Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Basindo UGM yang Dosennya Cocok Banget Jadi Bahan Tebak-tebakan

Riqko Nur Ardi Windayanto oleh Riqko Nur Ardi Windayanto
30 April 2020
A A
Basindo UGM yang Dosennya Cocok Banget Jadi Bahan Tebak-tebakan MOJOK.CO

Ilustrasi UGM. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seru banget kuliah di Basindo UGM. Sudah dosennya lucu-lucu semua, ternyata nama mereka itu material tebak-tebakan banget. Nih, saya kasih tebakan biar kamu emosi.

Menginjak semester dua dan hampir nggak lagi menyandang status Gadjah Mada Muda karena sudah ada maba membuat saya semakin bersyukur. Oya, saya bersyukur banget bisa jadi mahasiswa Yujiem alias UGM. Kalau disuruh milih antara Yujiem atau pacar, ya jelas Yujiem, lah!

Lagian nggak mungkin kita pacaran kemudian ditanya, “Dapat pacar jalur apa, Mas?”

Saya nggak mungkin jawab, “Jalur UTUL, Mas, alias Jalur UJIAN KETULUSAN!”

Tapi kalau kita jadi mahasiswa Yujiem, nih, entah masuk lewat jalur UTUL atau gosokan ale-ale, semua orang bakal bilang begini, “Subhanallah, pinter, ya! Keterima di UGM!” Padahal ya nggak gitu juga.

Sebagai mahasiswa UGM, saya makin bangga lagi karena kuliahnya di jurusan Sasindo yang sekarang sudah berganti nama menjadi Basindo alias Bahasa dan Sastra Indonesia. Mungkin waktu berganti nama, Bapak Kaprodi kami tercinta membuat bubur merah dan putih lalu dibagikan kepada warga Yujiem seperti tradisi orang Jawa ketika ganti nama.

Tapi, meskipun sudah berganti nama, saya belum pernah tuh denger orang ngomong, “Wah, pasti jago bahasa, ya!” Yang ada adalah pasti katanya jago sastra. Yo wis ben, aku ra popo.

Padahal, pelajaran bahasa ini juga asik-asik gimana gitu. Apalagi bagi mahasiswa semester kedua di Basindo UGM. Bersiaplah ketemu mata kuliah lucu luar biasa, yaitu Fonologi yang diampu Bapak dosen kesayangan mahasiswa, Pak Bowo. Bukan, ini bukan legenda Tik Tok!

Ketua kelas saya biasanya nyebut beliau “Paduka Bowo”. Bukan maksud kurang ajar, ya. Ini sebagai gambaran aja betapa kami memuja dan mencintai beliau yang lucunya nggak ada obat. Mata kuliah Pak Bowo dulunya berlangsung setelah Jumatan, pukul 1 siang. Tapi, berhubung perkuliahan jadi online, kelas dimajukan jadi pukul 9 pagi.

Tapi oh tapi, mata kuliah ini kadang juga ambyar. Absurd. Minggu kemarin ini, 51 orang mahasiswa disuruh buat tebak-tebakan sama Paduka Bowo. Tiap orang bikin 5 tebak-tebakan. Jadi, akan ada 255 tebak-tebakan yang terkumpul. Mau dibuat buku tebak-tebakan kali, ya. Royalti penjualan disumbangkan semua. Makin cinta, deh sama Yujiem.

Tapi kok tebak-tebakan? Jadi begini, fonologi itu mempelajari bunyi-bunyi bahasa. Contoh, nih, MOJOK vs POJOK. Ada, kan, fonem yang berbeda? Yaitu /m/ dan /p/. Atau PUTU vs PUTHUT. Yang satu pakai /t/, yang satu nggak pakai. Nah, kayak gitu. Tapi jangan berat-berat dipikir. Mengko ambyar.

Untuk tugas tebak-tebakan ini saya nggak mau asal-asalan. Saya memang selalu maksimal saat nugas, hehehe. Tebak-tebakan saya ini terinspirasi dari nama dosen Basindo yang material tebak-tebakan banget. Nyenengin banget pokoknya masuk Basindo UGM.

Nah, buat Mojok, saya kasih 3 tebak-tebakan yang comel-comel pokoknya. Duanya lagi saya simpan sendiri. Kalau mau denger, japri saya aja. Siapa tahu bisa mutulan. Hehehe….

