Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Saran untuk LPM Ekspresi dari Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari

Arman Dhani oleh Arman Dhani
3 September 2014
A A
Saran untuk LPM Ekspresi dari Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari

Saran untuk LPM Ekspresi dari Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Peristiwa pembredelan buletin karya lembaga pers mahasiswa IKIP Yogya (atau sekarang UNY), membuat gempar kalangan pegiat pers nusantara. Pasalnya ini adalah laku pertama, sejak reformasi, seorang rektor memberlakukan kebijakan sensor terhadap pers. Tapi selaku mantan pegiat pers gaya gayaan saat Mahasiswa dulu, saya tahu pasti perasaan Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari Berbudi Luhur Aklaq nan Mulia.

Sebagai penguasa tunggal, pewaris amanat Kemdiknas, pemimpin besar kampus, dan penanggung jawab universitas, Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari Berbudi Luhur Berahklak Mulia tentu merasa terkhianati dengan adanya buletin tersebut. Bagaimana tidak? Lembaga Pers gaya gayaan Mahasiswa Ekspresi itu dengan gegabah memberitakan kebenaran, fakta, dan realitas tanpa sensor. Wah ini kan cilaka, dalam abad media semacam ini, citra adalah segalanya.

Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari Berbudi Luhur Berakhlak Mulia tentu tak ingin ketahuan, jika kampusnya IKIP Yogya yang berjuluk green university (meski isinya beton semua) ketahuan memberlakukan kebijakan yang ono ono wae. Lha ndak bagus tho? Masak world class university ketauan mewajibkan mahasiswinya pake jilbab, ini kampus negeri atau UIN toh?

Sebagai pemimpin besar kampus IKIP, pelindung moral Pancasila, penjaga budi pekerti yang benar, tentu Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari Berbudi Luhur Berakhlak Mulia tak ingin para mahasiswanya terjerumus dalam maksiat. Kita harus mengerti jika beliau itu adalah seorang yang kaffah dalam iman, jauh lebih beriman daripada para ulama.

Misalnya pada Agustus beberapa tahun lampau Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari Berbudi Luhur Berakhlaq Mulia, menolak menemui mahasiswa Katolik karena berbeda keyakinan. Saat itu ada seorang mahasiswa yang meminta audiensi terkait masalah display UKM ospek. Dengan lantang, penuh keimanan dan taqwa, juga kerendahan hati yang baik, Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari Berbudi Luhur Aklaq nan Mulia, berkata “Anda Kristen! Keluar! Anda tidak tahu puasa. Yang islam yang masuk! Keluar! Saya punya kuasa disini.”

Sungguh tauladan yang baik bukan? Ini adalah pemimpin yang kita butuhkan pada sebuah institusi pendidikan. Tentunya dengan kualitas pemimpin macam ini, tak perlulah kita curiga kualitas lulusannya. Mereka secara otomatis akan menjadi baik, berakhlaq mulia dan bukan tak mungkin menegakkan syariah di bumi nusantara.

Maka saran saya kepada kawan-kawan lembaga pers gaya-gayaan mahasiswa Ekspresi, sudahilah protes kalian. Segera kalian minta maaf kepada Yang Mulia Bapak Rektor RW Yang Bijak Bestari Berbudi Luhur Berakhlak Mulia. Siapa tahu beliau bersedia mengadakan Profetik, sebuah pelatihan ESQ yang lebih moncer daripada Ary Ginanjar. Karena siapa yang butuh otak, daya pikir skeptis, dan pemikiran kritis jika kita punya kekuasaan serta sensor? Jika kalian tak paham juga, belajarlah pada pak Harmoko.

Tabique.

 

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: persrektoruny
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO
Kampus

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Didikan bapak penjual es teh antar anak jadi sarjana pertama keluarga dan jadi lulusan terbaik Ilmu Komunikasi UNY lewat beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Kampus

Didikan Bapak Penjual Es Teh untuk Anak yang Kuliah di UNY, Jadi Lulusan dengan IPK Tertinggi

29 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.