Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Di Arab Saudi, Cowok Gandengan dan Cipokan Mah Biasa

Dinar Zul Akbar oleh Dinar Zul Akbar
27 Desember 2017
A A
Cowok-Arab-MOJOK.CO

Cowok-Arab-MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Panduan biar elu-elu nggak gegar budaya kalau ketemu cowok Arab.”

Semalam saya di-WA sama Lady Prima Sulistya of Mojok, saya pikir tadinya doi mau ngucapin selamat Natal makanya saya refleks siap-siap buat kasih balesan dalil-dalil pengharaman Natal—mengingat Mojok sudah demikian aktif dalam kegiatan pendangkalan akidah umat. Baru kemudian saya baca, ternyata beliau meminta saya untuk menulis tentang kultur interaksi kaum laki-laki di Timur Tengah.

Kayaknya permintaan ini terkait peristiwa beberapa hari lalu. Netizen ramai gegara video viral tentang dua orang yang “dicurigai” bagian dari kaum gay yang diambil di sebuah kawasan di Jakarta. Video udah kadung banyak yang nge-share, teman-teman di timeline saya juga lumayan banyak yang memviralkan video tadi, lengkap dengan kepsyen-kepsyen yang menggugah sanubari dan mengenyakkan batin.

Akhir kisah video viral itu, ternyata tuduhan si pemosting salah. Keduanya kakak adik dan bukan orang Indonesia, tapi dari Timur Tengah. Perwakilan yang diposting dan yang memosting kemudian mediasi. Video pun dihapus dan bu ibu yang memviralkan pertama kali sudah nulis press release yang intinya, kepada seluruh pihak yang turut membagikan video itu tolong deh hapus video yang pernah di-share itu.

Saya pribadi alhamdulillah selamat dari kegiatan dosa jariyah itu. Karena apa? Karena di negeri tempat saya tinggal, Kerajaan Saudi Arabia, jamak dijumpai cowok gandeng tangan cowok atau cipika cipiki. Pelukan di antara mereka juga hal yang wajar.

Tapi, apa mereka gay? Nggak juga.

Saya sendiri pernah suatu kali mengalami peristiwa yang nggak bisa dilupain soal kebiasaan cowok Arab.

Pas pulang dari Nabawi, saya bareng teman mahasiswa asli Yaman. Waktu itu pas turun dari angkot, tanpa dinyana, diduga, dan tanpa komando yang jelas, si Yaman ini megang tangan saya. Dan dengan baik hatinya doi gandeng tangan saya sambil nyeberang jalan ke arah kampus tercinta.

Ekspresi saya waktu itu mungkin kayak Cinta pas dipegang tangannya sama Rangga ketika lagi nyeberang di Senen pas mau ke toko buku Kwitang, agak dagdigdug gimana gitu, sambil merhatiin sekitar apa ada yang ngerekam atau ngeabadiin momen itu.

Saya juga ada temen asal Irak walaupun doi dari bangsa Kurdi. Kebiasaan kami ini yang sering dilakuin kalau udah ketemu pasti pegangan tangan. Baik di kuliah, pulang dari masjid, bahkan ketika menuju ke asrama dan ke kamar masing-masing. Tolong dicatat, ke kamar masing-masing ya, jangan sampai kalimatnya putus sampai ke kamar aja.

Bahkan kalau genggaman tangan sama dosen atau seorang tokoh yang alim, derajat sosial kita di mata mahasiswa lain bisa langsung naik drastis. Dan itu merupakan momen yang berharga dan dicari-cari oleh kami mahasiswa dan bisa jadi kenangan tersendiri.

Di Nabawi yang merupakan tanah suci kedua bagi umat Islam, nggak jarang ada fenomena yang bikin kita orang Indonesia terkaget-kaget. Normalnya, orang Arab itu cipika cipikinya adalah pipi kanan dulu, kemudian kiri, lalu terakhir balik lagi ke kanan sambil agak ditekan dan diulang dua kali. Ini normalnya.

Etapi, beberapa kali saya lihat di Masjid Nabawi, mereka ini cipika cipikinya sambil ngadu hidung, Sodara. Bahkan maaf, kadang-kadang hampir itu bibir ketemu bibir. Tapi, mereka ketawa-ketawa aja. Apa iya ini orang-orang gay? Rasanya nggak mungkin mereka berani terang-terangan kurang ajar di tempat di mana Nabi dimakamkan.

Untuk menghormati dosen atau orang yang dituakan di sini, kami mengecup dahi-dahi mereka atau kadang ubun-ubun juga. Co cwit bingit nga c? Karena di negeri kita sendiri jamak menghormati orang tua dengan cium tangan bolak-balik.

Iklan

Bicara soal dosen, pernah juga saya bareng sama dosen yang orang Arab ketika dia ketemu sama kenalannya. Dosen yang Arab ini memperkanalkan saya dengan bilang ke temennya itu, “hadza huwa habibi,” yang kalau diterjemahin artinya, please introduce my lover. Soalnya di sini manggil habibi alias my love adalah perkara yang biasa ae, sayangqu.

Kebayang nggak di Indonesia, kalau ada dosen kenalin mahasiswanya ke koleganya dengan bilang, “Kenalin nih kekasih saya,” bisa dipastikan bikin geger dunia persilatan.

Jadi, emang penghakiman seseorang gay atau nggak dari ucapan dan tingkah laku itu perkara yang samar-samar buat saya pribadi, kecuali terang-terangan semisal udah cipokan ala French baru dah hilang syubhatnya.

Jadi, moral story-nya adalah buat yang kuliah di sini, harap nikah dan bawa istrinya, jangan sampai LDR-an terus baru dua bulan udah ditalak. #eh

Terakhir diperbarui pada 6 April 2018 oleh

Tags: ArabbudayaciumangandenganGayhomojakartavideo viral
Dinar Zul Akbar

Dinar Zul Akbar

Asli Betawi. Sedang menyelesaikan kuliah pascasarjana di Islamic University of Madinah.

Artikel Terkait

Event bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan jadi berkah bagi driver obol Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora

20 Januari 2026
indonesia masters, badminton, bulu tangkis.MOJOK.CO
Ragam

Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora

20 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026 MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.