Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Alasan Kiai Kholil Duduk di Saf Paling Belakang saat Dengarkan Khotbah Salat Jumat

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
20 November 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fanshuri merasa heran dengan kebiasaan Kiai Kholil yang suka menempati saf paling belakang ketika khotbah salat jumat.

“Apa Gus Mut tidak merasa aneh?” tanya Fanshuri di tengah-tengah main catur bareng Gus Mut.

“Apanya yang aneh?” Gus Mut bingung.

“Abah penjenengan, Kiai Kholil itu kenapa akhir-akhir ini suka menempati saf paling belakang kalau waktu salat khotbah jumat? Apa sekarang sudah ada fatwa baru kalau dengerin khotbah salat jamaah itu lebih afdol di belakang ya, Gus?” tanya Fanshuri.

Gus Mut terkekeh.

“Lho jadi bener, emang udah ada fatwa baru nih?” tanya Fanshuri.

“Bukan fatwa baru, Fan. Tapi itu untuk menghargai khotibnya,” kata Gus Mut.

Gantian Fanshuri yang kali ini terkekeh.

“Gus Mut ini gimana sih? Justru dengan memilih saf paling belakang, Kiai Kholil itu tidak menghargai khotib salat jumatnya dong. Kok malah kebalik-balik gini logikanya. Udah gitu, Kiai Kholil suka sembunyi di belakang tiang masjid lagi. Biar nggak kelihatan sama khotibnya. Mau tidur apa ya?” kata Fanshuri.

Gus Mut lagi-lagi tertawa.

“Bukan, bukan gitu, Fan. Kamu kan tahu siapa-siapa aja yang suka ngisi khotbah salat jumat di masjid kita,” kata Gus Mut.

“Iya tahu. Ada Gus Bisri, Gus Amin, Kiai Syamsuri, kan?” kata Fanshuri.

“Lah kamu tahu nggak kalau mereka-mereka itu dulunya santri Abah semua?” tanya Gus Mut.

“Ya tahu lah. Nah, justru itu pula yang bikin heran. Kiai Kholil kan guru bagi banyak orang. Bahkan murid-muridnya banyak yang jadi kiai betulan. Harusnya kan beliau memberi contoh yang baik. Lah ini kok malah sukanya cari saf di belakang kalau lagi khotbah salat jumat, itu kan bukan contoh yang baik. Katanya jadi uswatun hasanah, lah kok malah tidak mencerminkan anjuran-anjuran Nabi untuk memenuhi saf depan, kata Fanshuri.

Iklan

“Kamu salah sangka, Fan,” kata Gus Mut.

“Salah sangka gimana, Gus?” tanya Fanshuri.

“Dulu itu pernah kejadian ketika Gus Bisri dapat jadwal ngisi khotbah salat jumat di masjid kita. Begitu salam, lalu tahu ada Abah di bawah mimbar pas, Gus Bisri gugup luar biasa. Khotbah salat jumatnya pun jadi kacau. Grogi sekali Gus Bisri waktu itu. Ya iya dong, bagaimana mungkin Gus Bisri bisa tenang kalau dia diharuskan menceramahi gurunya sendiri,” kata Gus Mut.

Fanshuri menyimak.

“Waktu itu Abah lantas mikir. Jangan-jangan kehadirannya di saf terdepan saat khotbah salat jumat itu justru jadi tidak baik bagi kelangsungan salat jumat di masjid kita. Makanya minggu depannya, Abah memilih duduk paling belakang. Bahkan kalau bisa jangan sampai terlihat sama khotibnya. Alhamdillah, pada minggu itu khotibnya lancar jaya ceramahnya. Akhirnya diputuskan, kalau Abah sedang tidak ada jadwal jadi khotib, ya duduknya milih saf belakang terus,” jelas Gus Mut.

Selesai Gus Mut menjelaskan alasan itu, Fanshuri cuma melongo kagum beserta heran.

“Hooo… ternyata itu alasannya, Gus,” kata Fanshuri.

“Lah iya memang itu,” kata Gus Mut.

“Howalah saya pikir Kiai Kholil itu duduk di saf belakang waktu khotbah salat jumat karena ada saya,” kata Fanshuri.

Gus Mut malah bingung.

“Maksudnya?” tanya Gus Mut.

“Saya pikir, karena Kiai Kholil tahu saya suka di saf belakang, makanya beliau duduk di situ. Kan saya jadi nggak nyaman kalau ada Kiai Kholil di barisan begundal-begundal kayak saya. Ya akhirnya belakangan ini saya kalau khotbah salat jumat malah akhirnya jadi terpaksa harus duduk di saf depan mulu. Wah, jan malah ramashoook, Gus,” kata Fanshuri.

Gus Mut terkekeh.


*) Diolah dari kisah yang diceritakan Gus Baha tentang K.H. Maemun Zubair dan K.H. Sahal Mahfudz.

BACA JUGA Yang Dibikin Karikatur Itu Bukan Nabi tapi Kelakuanmu Itu dan kisah-kisah GUS MUT lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: Gus Baha'JumatKhotbahsalat
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Salat tarawih 8 rakaat di masjid 23 rakaat. Siasat mengejar sunnah di tengah lelah MOJOK.CO
Sehari-hari

Tarawih 8 Rakaat di Masjid yang Jemaahnya 23 Rakaat, Ganggu karena Pulang Dulu tapi Jadi Siasat Mengejar Sunnah di Tengah Lelah

19 Februari 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Catatan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan

29 Januari 2026
Dalil Al-Qur'an dan Hadis agar manusia tak merusak alam, jawaban untuk tudingan wahabi lingkungan dari Gus Ulil ke orang-orang yang menjaga alam MOJOK.CO
Catatan

Dalil Al-Qur’an-Hadis agar Tak Merusak Alam buat Gus Ulil, Menjaga Alam bukan Wahabi Lingkungan tapi Perintah Allah dan Rasulullah

12 Desember 2025
Sisi gelap kurban (Idul Adha) di desa. Orang miskin nelangsa, tapi orang kaya pesta daging MOJOK.CO
Ragam

Ironi Kurban di Desa: Saling Jegal demi Raup Keuntungan, Orang Miskin Tak Kebagian Daging sementara Orang Mampu Berpesta

6 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.