kenapa sopir itu curiga kalau saya driver ojek online?

Saya mulai berpikir mungkin yang membuat sopir itu curiga adalah jenis mobil yang saya kendarai pagi ini. Sebuah mobil Daihatsu Xenia. Jenis mobil sejuta umat bersama pasangan setianya: Toyota Avanza.

Harus diakui sih, kecurigaan membabi buta seperti itu kerap terjadi. apalagi jika kita mengendarai kendaraan yang biasa dipakai oleh sopir taksi online di zona merah larangan ambil penumpang seperti di stasiun atau bandara.

Lebih mudah memang mengenali identitas seseorang itu dari apa yang mereka pilih. Misalnya pilihan baju yang dipakai, pilihan rokok yang dihisap, pilihan musik yang didengar, pilihan buku yang dibaca, bahkan kita bisa sangat gampang melihat identitas maupun karakter seseorang hanya dengan pilihan kendaraannya.

Taruhlah jika kamu orang kaya baru—yang super kaya—sekaligus muda, kamu akan lebih memilih mobil sport seperti Ferrari yang berwarna merah cerah menyala.

Karena dengan memilih mobil tersebut kamu akan lebih mudah dikenali dan menjadi pusat perhatian semua orang. Tidak heran jika warga Amerika bahkan Inggris kerap kali menyangka mobil sport apalagi dengan warna merah menjadi sedikit lebih mahal biaya asuransinya dibandingkan warna yang lain.

Berbeda dengan anak muda yang tajir-melintir, orang yang mempunyai karakter cowok banget biasanya menggunakan mobil jeep atau mobil Muscle (kekar) dengan aksesoris besi asli sebagai tungganganya.

“Kita harus pakai mobil yang muscle yang cowok gitu dong,” kata Om Deddy Corbuizer ketika memamerkan mobil Ford 4×4-nya di channel Youtubenya.

Kata-kata tersebut membuat saya teringat seorang kawan yang bernama Eddward S. Kennedy yang baru baru ini membeli sebuah motor Kawasaki W175 yang retro itu. “Rus, motor kayak gini ni buat cowok.”

Ealah mbut, mbut, memperpanjang masa berlaku pajak aja masih suka pakai calo aja sok macho.

Lain lagi dengan pecinta mobil yang asal ada stiker institusi aparatur negara di kaca depan atau plat nomor. Tidak perduli apapun yang dikendarai mau mobil itu mungil, besar, truk bahkan mobil rental asal ada stiker bertuliskan anggota aparat dia sudah merasa sebagai penguasa jalanan, anti tilang, harus dihormati sekaligus didahulukan.

Orang-orang yang saya pikir malah punya sifat inferior. Merasa dirinya singa padahal hanya kucing. Ya iya dong, suka berlindung di balik “kekuatan” kerabat atau temannya yang pejabat atau aparat. Orang-orang seperti itu sangat banyak, ya termasuk saya ini.

Iklan

Ealah, jangankan stiker aparat, stiker Taman Safari atau MCD saja terkadang membuat saya berlebihan ingin dinilai. Siapa coba orang kedua setelah Pak RT di kampung saya yang pernah makan di MCD? Dan betapa bangga kedua bapak ibu saya kala itu.

Tentang karakter-karakter tersebut, pada akhirnya saya teringat pada Prabowo dan Jokowi. Dua sosok manusia yang lebih sering dibahas di pos-pos ronda, di pasar-pasar, di masjid-masjid bahkan di tempat lokalisasi sekalipun.

Membahas mereka sekarang lebih penting dan seru ketimbang membahas biaya sekolah anak, biaya makan keluarga. Tak perduli istrinya sedang kesulitan mengatur belanjaan demi dipakai untuk membeli bensin motor RX King suaminya ketika ikut konvoi kampanye.

Nah, dalam penerawangan saya, sesuai dengan karakter Jokowi, jelas dia bakal lebih memilih mobil-mobil MPV daripada kendaraan yang lain. Yah model mobil kayak Isuzu Panther, Kijang Innova, Daihatsu Espass, Nissan Evalia.

Saya menduga kalau Jokowi nggak jadi presiden dan calon presiden kayak sekarang, dia pasti mempunyai orientasi kepada keluarga. Punya hubungan yang erat terhadap masing-masing keluarganya, sehingga bakal lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas. Tidak perduli tidak nyaman yang penting kakek-nenek-pakde-paklik terangkut semua.

Sayangnya lelaki dengan karakter tersebut biasanya akan berubah seketika saat menjadi kaya atau punya kuasa.

Mereka akan mengubah pilihan kepada kendaraan kendaraan mewah seperti sedan. Lelaki dengan pilihan mobil sedan biasanya mempunyai harapan besar dalam setiap langkahnya dan cenderung selalu tidak pernah merasa puas akan pencapainnya. Nyatanya Jokowi juga memiliki mobil pribadi sedan mewah yaitu Mercedes Bens.

Lalu bagaimana dengan Prabowo?

Dalam penerawangan saya, ada alasan khusus kenapa Prabowo lebih suka memakai mobil berjenis jeep.

Misalkan Land Rover tahun 1992-nya, dia beli lagi mobil yang hampir sama pada tahun 1994, kemudian beli lagi mobil jeep tetapi kali ini bermerek Land Cruiser 1980 yang dia beli di tahun 1998, beli lagi Pajero, lalu beli lagi Lexus yang lagi-lagi berjenis jeep.

Pilihan mobil jeep tersebut menampakkan kalau Prabowo adalah laki-laki yang suka dengan tantangan dan akan melakukan apapun untuk mencapai targetnya. Seorang lelaki yang memiliki daya tarik seksual serta menonjolkan sikap maskulinnya.

Sejauh pengalaman saya sebagai sopir bersertifikasi “makhal”, mereka yang memiliki mobil jenis jeep cenderung asyik dengan kehidupan sehari-harinya. Kurang mudah percaya dengan orang baru dan agak sulit menjalin hubungan yang dengan orang—kecuali yang sudah benar-benar dipercaya.

Meski begitu, orang begini biasanya punya prinsip hidup yang jelas dan keras terhadap diri sendiri. Hal-hal yang saya pikir tak jauh beda dengan karakter Prabowo. Sesuai dengan pilihan mobil-mobilnya. Sikap maskulin yang semakin terpancar dengan pilihan beliau lebih memilih memelihara kuda daripada sapi.

Jadi jika kita orang yang suka dengan karakter tegas, prinsipil, jantan, berani, maka wajar kalau kita memilih Prabowo dan menyukai pilihan tersebut.

Sedangkan jika kita karakternya kalem, selo, santai, lebih pilih blankon daripada helm, haaaya jelas kemungkin bakal jatuh hati sama jokowi.

Lha gimana? Jokowi itu orang Solo. Salah satu daerah yang paling “Njawani”. Sosok yang bakal lebih dulu minta maaf saat diinjak kakinya daripada menegur keras.

Tidak ada yang lebih jahat atau lebih baik dari pilihan-pilihan tersebut. Sebab semua pilihan—merupakan cerminan dari karakter yang milih. Baik untuk urusan pilihan presiden sampai pilihan jenis mobil.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2019 oleh

Tags: avanzadriver ojek onlinejokowiprabowoxenia
Rusli Hariyanto

Rusli Hariyanto

Sopir rental paling berbakat di Jogja. Madura swasta.

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.