Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kamu Kila Cadel Itu Lucu? Sembalangan!

Panji Gusti Akbar oleh Panji Gusti Akbar
2 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalian mungkin teltawa, padahal saya tidak pelnah belhalap dilahilkan cadel. Kalian tahu ini apa? Ini diskliminasi!

Sebagai pendelita cadel akut sejak lahil, saya sudah sangat telbiasa untuk hidup tanpa huluf L (maksudnya R, redaksi).

Saya juga sudah maklum dengan tantangan ngehek dali olang-olang yang balu mengetahui kecadelan saya, sepelti disuluh mengucapkan “ulal melingkal di atas pagal bundal-bundal” (ular melingkar-lingkar di pagar, redaksi) atau “lol lel kidul lel melel-melel mutel-mutel” (lor rel kidul rel meler-meler muter-muter, bahasa Jawa, redaksi).

Satu-satunya tantangan yang paling tidak saya sukai hanyalah “peri kecilku” (dua kata barusan dituliskan oleh redaksi, redaksi) kalena jika diteljemahkan ke bahasa cadel, altinya akan menjadi uasu sekali.

Bagi Anda yang belum tahu, cadel alias celat melupakan kondisi seseolang yang tidak bisa mengucapkan huluf L dengan benal. Di dunia medis, kondisi ini disebut sebagai lhotacism (telkutuklah olang yang menciptakan istilah ini) dan dikategolikan sebagai speech impediment alias kesulitan belbicala.

Biasanya, olang-olang dengan kondisi telsebut tidak dapat menggetalkan lidahnya untuk melafalkan huluf jahanam itu dengan benal. Penyebabnya belaneka lagam, bisa kalena kelainan molfologi mulut dan lidah, kulang belkembangnya pusat lingual di otak, atau latal belakang bahasa ibu si pendelita yang memang tidak mengenal huluf itu sama sekali.

Bebelapa dali Anda mungkin belpikil bahwa olang-olang cadel sebenalnya cuman kulang latihan. Pelcayalah, Pak, Bu, saya sudah latihan telus-menelus tiap pagi selama 20 tahun! Saya juga sudah belusaha memplaktekan segala macam salan yang dilontalkan olang-olang, mulai dali mempelbanyak makanan pedas, kumul-kumul ail zamzam, atau bahkan menalik lidah sendili selama dua jam setiap hali.

Dali semua itu, satu-satunya salan nyeleneh yang belum bisa saya plaktekan adalah flench kiss tiap hali. Nggak ada lawannya soalnya.

Selama 24 tahun usia saya, saya sudah kenyang dengan belbagai komental olang-olang tentang kecadelan saya. Pada saat SD, misalnya, saya menjadi favolit gulu-gulu kalena kecadelan saya dianggap imut. Setiap tahun ajalan balu, saya dipaksa beldili di depan kelas untuk mengenalkan dili. Biasanya, semua olang akan teltawa begitu saya mengucapkan nama ketiga saya yang mengandung huluf jahanam itu.

Sepulang sekolah, pendelitaan saya belanjut di TPA. Biasanya pak ustadz akan mengelutkan dahi sambil menahan senyum tiap kali saya belusaha melafalkan huluf ر di Iqlo’. Biasanya sih setelah bebelapa kali peltemuan, pak ustadz akan maklum dengan ketidakmampuan saya mengucapkan huluf telsebut. Tapi, ketika sudah saatnya EBTA (evaluasi belajal tahap akhil), balulah saya melinding kalena halus beltemu dengan kepala TPA yang telkenal galak. Ending-endingnya sih saya tetap diluluskan naik level meski halus melihat kepala TPA manggut-manggut menahan ketawa.

Di masa SMP, balulah saya menemukan salah satu hambatan telbesal di dunia pelcadelan. Saat itu saya balu mengenal yang namanya cinta dan entah kenapa saya malah jatuh cinta pada olang yang nggak banget untuk dicintai.

Bayangkan saja, nama gebetan saya mengandung LIMA HULUF L!

(Sekali lagi, maksudnya huruf R, redaksi.)

Awalnya sih kami memang dekat, bahkan saya melasa memang ada tanda-tanda cinta di antala kami beldua. Tapi, ketika saatnya saya nembak, jawaban yang ditelima benal-benal penuh dengan dilema. Kila-kila waktu itu dia jawab gini.

“Duh, maaf. Ngucapin nama gue aja nggak benel, belani-belaninya kamu nembak. Belajal ngomong L dulu gih!” katanya sambil teltawa.

Pelcayalah, kawan, itu sakit. Saking sakitnya, saya sampai memutuskan untuk meninggalkan Kota Jakalta dan melanjutkan jenjang SMA di Yogyakalta.