*JENG JENG JENG*

Iklan

1. Kenapa Prof. Putu selalu tampak bahagia?

Jawabannya: karena kalau nggak bahagia bukan PUTU, tapi PUTUS. WKWKWKWKW lucu kan, lucu, dong. Ayolah….

Prof. Putu ini profesor yang mengajar maba Basindo UGM semester 1. Tepatnya mata kuliah Linguistik Umum. Beliau ini, meskipun profesor, master linguistik, tapi kalau ngajar maba itu bisa lucu banget. Kocak parah, anjir. Selain selalu bahagia, menggemaskan, dan menghibur, beliau ini nggak gampang marah. Serius, deh. Idola banget.

Ciri khas Prof. Putu itu suka ngomong, “Jadi, ini linguis, YA!” Kalau kalian ikut kelasnya, siapkan kertas dan catat berapa kali beliau ngomong “YA”.

Tapi, meskipun Prof. Putu bikin kalian bahagia saat di kelas, nilai kalian di akhir semester mungkin membuat sedih lebih dari putus. Syukur-syukur dapat C. Sebab, saat menjawab ujian, jawaban kita mesti sama persis dengan kalimat dalam modulnya. Untung nilai saya selamat…karena dapat C minus. Mayan….

2. Siapa dosen Basindo UGM yang nyambi jualan buah?

Jawabannya: Pak Aprinus. Karena selain suka nulis paper, Pak Aprinus ini jualan buah “aprikus”. hehehe….hehe…he…lucu, lah. Ini salah satu tebak-tebakan andalan saya, btw.

Pak Aprinus mengajar Pengantar Ilmu Sastra. Dosen yang tegas dan disiplin. Mengajari dasar penelitian sastra sejak dini. MasyaAllah! Benar-benar menumbuhkan kemampuan para mahasiswanya supaya kehidupan kami akan manis seperti buah aprikus.

BTW, kalian tahu buah aprikus, nggak? Kalau nggak tahu bisa googling sendiri, ya.

3. Siapa dosen Basindo UGM yang jadi saudaranya Squidward?

Jawabannya: Bu Umi.

Ya, beliau saudaraan sama Squidward.

Squidward = cumi-cumi

Bu Umi = Umi Umi

Hehehe….hehe…he….

Selain mengajar Sejarah Bahasa, beliau juga mengajar Bahasa Arab. Nah, bahasa Arabnya “ibu” apa? Umi. Kalo manggil Ibu Umi? Jadinya “Umi Umi”. Kan mirip cumi-cumi. WKWKWKW….

Umi Umi ini asalnya bukan dari Bikini Bottom, ya. Jangan bercanda, deh. Beliau ini berasal dari luar negeri, yaitu “Pyongyang”, alias “Piyungan”. Haduh, masak nggak tahu Piyungan? Itu lho, sebuah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbatasan langsung sama Kabupaten Italia, alias Sleman ale, Sleman ale ale.

Jauh ya dari Yujiem. Kasian sebenarnya. Apalagi Ibu Umi ini nggak tahan dingin. Jadi, pernah AC kelas kami diturunkan suhunya. Eh, beliau kedinginan. Alhasil, suara Ibu Umi hilang selama dua minggu. Sedih sekali karena tidak bisa maksimal mengajar. Tapi beliau ini baik dan sabar. Pokoknya dosen terbaek deh. Umi Umi emang unch-unch!

Nah, demikian 3 tebak-tebakan hasil nugas kelasnya Paduka Bowo. Dulu saya nggak nyangka kalau dosen-dosen Basindo UGM itu material banget buat tebak-tebakan. Saya curiga, dosen-dosen bahasa di semua kampus itu memang lucu-lucu. Orangnya nggak gampang marah kalau diajak bercanda. Mungkin cuma kesel aja kalau mahasiswanya kebablasan.

Nah, biar makin seru, di lain kesempatan saya akan buat tebak-tebakan pakai nama MWA, DPA, BEM KM, dan satpam, sampai rektor UGM. Biar orang tahu kalau rektor Yujiem itu orangnya super lucu juga. Hehehe….

BACA JUGA 15 Tebak-tebakan yang Katanya Paling Bikin Emosi atau artikel menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2020 oleh

Tags: Basindo UGMbikini bottomdosen lucumahasiswa yujiemSquidwardtebak-tebakanUGM
Riqko Nur Ardi Windayanto

Riqko Nur Ardi Windayanto

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Suka tebak-tebakan.

Artikel Terkait

Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO
Edumojok

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.