Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Abdul Rani Rasjid, Capres yang Menurut Polling Mengungguli Jokowi dan Prabowo

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
17 April 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Walau pendatang baru, Abdul Rani Rasjid jelas lebih bernyali dibanding Cak Imin.

Abdul Rani Rasjid telah memenangkan polling presiden Indonesia ke-8 di Twitter melawan Jokowi dan Prabowo. Head-to-head dengan Jokowi, Rani menang 67%. Sementara menghadapi Prabowo, Rani menang telak 97%.

Itu baru polling, belum perhitungan jumlah like, comment, dan retweet. Misalkan foto Jokowi, Prabowo, dan Abdul Rani Rasjid yang sama-sama naik kuda, tapi beda jenis kuda. Jika Jokowi dan Prabowo naik kuda impor, Rani naik kuda lokal yang dipakaikan topeng seperti Awkarin. Comment untuk Prabowo, like untuk Jokowi, dan retweet untuk Rani. Bisa ditebak, jumlah retweet lebih banyak ketimbang comment dan like. Itu artinya warganet lebih memilih Rani ketimbang Prabowo dan Jokowi.

Pertanyaannya, Abdul Rani Rasjid ini siapa sih?

Dialah pemilik akun twitter dengan username @ABDULRANIRASJ11. Huruf kapital semua. Tipikal akun Twitter bapak-bapak kayak @AHMADDHANIPRAST dan @PEMBIMBINGUTAMA. Anehnya, dua huruf terakhir pada nama Abdul Rani Rasjid diganti angka 11. Apa makna yang terkandung di balik angka tersebut? Apakah itu berarti tanggal lahirnya atau jumlah anak Gen Halilintar?

Sebagai rakyat, kita perlu tahu cocoklogi di balik nama dan angka yang berhubungan dengan politisi. Indonesia memang lahan subur bagi pertumbuhan cocoklogi. Setelah sebelumnya ada cocoklogi Gus Nur mengaitkan surah Al-Quran dengan arti nama Jokowi, Gus Romy mencontohkan cocoklogi membangun. Di iklan PPP yang disiarkan stasiun televisi swasta pada Isra Mikraj, Gus Romy menjabarkan bahwa tanggal kemerdekaan negara ini sangat erat kaitannya dengan agama Islam.

Tidak banyak orang tahu bahwa 17 Agustus 1945 adalah cerminan perintah salat: 17 adalah jumlah rakaat salat dalam sehari, 8 anggota tubuh yang tunduk kepada Allah, serta 4 imam mazhab dan 5 rasulullah & Khulafaur Rasyidin.

Wow. Wow. Wow.

Padahal bisa juga bahwa 17 Agustus 1945 adalah cerminan kemapanan yang menjadi hak warga negara Indonesia: 17 adalah usia seseorang sudah boleh punya KTP dan SIM, 8 adalah jumlah semester pendidikan yang harus ditempuh mahasiswa untuk wisuda tepat waktu dan meraih gelar sarjana, dan 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang harus terpenuhi.

Sementara itu, Agus Mulyadi membuat cocoklogi di Twitter terkait urutan presiden RI:

Othak-athik gathuk versi Kampret

Ke-1. 1r. Soekarno

Ke-2. 2oeharto

Ke-3. 3J. Habibie

Iklan

Ke-4. 4bdurrahman Wahid

Ke-5. 5oekarno Putri

Ke-6. 6ambang Yudhoyono

Ke-7. 7oko Widodo

Ke-8. 8UKAN JOKOWI POKOKE

Tidak banyak orang tahu angka 8 bisa juga diartikan sebagai Presiden ke-8. A8dul Rani Rasjid.

Dalam sebuah poster, Abdul Rani Rasjid telah membuat deklarasi Abdul Rani Rasyid (beda satu huruf?) sebagai calon presiden RI 2019. Dengan program: membuka kesempatan berusaha, membuka lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan, dan menghapus kesenjangan. Lalu, maksud dari program “membuka kesempatan berusaha” itu apa-apaan? Selama ini seluruh rakyat Indonesia sudah berusaha hanya untuk bertahan hidup. Sudah diberi kesempatan sejak presiden pertama. Tidak usah ditambah-tambah dengan program khusus segala.

Uniknya, di bawah permohonan doa restu dari seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada, ada rekening bank untuk penyaluran bantuan sukarela. Bisa dibilang capres satu ini antipolitik uang. Dia tidak akan memberikan uang kepada rakyat untuk memilihnya di pemilu. Sebab, dia sendiri juga masih butuh bantuan dana dari rakyat kok.

Namun, pencapresan independen Abdul Rani Rasjid tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, dia sudah mendapatkan dukungan di Twitter. Banyak orang yang menganggap apa yang terjadi di Twitter berikutnya akan merembet ke media sosial lainnya. Contohnya, jokes viral di Twitter tentang Ayla View yang tahu-tahu dua bulan kemudian jadi pembahasan pelik terkait isu rumah tangga harmonis di Facebook. Maka, tinggal menunggu waktu saja polling di Twitter memengaruhi preferensi politik warganet di media sosial lainnya. Sampai akhirnya nama Abdul Rani Rasjid melambung sejagat internet dengen elektabilitas di luar jangkauan.

Boleh saja Prabowo didukung Gerindra, PKS, dan PAN, sedangkan Jokowi diusung PDIP, Golkar, Nasdem, P3, Hanura. Abdul Rani Rasjid tetap belum punya partai pendukung. Namun, beliau tetap santai. Jika nanti terpilih sebagai presiden, Abdul Rani Rasjid hanya berutang kepada rakyat. Nanti, tidak ada yang namanya bagi-bagi kursi.

Sebagai capres, Abdul Rani bisa dibilang merakyat. Di saat Jokowi motoran naik chopper seharga ratusan juta, Abdul Rani tampil sederhana dengan naik motor Vario. Jaket yang dikenakannya sama seperti jaket bapak-bapak pada umumnya: tidak ada gambar peta Indonesia terbelah. Helmnya pun bawaan dari Honda yang SNI banget itu.

Beberapa hari setelah Abdul Rani memamerkan gayanya bermotor, Jokowi naik motor listrik membonceng Ibu Negara ketika mengunjungi Kabupaten Asmat. Pakai adegan hujan-hujanan segala seperti ending film Dilan 1990. Sepertinya, Jokowi tidak mau kalah merakyat dengan Abdul Rani. Secara tidak langsung, Abdul Rani telah mengingatkan Jokowi untuk kembali merakyat untuk meraih hati rakyat.

Semoga Abdul Rani Rasjid tetap berjuang menggapai ambisinya untuk menjadi presiden atau setidaknya tetap ada untuk menghibur. Sebab pada periode sebelumnya, ada juga pengacara yang mendapuk diri sendiri sebagai capres muda, tapi malah menghilang setelah menjadi caper muna. Sekarang mantan bakal calon presiden itu malah jadi bulan-bulanan no mention Hotman Paris di caption Instagram.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2018 oleh

Tags: abdul rani rasyidCak Imincapres alternatifjokowiPilpres 2019prabowo
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.