Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Tentang Agus Mulyadi, Pemred Baru Mojok

Puthut EA oleh Puthut EA
25 Juni 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di kali ketiga Mojok mengganti pemred, saya memilih Agus Mulyadi. Saya punya alasan rahasia ketika melakukannya dan saya akan buka sekarang.

Mungkin sudah banyak yang tahu hal ini. Tapi tak mengapa. Saya ceritakan lagi sebagai sebuah cara untuk mengingat.

Sekira tiga tahun lalu sebuah mal membuka lowongan pekerjaan untuk dua posisi: petugas kebersihan dan penjaga parkir. Seorang laki-laki yang baru berusia 23 tahun, tak punya pekerjaan tetap, sedang dalam keadaan galau, melamar kerja. Karena mal itu berada di dalam wilayah desanya, dia diterima. Sebelum keesokan harinya masuk sebagai penjaga parkir, seseorang meneleponnya. Dia diminta datang ke Yogya untuk bekerja sebagai redaktur di media onlen. Ya. Sudah bisa ditebak bahwa laki-laki muda itu bernama Agus Mulyadi dan yang meneleponnya adalah Puthut EA.

Mungkin juga sudah banyak yang tahu. Agus lulusan SMA. Dia kemudian hijrah ke Yogya untuk kuliah D-1, tapi ternyata tertipu karena ia mendaftar di lembaga pendidikan abal-abal. Malu balik ke Magelang, Agus bekerja di sebuah warnet. Ketika era warnet habis, Agus beberapa kali tertipu lowongan kerja. Di fase inilah dia pernah hampir jualan tuksedo dan jadi tukang lem benang teh celup.

Agus lalu ikut kursus desain visual di Depok, Jawa Barat kemudian bekerja sebagai layouter tabloid di Sukabumi. Tak lama kemudian media itu kukut. Akhirnya dia memutuskan balik ke Magelang.

Sebelum melamar menjadi tukang parkir di mal sebetulnya Agus sudah terancam hidup mapan. Dengan modal keterampilan mengoperasikan Adobe Photoshop, dia membuka jasa edit foto. Misal, saya suka Totti, Agus bisa membuatkan foto saya sedang bersalaman dengan Totti dan saya cukup membayar 50 ribu rupiah. Bisnisnya lancar. Tapi, kemudian dia menghentikan usahanya hanya karena beberapa orang mengingatkan kalau dia bisa kena tuntutan hukum karena mengambil gambar orang secara tidak sah.

Ketika Prima mau pergi ke Jakarta, bukan hanya kru Mojok, teman-teman dekat saya ikut kena pusing memikirkan siapa kira-kira yang akan menggantikan Prima. Saya melakukan jajak pendapat lewat medsos, berdiskusi dengan beberapa penulis, serta para investor Mojok. Semua mengarah ke Agus. Tapi, ada beberapa hal lain yang sejak awal membuat saya mantap memilih Agus. Hal itu mungkin tidak banyak diketahui orang….

Saya akan buka sekarang.

Suatu saat Agus jadi pembicara di sebuah acara yang cukup bergengsi di Yogya. Dia dipanelkan dengan beberapa tokoh, salah satunya Christian Sugiono. Ya. Dia mantan aktor sinetron, suami Titi Kamal, dan pendiri salah satu media onlen yang menurut saya keren: malesbanget dot com. Mari kita lihat poin-poin head-to-head dua sosok ini.

Dari sisi keterkenalan, tentu jauh. Christian seorang selebritas sementara Agus saat itu mulai dikenal sebagai bloger. Dari sisi pendidikan, Christian lulusan perguruan tinggi luar negeri sementara Agus lulusan salah satu SMA swasta di Magelang. Christian punya istri yang juga seorang selebritas, Agus? Saat itu dia selalu ditolak perempuan-perempuan yang disukainya. Christian saat itu sudah punya malesbanget dot com yang berkembang pesat. Agus Mulyadi punya sebuah blog yang kadang diisi, kadang tidak. Dan tentu saja, ratusan orang yang datang di forum itu ingin menemui dan menyimak Christian. Mereka datang bukan untuk Agus.

Dalam situasi yang jomplang seperti itu, jika Anda pernah bicara di forum-forum sejenis, pasti tahu akibatnya: kalau tidak menyalahkan panitia, ya pastilah tidak bisa tidur berhari-hari.

Tapi, yang terjadi di forum itu mirip keajaiban. Dengan sandal jepitnya yang khas, sempak Indomaret, celana kain 60 ribu, kemeja seharga 30 ribu, Agus tampil percaya diri. Dia bisa menguasai dirinya dan tampil meyakinkan. Tiba-tiba tepukan penonton tak kalah gempitanya dibanding setiap kali Christian bicara.

Agus punya kemampuan natural untuk mengusai diri, menguasai forum, dan membalik keadaan. Saya menyimak itu dari jauh. Semenjak itu saya tahu saya akan bekerja sama dengannya. Saya menyimpan obsesi itu hingga datang kesempatan yang tepat: sesaat sebelum Agus bekerja sebagai tukang parkir di mal.

Begitu bekerja di Mojok saya memang agak “memanjakan” Agus. Selain pemred, Agus yang masih menjabat redaktur selalu saya utamakan setiap kali Mojok mendapat undangan di forum-forum penting. Tapi, ini hal yang wajar. Selain dia telah menjadi ikon Mojok, Agus juga butuh jam terbang. Dan kalau dia mendapat undangan pribadi untuk mengisi seminar, dia tahu bahwa pemberitahuannya kepada saya hanyalah formalitas. Saya tak pernah tak mengizinkan.

Iklan

Agus tumbuh makin matang, makin terkenal. Tapi, yang menggembirakan saya adalah tulisan-tulisannya juga makin bagus, makin berkarakter. Dalam waktu yang nisbi singkat Agus yang dulu selalu ditolak perempuan mulai banyak yang mau menjadikan pacar. Soal akhirnya dia memilih Kalis, biarlah itu menjadi urusan pribadi Agus. Hanya dia, Kalis, dan sepeda motor beAT yang tahu.

Ketika saya minta dia jadi Pemred Mojok, kepada teman-temannya dia menunjukkan rasa tak siap. Tapi, itu kamuflase saja. Dia amat, sangat siap.

Hal pertama yang dia lakukan adalah bicara dengan Kalis. Lalu sungkem kepada orangtuanya, minta doa restu. Kemudian melakukan serangkaian manuver politik yang menurut saya cerdik. Itu semua dia lakukan untuk mempermudah urusannya dalam mengemban amanah sebagai pemred.

Salah kalau dia tidak percaya diri. Suatu malam, belum lama ini, kebetulan dia sedang piket dan mendadak saya harus ke kantor. Ketika saya sampai, Agus sedang menghadap laptopnya. Saya duduk sebentar sambil merokok lalu berbincang ringan dengan Agus. Tak sengaja saya melirik layar monitornya. Di situ ada wajahnya dan tulisan yang membuat saya makin yakin bahwa saya tak salah memilih Agus….

“Saya Agus. Lulusan SMA. Umur belum 27 tahun. Sudah menjadi pemred sebuah media dengan ranking Alexa 140. Saya memimpin orang-orang lulusan UGM, ITB, Undip, UNY, dll.”

Tahu saya melirik layar monitornya, Agus buru-buru menutup sambil tertawa malu. Lalu saya salami dia. Saya tidak berkata apa-apa kecuali satu kalimat,

“Saya percaya kamu.”

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2018 oleh

Tags: Agus MulyadiMojokMojok.copemredPuthut EA
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif
Video

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO
Liputan

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.