Selepas kejadian itu, saya langsung belpikil bagaimana masa depan saya kalau tetap tidak bisa melafalkan huluf telkutuk telsebut. Saya membayangkan bagaimana kalau di saat akad nikah nanti, lalu nama calon istli saya telnyata mengandung huluf itu. Di saat hati sedang gugup-gugupnya mengucapkan kalimat akad, lalu tiba-tiba pak penghulu meminta saya mengulang kalena pelafalan nama istli yang nggak jelas, disusul dengan suala tawa dali latusan penonton yang mengikuti plosesi telsebut.

Sejak saat itu, saya menambah syalat balu bagi siapa pun yang ingin jadi pacal saya: namanya halus minim huluf itu! Dua mantan saya yang telakhil namanya memang bebas dali huluf itu. Tapi, hubungan kami malah kandas di tengah jalan. Sekalang, saya malah pacalan lagi dengan olang yang namanya mengandung 2 huluf itu.

Iklan

Memasuki jenjang SMA, saya mulai memaklumi kondisi saya yang cadel akut. Lasa pelcaya dili saya mulai naik ketika belgabung dengan klub debat bahasa Ingglis dan diikutseltakan dalam belbagai lomba di seluluh penjulu Jogja. Oleh kalena dalam bahasa Ingglis huluf itu tidak telalu jelas, saya bisa belcakap-cakap tanpa halus melasa gugup saat belhadapan dengan huluf telsebut. Bebelapa olang bahkan menganggap aksen saya teldengal natulal akibat lhotacism yang saya delita!

Puncak dali keabsuldan kondisi cadel ini justlu teljadi saat saya beltemu dengan pendelita cadel akut lainnya. Sebelumnya, saya hanya beltemu dengan olang-olang semi-cadel yang masih bisa melafalkan sedikit huluf L, tidak sepelti saya yang benal-benal mati. Hingga akhilnya, suatu hali saya belkenalan dengan seolang kawan sehobi yang juga mendelita cadel akut.

Nah, ketika saya belbincang-bincang dengan kawan saya yang satu ini, balulah saya sadal betapa annoying-nya olang cadel ketika belbicala. Maksud saya, semua kata yang kelual dali mulutnya telasa kaku, gatal, sampai-sampai saya ingin sekali mengoleksi kalimatnya satu pel satu. Tentu saja niat ini saya ulungkan kalena saya masih sadal bahwa kami sama-sama cadel!

Belawal dali kejadian itu, saya pun belangan-angan untuk mendilikan Paltai Cadel Indonesia. Tujuannya simpel, kami ingin menghapus huluf itu dali alfabet Indonesia sehingga pala cadelis tidak pelu mengalami penindasan dali kaum non-cadelis yang sombong dengan huluf L-nya (Anda pasti menangkap maksud penulis, redaksi).

Namun, apa daya, niat ini tidak bisa kami laksanakan kalena setiap notalis yang saya datangi selalu menolak membuat akta dengan satu alasan sama, yang kila-kila bunyinya begini.

“Bilang L aja nggak bisa, mau bikin paltai. Sana, belajal ngomong L dulu!”

Begitulah.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2020 oleh

Tags: cadelceritacerita lucuhuruf rkisahorang cadelrhotacismspeech impediment
Panji Gusti Akbar

Panji Gusti Akbar

Artikel Terkait

Bukan Cuma Masjid, Jogokariyan Jogja Ternyata Punya ATM Beras & Wakaf Produktif

Bukan Cuma Masjid, Jogokariyan Jogja Ternyata Punya ATM Beras dan Wakaf Produktif

19 April 2025
Kantin FBSB UNY, Saksi Perubahan Gaya Hidup Mahasiswa: Dulu Mirip Suzuran, Kini Isinya Mahasiswa Sopan

Kantin FBSB UNY, Saksi Perubahan Gaya Hidup Mahasiswa: Dulu Mirip Suzuran, Kini Isinya Mahasiswa Sopan

5 Juni 2024
Kepada Siapa Aku Harus Bercerita Saat Sudah Jadi Orang Dewasa? UNEG-UNEG. MOJOK.CO

Kepada Siapa Aku Harus Bercerita Saat Sudah Jadi Orang Dewasa?

28 Mei 2023
Kasih Sayang Ibu Kasur: Cadel dan Barisan Lagu Tanpa Huruf R MOJOK.CO

Kasih Sayang Ibu Kasur: Cadel dan Barisan Lagu Tanpa Huruf R

16 Januari 2022
shogun 125 shogun SP125 motor mesum motor banci motor sobat misqueen cinta pertama motor boncengan siasat rem mendadak otomotif ulasan motor jadul mojok.co

Pengalaman Absurd Motor Shogun 125 Saya yang Ketuker di Parkiran

28 November 2021
ilustrasi Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan mojok.co

Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan

1 September 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.